Tangis Mbappe Pecah, Kutukan Semifinal Kian Mendera

Dallas, Texas—Sebuah pemandangan yang kontras tersaji di Stadion Dallas: para pemain Spanyol berlutut dan berpelukan di tengah lapangan, sementara Kylian Mbappe berjalan lunglai menuju lorong stadio...

Tangis Mbappe Pecah, Kutukan Semifinal Kian Mendera

Dallas, Texas—Sebuah pemandangan yang kontras tersaji di Stadion Dallas: para pemain Spanyol berlutut dan berpelukan di tengah lapangan, sementara Kylian Mbappe berjalan lunglai menuju lorong stadion dengan air mata mengalir deras. Skor akhir Prancis 1–2 Spanyol memastikan La Roja melaju ke final Piala Dunia 2026, sedangkan Les Bleus kembali terhenti di semifinal. Malam itu, kutukan semifinal yang menghantui sang bintang terus berlanjut.

Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Tak Berbuah Kemenangan

Spanyol mengawali laga dengan intensitas tinggi. Pelatih Luis de la Fuente menurunkan formasi 4-3-3 klasik yang mendorong Pedri dan Gavi untuk terus menekan lini tengah Prancis. Menit ke-12, skema umpan pendek La Roja membuahkan hasil. Umpan terobosan Pedri mengarah kepada Nico Williams yang menusuk dari sayap kiri. Williams melepaskan tembakan mendatar dari sudut sempit yang tak mampu dihalau kiper Mike Maignan. Spanyol unggul 1-0 lewat gol menit ke-12, assist Pedri.

Prancis yang diasuh Didier Deschamps dengan formasi 4-2-3-1 langsung merespons. Mbappe, yang awalnya dipasang sebagai penyerang tengah, kerap turun ke lini kedua untuk mencari celah. Menit ke-28, kombinasi apik antara Mbappe dan Antoine Griezmann menghadirkan peluang emas. Griezmann melepaskan umpan terobosan yang mampu disambar Mbappe, namun kiper Unai Simon tampil sigap melakukan penyelamatan satu tangan. Shots on target babak pertama: Prancis 3, Spanyol 2. Penguasaan bola dikuasai Spanyol dengan 55 persen.

Memasuki menit ke-41, Prancis berhasil menyamakan kedudukan. Berawal dari sepak pojok Griezmann, bola disundul keras oleh bek tengah Dayot Upamecano yang menerobos kerumunan pemain Spanyol. Bola membentur mistar dan memantul kembali ke lapangan, sebelum disambar oleh Kingsley Coman yang berdiri bebas di mulut gawang. Gol penyama kedudukan tercipta pada menit ke-41 lewat sundulan muntah Coman, assist Upamecano. Skor 1-1 menutup babak pertama.

Babak Kedua: Momen Krusial dan Kontroversi VAR

Selepas jeda, Spanyol kembali menekan. Menit ke-56, umpan silang Dani Olmo dari sisi kanan berhasil ditanduk oleh Álvaro Morata. Bola sempat dihalau Maignan namun tak sempurna, dan bek kiri Alejandro Balde yang naik membantu serangan dengan sigap menyontek bola ke gawang. Gol ini sempat diperiksa VAR karena dugaan offside pada Morata. Setelah pemeriksaan selama dua menit, wasit Wilton Sampaio akhirnya mengesahkan gol. Spanyol kembali memimpin 2-1, assist Morata dan gol Balde.

Tertinggal satu gol, Deschamps langsung memasukkan Ousmane Dembélé dan Marcus Thuram untuk menambah daya gedor. Mbappe digeser ke sayap kiri, posisi aslinya. Menit ke-68, akselerasi Mbappe di sisi kiri berhasil melewati dua pemain dan melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh. Sayang, bola hanya mengenai jaring luar. Sepanjang babak kedua, Prancis mencatatkan 9 shots on target dari total 15 percobaan, namun Unai Simon tampil sebagai tembok raksasa dengan 8 penyelamatan penting. Spanyol justru lebih efisien: 4 shots on target menghasilkan 2 gol.

Memasuki 15 menit terakhir, Prancis menggempur habis-habisan. Menit ke-82, kemelut di depan gawang Spanyol berakhir dengan sundulan Mbappe yang melebar tipis di sisi kiri. Menit ke-89, Dembélé melakukan tusukan dan dijatuhkan di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, namun VAR kembali membatalkan keputusan karena pelanggaran terjadi di luar kotak. Kartu kuning diberikan kepada Pedri karena protes keras. Momen ini menjadi titik balik psikologis bagi Prancis.

Reaksi Pelatih dan Pemain: Air Mata di Wajah Sang Bintang

"Kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan, tetapi sepak bola tidak hanya soal peluang," ujar Didier Deschamps seusai laga. "Kylian sudah memberikan segalanya. Ini pahit, tapi kami harus menerima."

Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola tipis milik Spanyol dengan 51 persen berbanding 49 persen. Prancis unggul jumlah tembakan total 18 berbanding 11, namun penyelesaian akhir yang buruk menjadi pembeda. Clean sheet tidak tercapai bagi kedua tim, namun Spanyol pulang ke final dengan mental pemenang. Yang paling memilukan adalah air mata Mbappe yang tertangkap kamera saat ia menutup wajah dengan jersey. Bintang Paris Saint-Germain itu meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk, melewati trofi yang kembali tak bisa ia raih.

Kutukan semifinal kini menjadi beban psikologis tersendiri bagi Mbappe. Sebelumnya, ia juga gagal membawa Prancis ke final Euro 2024 setelah kalah dari Spanyol di semifinal lewat gol penentu di masa tambahan. Kini, Piala Dunia 2026 juga berakhir dengan rasa sakit yang sama. Pertanyaan besar kini menggantung: akankah Mbappe mampu mematahkan kutukan ini pada empat tahun mendatang? Satu hal yang pasti, hasil di Dallas menjadi babak kelam dalam karier emas seorang pemain yang masih haus akan trofi paling bergengsi di sepak bola.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User