Spanyol Vs Belgia 2026: Duel Perempat Final
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Spanyol atas Belgia dalam sebuah laga perempat final Piala Dunia 2026 yang akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah turnamen. Di hada...
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Spanyol atas Belgia dalam sebuah laga perempat final Piala Dunia 2026 yang akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah turnamen. Di hadapan 70.000 penonton yang memadati stadion, dua raksasa Eropa ini menyajikan permainan dengan tempo tinggi, saling balas gol, dan ketegangan yang bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Babak Pertama: Ledakan Gol dan Drama Kartu Merah
Pertandingan langsung menyala sejak menit awal. Belgia, yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 andalan mereka, mencoba mendominasi lini tengah melalui duo Kevin De Bruyne dan Amadou Onana. Namun, Spanyol yang mengandalkan skema 4-3-3 dengan penguasaan bola khas tiki-taka justru mampu mencuri keunggulan terlebih dahulu. Menit ke-17, Pedri melepaskan umpan terobosan brilian yang memecah pertahanan Belgia. Lamine Yamal, dengan kecepatan eksplosifnya, berhasil melewati kawalan Wout Faes dan melepaskan tembakan rendah ke pojok kiri gawang yang tak mampu dijangkau oleh Thibaut Courtois. Skor berubah menjadi 1-0.
Keunggulan Spanyol tidak bertahan lama. Belgia merespons dengan cepat melalui skema bola mati. Menit ke-24, umpan tendangan bebas De Bruyne berhasil disundul oleh Romelu Lukaku. Bola sundulan Lukaku sempat ditepis oleh Unai Simón, tetapi bola muntah langsung disambar oleh Jérémy Doku yang berdiri bebas di tiang jauh. Gol tersebut sempat dicek oleh VAR untuk potensi offside, namun akhirnya disahkan. Kedudukan imbang 1-1 membuat tempo permainan semakin meningkat.
Titik balik babak pertama terjadi pada menit ke-38. Zeno Debast, bek muda Belgia, melakukan pelanggaran keras terhadap Dani Olmo yang sedang melakukan penetrasi ke kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning kedua untuk Debast yang sebelumnya sudah mendapatkan kartu kuning di menit ke-12. Belgia harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Mikel Oyarzabal maju sebagai eksekutor penalti dan dengan tenang menaklukkan Courtois, membawa Spanyol unggul 2-1 hingga babak pertama berakhir. Statistik penguasaan bola babak pertama menunjukkan dominasi Spanyol dengan 61% berbanding 39%, sementara shots on target tercatat 5 berbanding 3.
Babak Kedua: Pertahanan Kokoh Cetak Clean Sheet... Hampir
Bermain dengan 10 pemain tidak membuat Belgia menyerah. Pelatih mereka melakukan penyesuaian taktik dengan memasukkan Youri Tielemans untuk memperkuat lini tengah dan menarik Doku lebih ke depan sebagai second striker mendampingi Lukaku. Strategi ini nyaris membuahkan hasil ketika Lukaku berhasil menjebol gawang Spanyol di menit ke-60, tetapi gol tersebut dianulir karena ia sudah berada dalam posisi offside tipis setelah review VAR.
Spanyol, dengan keunggulan jumlah pemain, lebih banyak mengontrol ritme permainan. Rodri dan Pedri menjadi jenderal lapangan tengah yang mendikte aliran bola. Mereka menciptakan beberapa peluang emas, termasuk tendangan melengkung Yamal yang membentur tiang gawang dan aksi individu Olmo yang berhasil diantisipasi oleh Courtois. Penampilan gemilang Courtois di bawah mistar menjadi alasan utama Belgia tetap berada dalam jarak satu gol hingga menit-menit akhir. Hingga menit ke-80, Spanyol mencatatkan total 8 shots on target, sementara Belgia yang bermain lebih reaktif hanya menambah 1 shots on target di babak kedua.
Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-85. Melalui serangan balik cepat, Belgia mendapatkan hadiah penalti setelah Aymeric Laporte dinilai melakukan handball di kotak terlarang. De Bruyne, yang mengambil alih tanggung jawab sebagai eksekutor, sukses menaklukkan Unai Simón dan menyamakan skor menjadi 2-2. Stadion bergemuruh, drama seolah akan berlanjut ke babak tambahan.
Gol Kemenangan dan Statistik Akhir
Namun, Spanyol memiliki jawaban dramatis. Deep in injury time, tepatnya menit ke-90+3, sebuah tusukan dari bek kiri Alejandro Balde mengirim umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti. Bola sempat mengenai kaki Arthur Theate dan bergulir liar, tetapi Fermín López yang baru masuk sebagai pemain pengganti bereaksi paling cepat. Dengan satu sentuhan, ia menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong, memicu perayaan liar dari para pemain dan pendukung Spanyol. Gol tersebut memastikan kemenangan Spanyol dengan skor akhir 3-2.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, dalam konferensi pers pasca-pertandingan menyatakan, "Laga ini menunjukkan mentalitas luar biasa dari tim ini. Kami bermain sabar menghadapi tim kuat Belgia dan mendapatkan hasil yang pantas di akhir pertandingan."
Secara keseluruhan, Spanyol mendominasi penguasaan bola dengan 64% dan mencatatkan total 18 tembakan dengan 9 mengarah ke gawang. Belgia, yang bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 50 menit, hanya memiliki 7 tembakan dengan 4 on target. Kartu merah untuk Debast menjadi faktor signifikan yang mengubah alur taktikal pertandingan. Kemenangan ini mengantarkan La Roja ke semifinal, selangkah lebih dekat untuk menambah bintang kedua di emblem mereka.
Comments (0)