SURABAYA, BERITAINTI.COM — Maria Goreti Dhiki, mahasiswi Program Studi Teknik Informatika Fakultas

Di tengah pesatnya digitalisasi ekonomi, sektor UMKM masih menghadapi kendala serius dalam pengawasan arus kas. Berbeda dengan korporasi besar yang memilik

SURABAYA, BERITAINTI.COM — Maria Goreti Dhiki, mahasiswi Program Studi Teknik Informatika Fakultas

Di tengah pesatnya digitalisasi ekonomi, sektor UMKM masih menghadapi kendala serius dalam pengawasan arus kas. Berbeda dengan korporasi besar yang memiliki divisi keuangan dan sistem enterprise resource planning (ERP) canggih, pelaku UMKM umumnya mengandalkan pencatatan manual atau spreadsheet sederhana. Kondisi ini membuka celah bagi terjadinya fraud internal, kesalahan input, hingga modus pencucian uang skala kecil yang luput dari pantauan. Menyadapi realitas tersebut, Dhiki membangun prototipe AI yang menganalisis pola historis transaksi untuk mengenali penyimpangan secara otomatis.

Motivasi di Balik Pengembangan Sistem

Dhiki mengaku terinspirasi dari kondisi nyata di lingkungan sekitar kampus. Banyak pengusaha kecil—mulai dari pedagang kios, pemilik warung digital, hingga penyedia jasa lokal—yang mengeluhkan sulitnya membedakan transaksi normal dan aktivitas keuangan mencurigakan. Tanpa alat bantu teknologi, mereka baru menyadari kerugian setelah kerugian finansial benar-benar terjadi.

"Saya melihat banyak pelaku UMKM di sekitar kampus yang masih mencatat transaksi secara manual dan sangat kesulitan menyadari adanya keanehan dalam arus kas mereka. Dari situ, saya berpikir bagaimana teknologi AI bisa hadir sebagai penjaga keuangan dini yang terjangkau dan mudah digunakan," ujar Maria Goreti Dhiki kepada Beritainti.com, Jumat (15/8).

Berdasarkan observasi awalnya, kerugian yang dialami pelaku UMKM akibat transaksi anomali tidak selalu berasal dari tindak kriminal. Dalam banyak kasus, kesalahan human error—seperti salah transfer, dobel pencatatan, atau perbedaan nominal yang tidak terdeteksi—menjadi sumber utama ketidakseimbangan buku kas. Namun, dampaknya tetap signifikan bagi usaha dengan margin tipis.

Cara Kerja dan Keunggulan Teknologi

Sistem yang dikembangkan mahasiswi asal Surabaya ini memanfaatkan algoritma machine learning untuk mempelajari perilaku transaksi historis dari sebuah UMKM. Setelah model terlatih, sistem akan membandingkan setiap transaksi baru dengan pola yang telah terbentuk. Apabila ditemukan deviasi atau anomali—seperti nominal mendadak jauh lebih besar, frekuensi transfer tidak wajar, atau rekening tidak dikenal—sistem akan mengeluarkan peringatan dini melalui antarmuka dashboard.

Keunggulan utama solusi ini terletak pada desainnya yang berorientasi pada kemudahan akses. Dhiki menyadari bahwa teknologi canggih akan sia-sia jika tidak mampu dioperasikan oleh pelaku usaha yang minim literasi digital. Oleh karena itu, ia merancang tampilan antarmuka sederhana dengan visualisasi grafik dan notifikasi berbasis warna sehingga pengguna tidak perlu memahami rumus statistik kompleks untuk mengambil keputusan.

  • Deteksi otomatis: Sistem mengenali anomali transaksi secara real-time tanpa perlu pengawasan manusia 24 jam.
  • Adaptif: Model AI terus belajar dari data terbaru, sehingga semakin akurat seiring bertambahnya riwayat transaksi UMKM bersangkutan.
  • Ramah pengguna: Antarmuka berbasis web yang ringan dan dapat diakses melalui perangkat mobile maupun komputer.

Dampak Bagi Ekosistem UMKM dan Akademisi

Dosen pembimbing sekaligus Kaprodi Teknik Informatika FTEIC Untag Surabaya menyambut positif inovasi ini. Menurutnya, penggabungan antara kecerdasan buatan dan inclusive economy menjadi bukti nyata bahwa riset kampus bisa langsung menjawab masalah sosial. Pihak fakultas berencana mendorong pengembangan lebih lanjut melalui program inkubasi bisnis teknologi agar sistem ini dapat diuji coba langsung oleh komunitas UMKM di Kota Surabaya.

Dari sisi ekosistem bisnis, kehadiran alat deteksi dini diharapkan mampu menekan angka kehilangan aset pada UMKM sekaligus meningkatkan kepercayaan mitra—baik supplier, investor kecil, maupun lembaga keuangan—terhadap kelayakan manajemen keuangan pelaku usaha mikro. Dengan catatan keuangan yang lebih bersih dan transparan, peluang UMKM untuk mengakses pembiayaan perbankan atau fintech juga semakin terbuka lebar.

Maria Goreti Dhiki berharap, sistem ini tidak hanya berhenti sebagai tugas akademik. Ia menargetkan agar dalam waktu dekat prototipe tersebut bisa diuji piloting pada beberapa kelompok usaha di kawasan Surabaya Timur. Jika hasilnya efektif, pengembangan berikutnya akan mencakup fitur pelaporan otomatis ke SPT pajak dan integrasi dengan sistem point of sales (POS) yang sudah umum digunakan pedagang.

Dengan semakin banyak generasi muda yang mengarahkan keahlian teknologinya untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat, inovasi semacam ini menjadi sinyal positif bahwa transformasi digital tidak hanya milik korporasi besar, tetapi juga bisa menjadi tameng pelindung bagi pemain paling kecil dalam rantai ekonomi nasional.

[SOCIAL_TWEET]: Mahasiswi Untag Surabaya, Maria Goreti Dhiki, ciptakan AI deteksi transaksi mencurigakan untuk UMKM. Solusi jitu lindungi keuangan usaha kecil! 🤖💰 #UMKM #AI #UntagSurabaya

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User