Ekitike Cetak Gol Penentu, Liverpool Kalahkan Brighton 2-0 di Anfield
LIVERPOOL – Liverpool sukses mengamankan tiga poin penuh setelah menundukkan Brighton and Hove Albion dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Sabtu (13/12/2025). Hugo Ekitike menjadi...
LIVERPOOL – Liverpool sukses mengamankan tiga poin penuh setelah menundukkan Brighton and Hove Albion dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Sabtu (13/12/2025). Hugo Ekitike menjadi bintang kemenangan The Reds lewat gol keduanya yang memastikan kemenangan, sekaligus menegaskan ketajamannya di lini depan. Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dengan dominasi tuan rumah yang nyaris absolut, tercermin dari penguasaan bola mencapai 64 persen dan total 8 tembakan tepat sasaran dari 17 percobaan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Liverpool yang tampil dengan formasi 4-3-3 langsung mengambil inisiatif serangan. Trio penyerang Mohamed Salah, Darwin Núñez, dan Hugo Ekitike terus menekan lini pertahanan Brighton yang dikawal Lewis Dunk. Namun, kiper Brighton, Bart Verbruggen, tampil gemilang di babak pertama dengan melakukan tiga penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan jarak dekat Salah pada menit ke-19. Skor kacamata menutup paruh pertama meski Liverpool mencatatkan 5 tembakan tepat sasaran dan Brighton nihil.
Babak Pertama: Tekanan Tanpa Hasil
Dominasi Liverpool di babak pertama sangat kentara. Sepanjang 45 menit awal, mereka mencatatkan 412 umpan sukses dengan akurasi 89 persen, sementara Brighton hanya 198. Pemain sayap kiri, Luis Díaz, kerap merepotkan bek kanan Brighton, Tariq Lamptey, lewat dribel eksplosifnya. Statistik menunjukkan Díaz mencatatkan 4 dribel sukses dari 5 percobaan dan menciptakan 2 peluang kunci. Namun, finishing yang kurang tajam dan kokohnya Verbruggen membuat gawang Brighton tetap perawan.
Brighton sendiri menerapkan blok rendah dengan formasi 4-4-2. Strategi ini cukup efektif meredam pergerakan Salah yang dipasang di sisi kanan, dengan double cover dari Pervis Estupiñán. Satu-satunya peluang Brighton tercipta lewat serangan balik Evan Ferguson pada menit ke-34, tetapi tendangannya masih melebar dari sasaran. Pelatih Liverpool, Arne Slot, terlihat beberapa kali memberikan instruksi dari pinggir lapangan untuk mempercepat transisi serangan, mengingat pressing tinggi yang dilakukan tim lawan belum sepenuhnya membuahkan hasil.
Babak Kedua: Ekitike dan Debutan Bawa Harapan
Masuk babak kedua, Liverpool meningkatkan intensitas. Gol pembuka lahir pada menit ke-58 melalui titik penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah handball Joel Veltman di dalam kotak penalti yang diperiksa melalui VAR selama dua menit. Mohamed Salah yang maju sebagai eksekutor dengan dingin menaklukkan Verbruggen, 1-0. Ini menjadi gol ke-12 Salah musim ini.
Setelah gol, Brighton keluar dari cangkang pertahanannya untuk mencari gol penyama. Kiper Liverpool, Alisson Becker, melakukan penyelamatan penting pada menit ke-62 saat meninju sundulan Adam Webster hasil dari tendangan sudut. Momentum benar-benar berbalik menjadi milik tuan rumah saat Arne Slot memasukkan pemain muda debutan, Ben Doak, menggantikan Núñez pada menit ke-65. Masuknya Doak menambah energi baru di lini serang.
Gol kemenangan yang ditunggu datang tujuh menit kemudian, tepatnya menit ke-72. Berawal dari umpan terobosan Trent Alexander-Arnold dari lini tengah, Ekitike melakukan pergerakan diagonal tanpa bola yang cerdik untuk melepaskan diri dari kawalan Dunk. Lewat kontrol sempurna, ia melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh yang gagal dijangkau Verbruggen. Skor menjadi 2-0 dan Anfield bergemuruh. Gol ini menjadi gol keenam Ekitike di liga musim ini, sekaligus assist ke-9 Alexander-Arnold.
Analisis Taktikal dan Statistik Kunci
Kunci kemenangan Liverpool terletak pada kemampuan mereka mendikte ritme permainan. Dengan total 19 percobaan tembakan (8 on target) berbanding 6 tembakan Brighton (1 on target), The Reds jelas lebih mengancam. Rotasi pemain yang dilakukan Slot juga berjalan mulus; masuknya Doak di sisi kanan memberi variasi serangan yang membuat lini pertahanan Brighton kesulitan menyesuaikan diri. Sementara itu, Ekitike menunjukkan naluri pencetak gol yang semakin tajam. Penyerang asal Prancis itu mencatatkan 4 tembakan sepanjang laga, dengan 2 tepat sasaran, dan menang dalam 3 dari 5 duel udara.
Dari sisi Brighton, permainan disiplin mereka di babak pertama patut diacungi jempol, namun kebobolan penalti meruntuhkan mental. Kegagalan mereka memanfaatkan peluang serangan balik menjadi catatan besar. Hingga menit ke-70, mereka hanya mencatatkan expected goals (xG) sebesar 0,31, berbanding 2,14 milik Liverpool. Kartu kuning yang diterima Veltman akibat pelanggaran menjelang gol kedua juga menunjukkan frustasi pemain belakang Brighton.
“Kami memulai dengan sedikit gugup, tetapi setelah penalti, para pemain menunjukkan karakter. Ekitike luar biasa, pergerakannya tanpa bola sangat sulit dibaca bek lawan. Ini kemenangan penting sebelum jeda Natal,” ujar Arne Slot setelah pertandingan.
Kemenangan ini membawa Liverpool tetap kokoh di papan atas klasemen, sementara Brighton harus menerima kekalahan keempat mereka musim ini. Dengan performa seperti ini, Anfield kembali menjelma menjadi benteng yang sulit ditaklukkan.
Baca juga:
Comments (0)