Tjen/Piter Gugur di Cincinnati Open Usai Perang Tiga Set Melawan Zhang/Jiang
Skor akhir 4-6, 7-5, 8-10. Janice Tjen dan Katarzyna Piter harus mengakhiri petualangan mereka di Cincinnati Open 2026 setelah takluk dalam drama tiga set dari pasangan China Zhang Shuai dan Jiang Xin...
Skor akhir 4-6, 7-5, 8-10. Janice Tjen dan Katarzyna Piter harus mengakhiri petualangan mereka di Cincinnati Open 2026 setelah takluk dalam drama tiga set dari pasangan China Zhang Shuai dan Jiang Xinyu. Duel di babak 32 besar yang berlangsung selama dua jam 11 menit di Lindner Family Tennis Center ini membuktikan bahwa perbedaan pengalaman dan ketenangan di momen kritis menjadi pembeda antara kedua pasangan.
Set Pertama: Tekanan Servis dan Formasi Agresif Zhang/Jiang
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Menit ke-14, Zhang Shuai yang beroperasi di depan net dengan formasi agresif klasik berhasil memaksakan break point pertama lewat return keras ke kaki Janice Tjen. Meski Tjen dan Piter mampu mempertahankan servis pada game pembuka, tekanan berlanjut. Penguasaan bola dari baseline Jiang Xinyu terlihat jelas—71 persen first serve masuk dengan 83 persen poin pertama dimenangkan, angka yang jauh di atas rata-rata turnamen.
Pada menit ke-38, Zhang/Jiang mengkonversi break kedua setelah Tjen melakukan double fault di deuce. Set pertama ditutup 6-4 pada menit ke-52. Statistik mencolok: pasangan China mencatat 16 winners dengan hanya 7 unforced errors, sementara Tjen/Piter hanya mengemas 9 winners namun tercatat 14 kesalahan sendiri. Shots on target dari volley Zhang di area net menghasilkan enam poin langsung, memperlihatkan dominasi formasi serve-and-volley yang efektif melawan defense Tjen/Piter yang masih mencari ritme.
Set Kedua: Comeback dan Momentum yang Terbangun
Masuk set kedua, Katarzyna Piter menaikkan intensitas servisnya. Starting pair Indonesia-Polandia ini mulai membaca pola return lawan. Menit ke-68, Tjen/Piter berhasil memecah servis Jiang lewat lob cantik dari Piter yang diselesaikan Tjen dengan smash winners. Break itu membangun kepercayaan diri, dan mereka berhasil menjaga konsistensi di game servis sendiri. Penguasaan bola meningkat drastis—first serve percentage naik dari 58 persen di set pertama menjadi 69 persen di set kedua.
Pada menit ke-89, Tjen yang berada di posisi ad-net menyelamatkan break point dengan volley backhand silang yang akurat. Momentum sepenuhnya berpihak, dan mereka menutup set kedua 7-5 pada menit ke-95. Unforced errors Tjen/Piter turun menjadi 8, sementara winners bertambah menjadi 12. Zhang/Jiang yang tampak frustrasi sempat mendapat peringatan keras dari wasit karena melempar raket usai kehilangan set point—momen langka yang menunjukkan tekanan mental mulai menggerus pasangan China tersebut.
Match Tiebreak: Ketenangan Zhang/Jiang dan Kegagalan Tjen/Piter
Laga melaju ke match tiebreak super dengan target 10 poin. Menit ke-118, kedua pasangan masih terjebak dalam rally panjang dari baseline. Namun pada posisi 5-5, Jiang Xinyu melepaskan dua backhand winners berturut-turut di sisi kanan Tjen yang terlihat sedikit melambat dalam perpindahan kaki. Keunggulan mini-break itu tidak disia-siakan Zhang/Jiang. Mereka memainkan formasi I-formation pada servis-servis berikutnya, memaksimalkan kebingungan Tjen/Piter dalam membaca arah return.
Pada menit ke-131, skor akhir tiebreak 10-8 mengonfirmasi eliminasi Tjen/Piter. Total statistik pertandingan: Zhang/Jiang mencatat 34 winners berbanding 19 unforced errors, sementara Tjen/Piter memiliki 28 winners namun dibayangi 31 unforced errors. Break points conversion juga menjadi kunci—Zhang/Jiang sukses mengkonversi 5 dari 11 peluang, sementara Tjen/Piter hanya 3 dari 9. Clean sheet di game servis hanya tercatat dua kali bagi Tjen/Piter sepanjang pertandingan, menunjukkan konsistensi servis masih menjadi pekerjaan rumah besar.
"Kami memulai dengan lambat dan itu membuat kami harus mengejar sepanjang pertandingan. Di tiebreak, kami punya peluang, tapi Zhang dan Jiang bermain dengan sangat tenang. Mereka pantas menang malam ini," ujar Janice Tjen usai laga.
Kegagalan ini membuat Tjen harus mengubur ambisi deep run di ajang WTA 1000 tersebut. Meski demikian, perjalanan ke babak 32 besar sudah menjadi pencapaian positif bagi petenis muda Indonesia itu. Sementara Zhang/Jiang akan melaju ke babak 16 besar dengan modal penuh kepercayaan diri setelah mengeliminasi salah satu pasangan yang diunggulkan dari daftar starting draw.
Comments (0)