Spanyol Kalahkan Prancis di Dallas, Lamine Yamal Cetak Dua Gol

DALLAS — Skor akhir 3-1 untuk Spanyol atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7) dini hari WIB, memastikan La Roja melaju ke partai puncak. AT&T Stadium yang berkapasitas 92.000 penont...

Spanyol Kalahkan Prancis di Dallas, Lamine Yamal Cetak Dua Gol

DALLAS — Skor akhir 3-1 untuk Spanyol atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7) dini hari WIB, memastikan La Roja melaju ke partai puncak. AT&T Stadium yang berkapasitas 92.000 penonton menjadi saksi dominasi tim asuhan Luis de la Fuente, yang tampil klinis meski penguasaan bola sempat dikuasai Les Bleus di babak pertama. Lamine Yamal menjadi bintang dengan dua golnya pada menit ke-34 dan 71, sementara Nico Williams menutup pesta lewat gol ketiga di menit ke-85. Satu-satunya gol balasan Prancis dicatat oleh Kylian Mbappé dari titik penalti pada menit ke-52.

Pertandingan ini bukan sekadar adu gengsi dua raksasa Eropa, melainkan juga bentrokan dua filosofi: permainan possession-heavy khas Spanyol melawan transisi cepat dan eksplosivitas Prancis. Statistik akhir menunjukkan Spanyol mencatatkan penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen milik Prancis, namun yang lebih krusial adalah shots on target — Spanyol melepaskan 8 tembakan tepat sasaran dari 15 percobaan, sementara Prancis hanya mencatatkan 3 shots on target dari 11 upaya. Efisiensi menjadi pembeda.

Babak Pertama: Gol Yamal dan VAR yang Menolak Gol Prancis

Menit ke-12, peluang emas pertama lahir dari kaki Eduardo Camavinga. Menerima umpan terobosan Antoine Griezmann, gelandang Real Madrid itu melepaskan tendangan melengkung yang masih bisa ditepis Unai Simón. Bola muntah jatuh ke kaki Ousmane Dembélé, namun sepakannya membentur tiang gawang. Skor masih 0-0, tapi peringatan keras sudah diberikan Prancis.

Spanyol merespons melalui skema build-up rapi dari lini belakang. Rodri dan Pedri secara bergantian mengatur tempo, menunggu celah di antara blok tengah Prancis yang dijaga ketat Aurélien Tchouaméni dan Camavinga. Menit ke-23, Pedri mengirim umpan lambung diagonal ke sayap kanan yang ditempati Lamine Yamal. Pemain 19 tahun itu melakukan cut-inside, melewati Lucas Hernandez, dan melepaskan tendangan kaki kiri. Bola membentur mistar gawang. Mike Maignan sudah mati langkah.

Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-34. Berawal dari serangan balik cepat yang dimotori Nico Williams di sisi kiri, ia mengirim umpan silang mendatar ke kotak penalti. Álvaro Morata melakukan dummy brilian, membiarkan bola mengalir ke Lamine Yamal yang berdiri bebas di tiang jauh. Tanpa kontrol, Yamal melepaskan first-time shot mendatar yang menghujam sudut bawah gawang Maignan. 1-0 untuk Spanyol. Assist dicatatkan untuk Williams.

Prancis hampir menyamakan kedudukan di menit ke-41. Mbappé, yang sepanjang babak pertama dijaga ketat Dani Carvajal dan dukungan double-pivot Rodri, akhirnya mendapat ruang di kotak penalti. Tendangan chip-nya sempat membuat Unai Simón terkecoh, namun bola mengenai jaring bagian atas gawang. Satu menit kemudian, kontroversi terjadi: Griezmann menjebol gawang Spanyol lewat sundulan memanfaatkan bola liar hasil sepak pojok, namun wasit meninjau VAR dan memutuskan gol dianulir karena Ousmane Dembélé berada dalam posisi offside yang menghalangi pandangan Simón. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Penalti Mbappé, Jawaban Cepat Yamal, dan Pukulan Mematikan Williams

Babak kedua baru berjalan tujuh menit, tepatnya menit ke-52, Prancis mendapat penalti. Pelanggaran terjadi saat Aymeric Laporte terlambat menjangkau bola dan malah menginjak kaki Marcus Thuram di dalam kotak terlarang. Tanpa perlu VAR, wasit langsung menunjuk titik putih. Kylian Mbappé maju sebagai algojo dan mengeksekusi dengan tenang: ia mengirim Unai Simón ke arah kiri sementara bola meluncur ke kanan. 1-1. Gol ke-45 Mbappé di Piala Dunia, menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen ini.

Namun euforia Prancis hanya bertahan sembilan belas menit. Menit ke-71, Spanyol kembali memimpin melalui skema yang hampir identik dengan gol pertama. Kali ini perannya terbalik: Yamal yang menusuk dari sayap kanan, melakukan dribel melewati Theo Hernandez, lalu mengirim umpan cutback ke kotak penalti. Williams yang berlari dari second line nyaris menyambar, namun bola malah mengenai bek William Saliba dan berbelok liar. Bola pantul justru jatuh ke kaki Yamal yang melanjutkan pergerakan. Dari sudut sempit, ia melepaskan tendangan keras yang mengoyak jaring gawang Maignan di tiang dekat. 2-1 — brace bagi sang wonderkid Barcelona.

Gol itu mematikan mental Prancis. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Didier Deschamps mulai kehilangan keseimbangan saat Prancis memaksa keluar menyerang. Spanyol memanfaatkan ruang kosong di lini belakang lawan. Menit ke-85, kematian klinis Spanyol terkonfirmasi: serangan balik tiga lawan tiga, Pedri membawa bola ke tengah sebelum menyodorkan ke Williams yang berlari di sayap kiri. Tanpa pengawalan ketat — Jules Koundé sudah terlalu naik — Williams melakukan satu sentuhan untuk mengecoh Maignan yang maju menutup sudut, lalu menceploskan bola ke gawang kosong. 3-1, assist kedua Pedri malam itu.

Analisis Taktik dan Bintang Lapangan

Starting XI Spanyol (4-3-3): Unai Simón; Carvajal, Laporte, Pau Torres, Grimaldo; Rodri, Pedri, Gavi; Yamal, Morata, Williams. De la Fuente mempertahankan pakem yang sama sejak fase grup, mengandalkan fluiditas trio penyerang muda. Sementara Prancis (4-3-3): Maignan; Koundé, Saliba, Konaté, Lucas Hernandez; Tchouaméni, Camavinga, Griezmann; Dembélé, Thuram, Mbappé. Deschamps mengejutkan dengan menempatkan Mbappé di posisi false nine memanfaatkan kecepatan di lini depan.

Namun perbedaan paling signifikan adalah di lini tengah. Duet Pedri dan Rodri berhasil menetralkan transisi Prancis yang biasanya mematikan. Rodri mencatatkan 12 recoveries dan 94 persen akurasi operan (87 dari 93 operan sukses), menjadikannya tembok tak tertembus di depan lini pertahanan. Sementara Pedri, dengan dua assist dan empat key passes, adalah arsitek serangan sejati. Di kubu seberang, Camavinga dan Tchouaméni tampil tidak cukup agresif; mereka kalah dalam duel-duel bola kedua yang memungkinkan Spanyol membangun serangan gelombang kedua.

Lamine Yamal dinobatkan sebagai Man of the Match. Dua gol, empat dribel sukses, dan satu kali membentur mistar gawang — performa yang mengonfirmasi statusnya sebagai pemain muda paling berpengaruh di turnamen. Ia kini mengoleksi 6 gol dan 4 assist di Piala Dunia 2026, memimpin daftar top skor sementara.

"Kami tahu pertandingan ini akan berjalan gila di 20 menit pertama. Prancis punya kekuatan fisik dan kecepatan. Tapi kami tetap disiplin, memainkan bola-bola sederhana, dan menunggu momen mereka lengah. Lamine luar biasa, begitu juga Nico dan Pedri. Tapi kredit terbesar untuk seluruh tim yang menjalankan rencana dengan sempurna," ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga.

Sementara itu, Didier Deschamps mengakui keunggulan lawan:

"Spanyol lebih efisien malam ini. Kami menciptakan peluang di babak pertama tapi tidak bisa mengonversinya. Gol anulir dan penalti sempat memberi harapan, tapi setelah gol kedua mereka, kami kehilangan struktur. Selamat untuk Spanyol, mereka layak melaju."

Spanyol kini menunggu pemenang antara Argentina dan Brasil di final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli mendatang. Sementara Prancis akan bertanding di laga perebutan tempat ketiga pada 18 Juli. Apapun hasil akhir turnamen, laga di Dallas ini akan dikenang sebagai malam di mana generasi emas baru Spanyol mengukuhkan dominasi mereka — dan AT&T Stadium membuktikan diri sebagai panggung premium untuk sepak bola kelas dunia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User