Skor Akhir PSV 3-1 Fortuna Sittard: Romeny-Hubner Tumbang di Eindhoven
Skor akhir 3-1 untuk tuan rumah PSV Eindhoven menjadi penutup manis bagi pekan ketujuh Eredivisie saat Fortuna Sittard datang bertandang ke Philips Stadion, Minggu (9/10/2026). Meski menurunkan dua pe...
Skor akhir 3-1 untuk tuan rumah PSV Eindhoven menjadi penutup manis bagi pekan ketujuh Eredivisie saat Fortuna Sittard datang bertandang ke Philips Stadion, Minggu (9/10/2026). Meski menurunkan dua pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Justin Hubner, dalam starting XI, pasukan asal Limburg tak mampu menahan amukan skuad Peter Bosz yang menguasai tempo permainan sejak wasit meniup peluit pertama. Penguasaan bola mencapai 64% untuk PSV versus 36% milik Fortuna, dengan shots on target 8 berbanding 3, mencerminkan dominasi tuan rumah yang nyaris tanpa celah di sepanjang 90 menit.
Babak Pertama: Tekanan Bertubi-tubi dan VAR yang Menolak Gol
Menit ke-12, PSV membuka keran gol melalui arial duel yang dimenangkan Luuk de Jong. Umpan silang dari Johan Bakayoko dari sisi kanan bertemu kepala sang striker, membobol gawang Fortuna yang dikawal Ivor Pandur. Hubner, yang berposisi sebagai bek tengah dalam formasi 4-2-3-1, terlambat melakukan cutting lane sehingga De Jong bebas menyundul tanpa kawalan ketat. Tuan rumah tak puas dengan satu gol. Menit ke-24, mereka kembali membuat gemuruh stadion saat Joey Veerman melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti. Namun, setelah dicek VAR, wasit menandai posisi offside sang pemain saat menerima umpan terobosan. Gol dianulir, meski replay menunjukkan offside margin tipis. Fortuna sempat mencoba bangkit lewat transisi cepat. Menit ke-34, malapetaka datang lagi. Guus Til mengeksploitasi ruang di antara bek sayap dan bek tengah Fortuna, lalu melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut bawah gawang. Skor berubah 2-0, memaksa pelatih Fortuna menarik satu gelandang bertahan lebih dalam untuk melindungi lini belakang yang mulai rapuh.
Aksi Romeny dan Hubner: Di Ujung Tombak dan Jantung Pertahanan
Di tengah tekanan luar biasa, Justin Hubner menunjukkan ketenangan di lini belakang. Bek berusia 21 tahun itu tercatat membuat tujuh clearances dan dua blok penting sebelum jeda. Namun, di menit ke-41, Hubner mendapatkan kartu kuning setelah melakukan tactical foul untuk menghentikan serangan balik Bakayoko yang lolos dari jebakan offside. Di sisi lain, Ole Romeny beroperasi sebagai sayap kiri dalam skema 4-2-3-1. Meski minim sentuhan di babak pertama dengan hanya 18 kali kontak bola, Romeny terus mencari celah di belakang bek kanan PSV. Sayangnya, support dari full-back kiri Fortuna seringkali terlambat, membuat Romeny terisolasi dalam beberapa situasi satu lawan satu. PSV sendiri memainkan formasi 4-3-3 yang fleksibel, dengan full-back mereka naik tinggi untuk menekan wing-back Fortuna. Strategi ini berhasil membatasi ruang gerak Romeny yang harus turun lebih dalam untuk membantu pertahanan.
Babak Kedua: Gol Hiburan dan Amukan Tuan Rumah
Masuk ke babak kedua, Fortuna Sittard tak menyerah begitu saja. Menit ke-56, sebuah serangan balik terstruktur berhasil memperkecil kedudukan. Romeny menerima umpan terobosan dari gelandang bertahan, melakukan cut inside dari sisi kiri, dan melepaskan tembakan rendah yang menembus celah kaki kiper Walter Benitez. Skor menjadi 2-1, memberikan secercah harapan bagi para pengunjung yang hadir. Romeny merayakan gol dengan penuh emosi, menunjukkan insting predator yang selama ini diasahnya di level internasional bersama Timnas Indonesia. Namun, kegembiraan tak bertahan lama. Menit ke-62, Hubner kembali terlibat dalam momen krusial saat ia melakukan body check terhadap Noa Lang di area tengah. Wasit memberikan kartu kuning kedua untuknya? Tidak, wasit cukup memberikan peringatan lisan, meski pemain PSV protes keras. Menit ke-78, PSV akhirnya memastikan kemenangan. Substitute yang masuk di babak kedua, Ricardo Pepi, memanfaatkan rebound dari tendangan Til yang masih bisa dihalau Pandur. Pepi tinggal menyontek bola ke gawang kosong, menutup peluang comeback Fortuna. Tidak ada hat-trick yang tercipta dalam laga ini, dan clean sheet pun sirna bagi Benitez karena gol Romeny.
"Kami tahu PSV punya kualitas luar biasa di setiap lini. Justin dan Ole bekerja keras, tapi celah di antara blok pertahanan kami terlalu lebar saat transisi. Skor akhir 3-1 mencerminkan realitas di lapangan, meski saya bangga anak-anak tetap berjuang hingga menit akhir," ujar pelatih Fortuna Sittard.
Dari sisi taktis, PSV mencatatkan 14 shots dengan 8 di antaranya on target, sementara Fortuna hanya mampu melepaskan 5 tembakan dengan 3 yang mengarah ke gawang. Rasio penguasaan bola 64%-36% juga menunjukkan bagaimana tuan rumah mengontrol irama pertandingan melalui sirkulasi bola cepat di tiga lini. Hubner menyelesaikan laga dengan 4 tackle sukses dan 9 duels won, meski catatan kartu kuning dan kebobolan tiga gol menjadi catatan yang harus dievaluasi. Sementara Romeny, selain mencetak gol, juga memberikan 2 key passes dan 3 successful dribbles. Laga ini menjadi pembelajaran berharga bagi dua penggawa Timnas Indonesia tersebut sebelum kembali memperkuat skuad Garuda di jeda internasional mendatang.
Comments (0)