Spanyol Singkirkan Belgia, Dua Tim Amankan Tiket Semifinal Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 memastikan langkah Spanyol ke semifinal Piala Dunia 2026, sekaligus melengkapi dua tiket pertama babak empat besar yang telah diamankan. Dalam duel sengit yang berlangsung Sabtu (11/7) ...

Spanyol Singkirkan Belgia, Dua Tim Amankan Tiket Semifinal Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 memastikan langkah Spanyol ke semifinal Piala Dunia 2026, sekaligus melengkapi dua tiket pertama babak empat besar yang telah diamankan. Dalam duel sengit yang berlangsung Sabtu (11/7) dini hari WIB, La Roja sukses menundukkan Belgia melalui permainan teknis tinggi dan determinasi luar biasa di sepanjang 90 menit. Hasil ini membawa Spanyol menyusul tim pertama yang telah lebih dulu memastikan tempat di semifinal, menjanjikan pertarungan klasik di fase berikutnya.

Jalannya Pertandingan: Drama Dua Babak

Sejak peluit awal dibunyikan, intensitas langsung terasa. Menit ke-7, gelandang serang Spanyol, Pedri, hampir membuka keunggulan lewat tendangan first-time dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Belgia, Koen Casteels. Spanyol mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola mencapai 62% di 15 menit pertama, memaksa Belgia bermain dalam blok rendah 5-4-1. Namun justru dari situasi serangan balik cepat, Belgia nyaris mencuri gol pada menit ke-19. Umpan terobosan Kevin De Bruyne menemukan Romelu Lukaku yang berdiri bebas, tetapi sontekannya masih membentur tiang gawang Unai Simón.

Gol yang ditunggu akhirnya muncul pada menit ke-34. Kombinasi apik antara Gavi dan Dani Olmo di sisi kiri pertahanan Belgia berakhir dengan umpan tarik mendatar ke kotak penalti. Álvaro Morata, yang sejak awal pertandingan rajin membuka ruang, menyambar bola dengan satu sentuhan keras ke sudut kanan bawah gawang. 1-0 untuk Spanyol. Gol ini menjadi pelecut semangat bagi La Roja, yang nyaris menggandakan keunggulan dua menit berselang lewat sundulan Aymeric Laporte yang masih melebar tipis.

Statistik dan Momentum: Dominasi Spanyol di Tengah Bahaya Serangan Balik

Memasuki babak kedua, Belgia mencoba keluar dari tekanan dengan mengubah formasi menjadi 4-3-3 lebih ofensif. Pergantian taktis memasukkan Jérémy Doku pada menit ke-55 menambah daya ledak di sektor sayap. Hasilnya, Belgia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-68. Berawal dari penetrasi Doku yang dijatuhkan di kotak terlarang, wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Kevin De Bruyne maju sebagai eksekutor dan dengan dingin mengirim bola ke pojok kanan atas, mengubah skor menjadi 1-1.

Namun euforia itu tak bertahan lama. Baru empat menit berselang, tepatnya menit ke-72, Spanyol kembali memimpin. Kali ini melalui skema sepak pojok yang dieksekusi oleh Alex Baena. Bola lambung akurat disambut sundulan terarah Pau Torres yang lepas dari kawalan bek Belgia. Bola meluncur deras menembus jala Casteels. Skor 2-1. Statistik mencatat hingga menit ke-80, Spanyol mencatatkan 8 shots on target berbanding 3 milik Belgia, sebuah indikasi betapa efisiennya serangan yang dibangun.

Analisis Taktik dan Starting XI Penentu

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1 andalannya: Unai Simón di bawah mistar; Dani Carvajal, Le Normand, Pau Torres, dan Alejandro Balde di lini belakang; Rodri dan Fabián Ruiz sebagai pivot ganda; trio Nico Williams, Pedri, Dani Olmo di belakang striker tunggal Morata. Rotasi yang dilakukan di lini tengah terbukti efektif meredam distribusi bola De Bruyne yang menjadi motor serangan Belgia. Di sisi lain, Belgia mengandalkan susunan pemain terbaik dengan Thibaut Courtois absen akibat cedera ringan, memberi tempat bagi Casteels.

Kunci kemenangan Spanyol terletak pada transisi positif yang cepat. Setiap kali kehilangan bola, pressing tinggi dari Morata dan Olmo memaksa bek Belgia melakukan kesalahan umpan. Tercatat, dari 14 peluang yang diciptakan Spanyol, 6 berasal dari situasi memenangkan bola di area pertahanan lawan. Sementara Belgia yang mengakhiri laga dengan 38% penguasaan bola sejatinya tampil efektif melalui serangan langsung, namun dua pelanggaran di area sendiri menjadi petaka.

Dengan hasil ini, dua tim negara kini telah mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026. Spanyol bergabung dengan tim pertama yang lolos — yang identitasnya masih menyisakan antisipasi tinggi di kalangan penggemar — memastikan laga empat besar akan menyajikan duel sarat kualitas. Pertanyaan besarnya kini: mampukah La Roja mempertahankan momentum ini untuk melangkah lebih jauh dan mengulang kejayaan seperti pada edisi 2010? Satu hal yang pasti, dengan skuad muda bertabur talenta seperti Gavi, Balde, dan Nico Williams, Spanyol membawa masa depan yang cerah di panggung sepak bola dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User