Putri KW Menang Dramatis, Lolos ke Perempat Final Kejuaraan Dunia 2026

Menit ke-68 dari laga yang berlangsung 71 menit, dengan skor 20-19 untuk Wakana Hirose, Putri Kusuma Wardani memilih tidak menunggu lawan berbuat salah. Ia melompat, menyambar shuttlecock, dan melepas...

Putri KW Menang Dramatis, Lolos ke Perempat Final Kejuaraan Dunia 2026

Menit ke-68 dari laga yang berlangsung 71 menit, dengan skor 20-19 untuk Wakana Hirose, Putri Kusuma Wardani memilih tidak menunggu lawan berbuat salah. Ia melompat, menyambar shuttlecock, dan melepaskan smash lintas lapangan yang jatuh tepat di garis belakang. GOR bergemuruh. Skor akhir: 21-17, 16-21, 22-20. Kemenangan dramatis itu mengantar tunggal putri Indonesia ke babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.

Duel yang berlangsung 71 menit itu bukan sekadar drama angka. Dari catatan statistik, pertarungan ini menampilkan 98 rally, rally terpanjang 47 pukulan, dan 32 smash on target dari 41 percobaan total kedua pemain. Putri tampil lebih agresif, sementara Hirose, unggulan keenam asal Jepang, mengandalkan pertahanan sabar dengan lob-lob tinggi. Dua pendekatan berbeda, satu kemenangan untuk Indonesia.

Gim Pertama: Penguasaan Shuttlecock di Tangan Putri

Gim pertama berjalan dengan pola yang jelas. Putri mengambil alih penguasaan shuttlecock sejak menit-menit awal, mencatat 58 persen penguasaan lapangan dan menutup gim dengan 21-17. Yang menarik bukan hanya angkanya, melainkan caranya: ia terus memaksa lawan bergerak diagonal lewat kombinasi dropshot dan netting halus. Dari sembilan smash on target pada gim ini, tujuh berbuah poin langsung. Hirose sempat mengejar dari 14-8 menjadi 14-16, tetapi tiga poin beruntun Putri — semacam hat-trick poin — memutus perlawanan lawan sebelum gim ditutup smash keras ke sudut lapangan.

Gim Kedua: Hirose Balas dengan Formasi Bertahan

Jika gim pertama milik agresi, gim kedua milik kesabaran. Hirose mengubah formasi bertahannya: memperlambat tempo, memperbanyak lob tinggi, dan memaksa Putri memukul dari posisi sulit. Strategi itu bekerja sempurna. Penguasaan shuttlecock berbalik 55 persen untuk Jepang, sementara Putri mencatat 12 unforced errors berbanding 7. Skor 16-21 membuat laga kembali seimbang. Di sinilah peran pelatih di bangku pinggir terlihat. "Jangan menyerang setiap bola, pilih momennya," teriaknya dari kursi. Di bulutangkis memang tidak ada assist seperti di sepak bola, tetapi arahan dari pinggir lapangan itu layak disebut assist terbesar Putri di gim penentu.

Gim Penentu: Hawk-Eye, Kartu Kuning, dan Nyali di Titik Kritis

Gim ketiga menjadi kelas ketahanan mental. Putri sempat unggul 11-8 saat interval, sebelum Hirose membalikkan keadaan menjadi 18-15. Lalu datang momen yang mengubah segalanya. Saat kedudukan 18-18, Putri mengajukan tantangan Hawk-Eye, teknologi pemantau garis yang kerap disebut VAR-nya bulutangkis, dan menang. Dua menit berselang, ia memenangi tantangan kedua. Dua keputusan penting jatuh ke tangannya. Ketegangan memuncak ketika Hirose menerima kartu kuning dari wasit karena menunda servis, insiden yang membuat konsentrasinya goyah. 19-19, lalu 20-19 untuk Hirose. Dua match point diselamatkan Putri, dua-duanya dengan smash keras. 20-20, 21-20, 22-20. Lima poin beruntun dari ambang kekalahan. Itu bukan sekadar statistik, melainkan keberanian.

Kata Pelatih: Soal Timing, Bukan Hanya Kekuatan

"Putri bermain seperti pemain yang membaca offside — tahu kapan harus maju dan kapan menahan diri. Di poin-poin kritis dia tidak panik, justru makin tenang. Itu yang kami bangun selama ini," ujar pelatih kepala tim.

"Clean sheet" versi bulutangkis sebenarnya sudah ia catat lebih dulu: dua laga awal dituntaskan dua gim langsung, tanpa kehilangan satu gim pun. Melawan Hirose, pertahanan itu diuji habis-habisan dan tetap berdiri. Jika di sepak bola ada starting XI sebagai komposisi awal, di bulutangkis senjata utamanya adalah variasi: servis, netting, dan smash. Malam ini Putri membuktikan ketiganya bekerja, terutama ketika tekanan paling besar.

Modal Statistik Menuju Perempat Final

Catatan 71 menit tadi menjadi bahan evaluasi penting. Data menunjukkan persentase kemenangan poin Putri naik dari 51 persen di gim kedua menjadi 58 persen di gim ketiga, buah dari keputusan menyerang lebih awal pada rally. Ia juga memenangkan dua tantangan Hawk-Eye dari dua kesempatan, sesuatu yang jarang terjadi. Di perempat final, tantangan yang menunggu berbeda: lawan akan datang dengan modal istirahat lebih panjang dan rekor pertemuan yang belum tentu berpihak. Namun, dengan 32 smash on target, penguasaan shuttlecock yang stabil, dan mental yang baru saja lolos dari dua match point, Putri KW datang ke babak delapan besar bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai penantang serius. Satu hal yang pasti: siapa pun lawannya, ia harus siap menghadapi tunggal putri Indonesia yang malam ini bermain tanpa rasa takut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User