Tchouameni Bawa Real Madrid Singkirkan Benfica di Play-off Liga Champions

Real Madrid mengamankan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 usai menundukkan Benfica 2-0 pada leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan te...

Tchouameni Bawa Real Madrid Singkirkan Benfica di Play-off Liga Champions

Real Madrid mengamankan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 usai menundukkan Benfica 2-0 pada leg kedua play-off di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan telak ini membuat agregat menjadi 3-1 setelah pada pertemuan pertama di Estadio da Luz berakhir imbang 1-1. Dua gol kemenangan Los Blancos dicetak oleh Aurelien Tchouameni dan Vinicius Junior, menegaskan dominasi tim tuan rumah atas wakil Portugal itu.

Sejak wasit meniup peluit tanda mulai, Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Dengan formasi 4-3-3 yang ofensif, Carlo Ancelotti menurunkan skuat terbaiknya: Courtois di bawah mistar, barisan pertahanan Carvajal, Militao, Alaba, dan Mendy; trio gelandang Tchouameni, Bellingham, dan Camavinga; serta trisula Vinicius, Mbappe, dan Rodrygo. Benfica yang dilatih Roger Schmidt mencoba bermain praktis dengan formasi 4-2-3-1, mengandalkan kecepatan David Neres dan kreativitas Joao Mario di lini tengah.

Gol Pembuka Tchouameni dari Skenario Bola Mati

Setelah hampir 20 menit pertama saling jajal kekuatan, Real Madrid akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-23. Berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi dengan akurat oleh Jude Bellingham, bola melambung ke kotak penalti. Aurelien Tchouameni, yang berdiri bebas di tiang jauh, menyundul bola deras ke pojok kiri gawang Benfica yang dikawal Odysseas Vlachodimos. Gol ini langsung disambut perayaan emosional oleh gelandang internasional Prancis itu, yang berlari ke sudut lapangan sambil mengepalkan tangan ke tribun Santiago Bernabeu. Statistik menunjukkan bahwa dari 7 gol Tchouameni musim ini, 4 di antaranya lahir dari situasi bola mati, membuktikan kemampuannya sebagai ancaman udara.

Benfica nyaris menyamakan kedudukan tiga menit kemudian ketika Goncalo Ramos lolos dari jebakan offside dan melepaskan tendangan mendatar, tetapi Thibaut Courtois dengan sigap menepis bola. Meski demikian, hingga turun minum, Madrid tetap memegang kendali permainan. Penguasaan bola mencapai 62% dengan 5 tembakan tepat sasaran dari 9 percobaan, sementara Benfica hanya menghasilkan satu shots on target dan dua kali offside.

Madrid Ganda Keunggulan Lewat Vinicius di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Benfica meningkatkan intensitas serangan. Roger Schmidt memasukkan Rafa Silva dan Petar Musa untuk menambah daya gedor. Namun, Madrid justru menambah keunggulan pada menit ke-67 melalui skema serangan balik cepat. Jude Bellingham memenangi duel di lini tengah dan mengirim umpan terobosan kepada Vinicius Junior di sisi kiri. Penyerang asal Brasil itu menusuk ke kotak penalti, melewati bek kanan Alexander Bah, lalu melepaskan tendangan melengkung ke sudut kanan gawang. Vlachodimos tak berdaya. Gol tersebut merupakan gol ke-13 Vinicius di Liga Champions musim ini, menjadikannya pencetak gol terbanyak sementara.

Unggul 2-0, Madrid menurunkan tempo permainan sambil tetap waspada terhadap potensi comeback Benfica. Ancelotti memasukkan Brahim Diaz dan Arda Guler untuk menyegarkan lini tengah. Benfica hampir memperkecil ketertinggalan pada menit ke-81 lewat tandukan Nicolas Otamendi yang membentur mistar gawang. Courtois kembali tampil heroik dengan menepis tendangan bebas Joao Mario pada menit ke-87, menjaga clean sheetnya pada laga krusial ini.

Statistik Kemenangan dan Jalan Madrid Selanjutnya

Secara keseluruhan, Real Madrid mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola akhir tercatat 61,3% berbanding 38,7% milik Benfica. Los Blancos total melepaskan 16 tembakan dengan 8 mengarah ke gawang, sedangkan Benfica hanya mencatat 3 dari 9 percobaan. Akurasi operan Madrid mencapai 88%, jauh di atas Benfica yang hanya 79%. Kedua tim sama-sama melakukan 12 pelanggaran, namun hanya dua kartu kuning yang keluar untuk pemain Benfica: Otamendi pada menit ke-55 dan Florentino Luis pada menit ke-72. Tidak ada kartu merah sepanjang pertandingan.

Carlo Ancelotti memuji performa anak asuhnya, terutama Tchouameni yang dinilai menjadi pembeda. "Tchouameni adalah pemain yang luar biasa. Dia tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga bisa memberi kontribusi gol. Hari ini dia menunjukkan kualitasnya di momen penting," ujar Ancelotti seusai pertandingan. Sementara itu, Roger Schmidt mengakui keunggulan Madrid. "Kami menghadapi tim yang sangat kuat. Di leg pertama kami cukup baik, tetapi di sini mereka tidak memberi kami kesempatan. Selamat untuk Real Madrid," tuturnya singkat.

Dengan hasil ini, Real Madrid melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang antara Manchester City lawan RB Leipzig, yang masih akan bertanding pekan depan. Benfica sendiri harus puas turun ke Liga Europa untuk melanjutkan perjalanan Eropa mereka musim ini. Bagi Madrid, ini adalah langkah awal yang solid menuju mimpi meraih gelar Liga Champions ke-16. Malam di Bernabeu itu menjadi milik Tchouameni, yang dengan selebrasinya mampu membakar semangat puluhan ribu Madridista yang hadir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User