Tiga Tim Gugur di Perempat Final Piala Dunia 2026

Babak perempat final Piala Dunia 2026 baru saja merampungkan tiga dari empat laga hidup-mati, dan hasilnya sudah memangkas daftar penantang trofi emas. Maroko, Belgia, dan Norwegia harus mengakhiri pe...

Tiga Tim Gugur di Perempat Final Piala Dunia 2026

Babak perempat final Piala Dunia 2026 baru saja merampungkan tiga dari empat laga hidup-mati, dan hasilnya sudah memangkas daftar penantang trofi emas. Maroko, Belgia, dan Norwegia harus mengakhiri perjalanan mereka — dua di antaranya tanpa mencetak gol, satu lainnya kalah dalam duel sengit yang diwarnai keputusan VAR kontroversial. Skor akhir paling dramatis terjadi saat Inggris menyingkirkan Norwegia dengan skor 2-1, sementara Belgia takluk 0-1 dari Portugal, dan Maroko ditutup 0-2 oleh Brasil. Dengan demikian, tiket semifinal untuk tiga laga ini sudah berkantong nama Inggris, Portugal, dan Brasil.

Bagi Maroko, mimpi mengulang keajaiban semifinal 2022 kandas di hadapan tembok seleção. Belgia dari "generasi emas" yang tersisa gagal menembus pertahanan solid Portugal, dan Norwegia — meski diperkuat mesin gol Erling Haaland — harus mengakui keunggulan Three Lions yang tampil klinis. Total 540 menit sepak bola perempat final sudah dimainkan, menghasilkan 6 gol, 2 clean sheet, dan 18 kartu kuning.

Norwegia vs Inggris: Malam Ketika VAR Jadi Pusat Kontroversi

Laga di Hard Rock Stadium, Miami, itu berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit pertama. Menit ke-23, umpan terobosan Jude Bellingham merobek garis pertahanan Nordik, dan Harry Kane — yang berdiri di ambang offside — berhasil menaklukkan kiper Ørjan Nyland lewat chip dingin. Gol dicek VAR selama tiga menit, garis merah teknologi semi-otomatis memperlihatkan bahu Kane hanya terpaut dua sentimeter dari bek terakhir Norwegia; wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Norwegia membalas lewat skema klasik mereka: umpan lambung Martin Ødegaard yang disundul Haaland pada menit 45+2. Sundulan itu melesat 97 km/jam masuk ke gawang Jordan Pickford tanpa bisa dihadang. Babak pertama ditutup dengan kedudukan 1-1. Namun, di menit ke-67, Bukayo Saka yang baru masuk di babak kedua menggiring bola dari sisi kanan, menusuk ke kotak penalti, dan melepaskan tembakan rendah yang membentur tiang sebelum bersarang di gawang. Gol itu menjadi penentu; Inggris unggul 2-1. Hingga peluit panjang, penguasaan bola 54%–46% untuk Inggris, sementara shots on target 7–4. Kartu kuning diberikan kepada Declan Rice (36'), Kristoffer Ajer (44'), dan Fredrik Aursnes (81'). Clean sheet kembali gagal diraih Pickford, namun assist Bellingham dan Foden menjadi kunci kemenangan ini.

"Kami bermain dengan hati, namun detil kecil di kotak penalti membuat perbedaan," ucap pelatih Norwegia Ståle Solbakken seusai laga.

Belgia: Dominasi Tanpa Ujung dan Senyapnya De Bruyne

Di MetLife Stadium, New Jersey, Belgia yang tampil dominan justru dipulangkan Portugal lewat skor tipis 0-1. Statistik penguasaan bola 62% milik Belgia hanya menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran, sementara Portugal yang bermain dengan formasi 4-3-3 bertahan mencatatkan lima shots on target. Gol tunggal lahir pada menit ke-58: Bruno Fernandes menerima umpan pendek dari Bernardo Silva, melakukan kontrol satu sentuhan, lalu melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di pojok atas gawang Thibaut Courtois.

Kevin De Bruyne — yang biasanya menjadi kreator — tak mampu menciptakan satu pun umpan kunci di 30 menit terakhir. Romelu Lukaku bahkan gagal mengeksekusi peluang emas di menit ke-72 ketika tendangannya dari jarak lima meter bisa diblok. Belgia mendominasi 60% wilayah pertahanan lawan, tetapi nol assist dan nol gol dari open play. Kartu kuning untuk Wout Faes, Thomas Meunier, dan Timothy Castagne menambah kesuraman malam bagi skuad Domenico Tedesco.

Maroko: Brazil Mematenkan Tembok Atlas dengan Samba Rasional

Bertempat di AT&T Stadium, Dallas, Maroko datang dengan reputasi pertahanan terbaik: hanya kebobolan satu gol di sepanjang fase grup. Namun, Brasil yang diasuh Fernando Diniz membongkarnya lewat pendekatan taktis yang sabar. Menit ke-12, Vinícius Júnior menusuk dari sayap kiri, melepaskan sepakan mendatar yang sempat membentur kaki Nayef Aguerd sebelum mengecoh Yassine Bounou. Skor 1-0.

Maroko sempat membangun serangan balik cepat, tetapi kombinasi Hakim Ziyech dan Youssef En-Nesyri mandul di sepertiga akhir. Penguasaan bola 60% untuk Brasil, dengan total 8 shots on target berbanding 1 milik Singa Atlas. Gol kedua baru lahir di menit ke-80 oleh Rodrygo, yang menggiring bola melewati dua bek sebelum menceploskan bola ke tiang dekat. Clean sheet Alisson terjaga, sementara Maroko gagal mencatat assist dan hanya menciptakan expected goals 0,21 sepanjang laga.

"Kami sudah berusaha menutup ruang, tetapi Brasil terlalu efisien hari ini," aku Walid Regragui.

Dengan demikian, tiga raksasa dari tiga benua berbeda harus pulang. Inggris, Portugal, dan Brasil kini bersiap menatap semifinal. Inggris masih menjaga rekor selalu mencetak gol di setiap pertandingan, Portugal baru saja mencatat clean sheet keempat dalam lima laga, dan Brasil semakin memperlihatkan keseimbangan yang mengerikan. Piala Dunia 2026 kini menyisakan lima tim yang akan bertarung di sisa perempat final dan seterusnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User