Swiss Bertahan dengan 10 Pemain, Argentina Ditahan Imbang 1-1

Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City harus berakhir tanpa pemenang pada waktu normal. Skor akhir 1-1 memaksa kedua tim melanjutkan duel ke bab...

Swiss Bertahan dengan 10 Pemain, Argentina Ditahan Imbang 1-1

Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City harus berakhir tanpa pemenang pada waktu normal. Skor akhir 1-1 memaksa kedua tim melanjutkan duel ke babak tambahan waktu. Swiss yang bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-41 berhasil menahan gempuran La Albiceleste, menunjukkan disiplin taktik luar biasa meski terus ditekan sepanjang laga.

Babak Pertama: Gol Cepat Swiss dan Drama Kartu Merah

Argentine datang dengan formasi 4-3-3 andalan Lionel Scaloni, menurunkan trisula Messi, Julián Álvarez, dan Nico González sejak menit awal. Swiss memilih pakem 3-5-2 yang fleksibel, mengandalkan kecepatan Breel Embolo dan Noah Okafor di lini depan. Pertandingan sejak menit pertama langsung berjalan dalam tempo tinggi.

Kejutan terjadi pada menit ke-22. Umpan terobosan Granit Xhaka dari lini tengah berhasil diterima Embolo, yang lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan keras ke sudut kanan gawang Emiliano Martínez. Skor berubah 0-1. Assist tersebut dicatat sebagai kontribusi kunci kapten Swiss yang beberapa kali memotong aliran bola di lini tengah. Penguasaan bola saat itu masih sedikit condong ke Argentina, 54% berbanding 46%, tetapi Swiss lebih efektif dengan satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka di babak pertama.

Petaka bagi Swiss terjadi menjelang turun minum. Pada menit ke-41, bek tengah Nico Elvedi terpaksa melakukan pelanggaran terhadap Messi yang sudah berada di posisi satu lawan satu dengan kiper. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih dan mengeluarkan kartu merah langsung. Argentina mendapat hadiah penalti yang dieksekusi sendiri oleh Messi, namun tendangannya melambung di atas mistar. Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama usai. Statistik sementara: tembakan Argentina 8 (1 on target), Swiss 1 (1 on target).

Babak Kedua: Dominasi Tanpa Gol Kemenangan

Memasuki babak kedua, Argentina otomatis menguasai permainan. Pelatih Scaloni memasukkan Ángel Di María untuk menambah daya gedor. Swiss merapatkan barisan dengan formasi 5-3-1, hanya menyisakan Embolo di depan untuk serangan balik. Hasilnya, Argentina terus menciptakan peluang: sepakan jarak jauh Enzo Fernández di menit ke-53 masih menyamping, sundulan Rodrigo De Paul di menit ke-61 ditepis kiper Yann Sommer, dan dua kali tendangan bebas Messi membentur pagar betis.

Gol penyeimbang akhirnya datang pada menit ke-67 melalui skenario yang mirip: pelanggaran di kotak penalti. Kali ini, handball bek pengganti Swiss, Cédric Zesiger, setelah bola tendangan Álvarez mengenai lengannya. VAR melakukan peninjauan dan wasit kembali menunjuk titik putih. Messi yang kali ini menjadi eksekutor sukses menaklukkan Sommer dengan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah. Skor 1-1. Assist dihitung dari pergerakan Álvarez yang memaksa pelanggaran terjadi.

Sisa 20 menit waktu normal menjadi pertunjukan kesabaran Swiss menghadapi total 14 tembakan Argentina. Kiper Sommer tampil sebagai pahlawan dengan total 7 penyelamatan krusial sepanjang laga. Meskipun penguasaan bola Argentina mencapai 68% dan total tembakan 23 berbanding 3, keunggulan jumlah pemain tak mampu dikonversi menjadi gol kemenangan. Swiss mencatat clean sheet taktis di babak kedua dengan nol tembakan tepat sasaran tetapi berhasil menahan gempuran.

Statistik dan Catatan Penting

Selain penguasaan bola, statistik lain menegaskan dominasi Argentina yang tak berbuah kemenangan. Tembakan tepat sasaran total Argentina 8 berbanding Swiss 2. Jumlah tendangan sudut sangat timpang: 11-0. Pelanggaran terjadi hampir seimbang, 12 untuk Argentina dan 13 untuk Swiss, dengan total kartu kuning 3 (dua untuk Swiss, satu untuk Argentina selain kartu merah). Offside Argentina 5 kali, Swiss hanya sekali.

Menariknya, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia Swiss berhasil menahan imbang Argentina dengan 10 pemain sejak menit-menit akhir babak pertama. Sebelumnya, rekor pertemuan kedua tim di Piala Dunia diwarnai kemenangan Argentina di edisi 2014 dan 2018. Hasil ini juga mencatatkan Messi sebagai pencetak gol penalti keduanya di turnamen, sekaligus mengukuhkan posisinya di daftar top skor sementara.

Jalannya pertandingan di babak tambahan waktu nanti akan menjadi ujian fisik bagi Swiss yang sudah bermain dengan satu pemain kurang selama hampir 50 menit. Argentina diprediksi akan terus menekan dengan tambahan amunisi segar dari bangku cadangan. Akankah drama adu penalti menjadi penentu? Semua masih terbuka.

Reaksi Pelatih

Usai peluit waktu normal, Lionel Scaloni menyayangkan penyelesaian akhir anak asuhnya. "Kami menciptakan cukup peluang untuk memenangi pertandingan, tetapi keberuntungan dan kiper lawan membuat perbedaan. Kami harus tetap fokus di babak tambahan," ujarnya. Di kubu Swiss, pelatih Murat Yakin memuji mental pemainnya. "Bermain dengan sepuluh pemain melawan Argentina adalah situasi tersulit, tapi para pemain menunjukkan karakter luar biasa. Kami pantas mendapat kesempatan di tambahan waktu," katanya singkat.

Swiss kini menatap 30 menit tambahan dengan keyakinan tinggi dan dukungan statistik pertahanan yang solid, sementara Argentina harus segera memperbaiki ketajaman jika tak ingin pulang lebih awal dari Kansas City.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User