Son Heung-min Berpamitan dengan Gol, Spurs Bungkam Bournemouth 3-1
Skor akhir 3-1 menutup laga pekan ke-20 Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Bournemouth di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (31/12) malam waktu setempat. Son Heung-min menjadi bintang perpisaha...
Skor akhir 3-1 menutup laga pekan ke-20 Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Bournemouth di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (31/12) malam waktu setempat. Son Heung-min menjadi bintang perpisahan sebelum bergabung dengan timnas Korea Selatan untuk Piala Asia 2023, menyumbang satu gol yang memastikan dominasi Spurs atas Bournemouth sekaligus menjaga asa empat besar. Kemenangan ini adalah kado tahun baru yang mantap bagi pendukung The Lilywhites.
Babak Pertama: Penguasaan Mutlak Spurs
Starting XI asuhan Ange Postecoglou kembali mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Son di sisi kiri penyerangan, Richarlison sebagai ujung tombak, dan Dejan Kulusevski menusuk dari kanan. Sejak peluit awal, Spurs langsung mendikte tempo. Penguasaan bola mencapai 62 persen pada 45 menit pertama dengan total 11 tembakan, 6 di antaranya tepat sasaran. Bournemouth yang tampil tanpa Dominic Solanke harus sabar menunggu peluang lewat skema serangan balik.
Menit ke-12, Richarlison memecah kebuntuan. Berawal dari umpan silang Destiny Udogie yang gagal dihalau bek Bournemouth, bola rebound jatuh tepat di kaki Richarlison. Tanpa ampun, ia melepaskan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti yang menggetarkan jala Neto. Spurs unggul 1-0. Bournemouth sempat mengancam lewat Marcus Tavernier di menit ke-23, tetapi sontekannya masih melebar tipis dari tiang jauh.
Memasuki menit ke-35, Son Heung-min menggandakan keunggulan. Umpan terobosan brilian Giovani Lo Celso memanfaatkan ruang di belakang bek kanan Bournemouth, Max Aarons. Son dengan khas menusuk dari sisi kiri, mengecoh satu bek, lalu melepaskan sepakan melengkung kaki kanan yang bersarang di pojok kanan atas gawang. Neto hanya terpaku. Gol ke-12 Son di Liga Inggris musim ini disambut sorak riuh stadion. Babak pertama ditutup 2-0.
Babak Kedua: Reaksi Bournemouth dan Gol Hiburan
Usai jeda, Bournemouth meningkatkan intensitas. Formasi 4-3-3 dirombak menjadi 4-2-3-1, memasukkan Philip Billing untuk menambah kreativitas. Statistik berbicara: pada babak kedua, Bournemouth mencatatkan 53 persen penguasaan bola dan menciptakan 5 peluang dari permainan terbuka. Tekanan mulai terasa di lini belakang Spurs, namun ketenangan Cristian Romero dan Micky van de Ven mampu meredamnya.
Spurs tetap berbahaya lewat serangan balik cepat. Menit ke-68, Dejan Kulusevski membayar kepercayaan Postecoglou dengan gol ketiga. Aksi individu serba bisa pemain Swedia itu dimulai dari tengah lapangan, melewati dua pemain Bournemouth, lalu menuntaskannya dengan sepakan mendatar akurat ke sudut kiri bawah. Shots on target total Spurs mencapai 8 dari 18 percobaan, menunjukkan efisiensi tinggi di depan gawang.
Bournemouth tidak menyerah. Menit ke-75, Alex Scott yang baru masuk di babak kedua memberi sedikit harapan. Menerima umpan tarik Ryan Christie di dalam kotak penalti, gelandang muda Inggris itu menyontek bola dengan cermat ke pojok kanan bawah, menaklukkan Guglielmo Vicario. Selebrasi penuh emosi Scott – seperti yang terekam dalam foto ikonik malam itu – menjadi satu-satunya momen perayaan tim tamu. Gol tersebut merupakan gol pertama Scott di Premier League, sebuah catatan personal di tengah kekalahan. Skor berubah 3-1 dan bertahan hingga peluit panjang.
Analisis Statistik dan Bintang Lapangan
Secara keseluruhan, Tottenham mencatatkan penguasaan bola 58 persen (berbanding 42 persen), dengan 18 tembakan (8 on target) berbanding 9 (3 on target). Umpan sukses Spurs mencapai 84 persen, sementara Bournemouth 79 persen. Pelanggaran relatif bersih: hanya satu kartu kuning untuk Milos Kerkez (Bournemouth, menit ke-44) dan satu untuk Pape Matar Sarr (Spurs, menit ke-79). Tidak ada kontroversi VAR signifikan – seorang asisten wasit mengangkat bendera offside pada dua percobaan Bournemouth yang memang tipis.
Son Heung-min layak didapuk sebagai Man of the Match dengan satu gol, dua tembakan tepat sasaran, dan akurasi operan 87 persen. Kepergiaannya ke Piala Asia meninggalkan lubang besar di lini depan Spurs, namun malam ini ia memastikan tiga poin dan momentum positif. Richarlison juga impresif dengan kontribusi satu gol dan dua dribel sukses; ia kini telah mencetak empat gol dalam tiga laga terakhir di liga.
“Son adalah pemimpin alami. Golnya malam ini menunjukkan betapa berharganya dia bagi tim. Kami akan merindukannya, tapi ini juga kesempatan bagi pemain lain untuk melangkah. Mengenai performa tim, saya sangat puas — kami bermain sabar dan klinis,” ujar Postecoglou dalam konferensi pers pasca-laga.
Dari kubu lawan, Alex Scott menjadi catatan tersendiri. Di usianya yang baru 20 tahun, debut gol di Liga Inggris menjadi pelipur lara meski timnya terus terperosok di papan bawah. Pelatih Andoni Iraola mengakui bahwa timnya harus segera memperbaiki lini pertahanan yang sudah kebobolan 41 gol musim ini — tertinggi ketiga di liga.
Kemenangan ini mengokohkan posisi Spurs di lima besar, hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions. Sementara Bournemouth tertahan di peringkat 14 dan semakin dekat dengan ancaman degradasi. Clean sheet yang kembali gagal diraih Spurs (terakhir kali saat melawan Fulham Oktober lalu) tetap menjadi pekerjaan rumah, namun momen Son yang berpamitan dengan gol perpisahan akan menjadi kenangan manis di awal tahun 2024.
Comments (0)