PSIM Yogyakarta Hajar Persekabpas 3-1 di Mandala Krida
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta atas wakil Liga Nusantara, Persekabpas Pasuruan, dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Selasa (18/8/2026) sore WIB. Laga yang berjalan dengan te...
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta atas wakil Liga Nusantara, Persekabpas Pasuruan, dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Selasa (18/8/2026) sore WIB. Laga yang berjalan dengan tempo tinggi ini menjadi panggung bagi lini serang Laskar Mataram untuk menunjukkan ketajamannya menjelang kompetisi resmi.
Menit ke-12, PSIM membuka keunggulan. Umpan terobosan dari gelandang bertahan dilepaskan ke sisi kanan, disambut crossing satu sentuhan yang menuntaskan pergerakan sayap. Bola bersarang di pojok kiri bawah gawang Persekabpas. Gol ini lahir dari pola serangan yang jelas: build-up dari belakang, rotasi posisi di lini tengah, dan penyelesaian akhir yang tenang.
Laga sore itu menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Ribuan suporter PSIM memadati tribun Stadion Mandala Krida sejak satu jam sebelum kick-off, dan mereka disuguhi permainan menyerang sejak menit awal. Pelatih PSIM menurunkan starting XI terkuatnya, memadukan pemain senior dengan beberapa wajah baru yang tengah diuji coba.
Babak Pertama: Dominasi Penuh Laskar Mataram
Sejak peluit awal, PSIM tampil dengan formasi 4-3-3 yang menekan tinggi, sementara Persekabpas memilih formasi 5-4-1 yang lebih bertahan untuk meminimalkan ruang di lini kedua. Strategi itu sempat efektif selama sepuluh menit pertama, tetapi tekanan beruntun dari lini sayap PSIM mulai membongkar pertahanan berlapis tim tamu.
Gol kedua datang pada menit ke-28. Berawal dari sepak pojok, sundulan bek PSIM membentur tiang, namun bola rebound langsung disambar dengan kaki kiri oleh gelandang serangnya. Assist dicatat untuk eksekutor sepak pojok yang melepaskan umpan dengan akurasi tinggi. Skor berubah menjadi 2-0, dan Stadion Mandala Krida bergemuruh.
Menit ke-41, tuan rumah menambah pundi-pundi gol lewat skema serangan balik kilat. Umpan satu-dua di area penalti mengecoh dua bek tengah Persekabpas, dan striker PSIM menuntaskannya dengan tembakan first-time ke sudut atas gawang. Babak pertama ditutup dengan skor 3-0 — sekaligus clean sheet bagi kiper PSIM. Penguasaan bola di 45 menit pertama tercatat 61 persen berbanding 39 persen, dengan lima shots on target dari delapan percobaan.
Babak Kedua: Perlawanan Persekabpas dan Rotasi Pemain
Memasuki babak kedua, pelatih PSIM melakukan rotasi besar-besaran dengan memasukkan lima pemain pengganti, sehingga intensitas permainan sedikit menurun — hal yang wajar untuk laga uji coba. Persekabpas memanfaatkan kelonggaran itu. Menit ke-58, lewat serangan dari sisi kiri, winger Persekabpas melepaskan crossing rendah yang disambut tandukan penyerangnya. Skor berubah menjadi 3-1.
Gol balasan itu membuat Persekabpas bermain lebih percaya diri. Menit ke-67, mereka nyaris memperkecil kedudukan lewat tendangan bebas dari jarak 25 meter, namun kiper pengganti PSIM melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke tiang. Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Persekabpas pada menit ke-74 menyusul pelanggaran keras di lini tengah. Sementara itu, satu gol PSIM di menit ke-83 dianulir setelah asisten wasit mengangkat bendera offside — keputusan yang kemudian diverifikasi melalui VAR dan tetap berlaku.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor akhir 3-1 bertahan. Statistik akhir laga mencatat penguasaan bola PSIM 58 persen berbanding 42 persen, shots on target 7 berbanding 3, serta jumlah pelanggaran yang cukup seimbang di kedua tim.
Catatan Taktis dan Kutipan Pelatih
Dari sisi taktis, kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad PSIM. Starting XI pertama tampil dominan dengan pressing tinggi dan transisi cepat, sementara para pemain pengganti mampu menjaga ritme meski tidak seagresif di babak pertama. Persekabpas, meski kalah, layak mendapat apresiasi karena tidak menyerah dan berhasil mencetak gol balasan melalui serangan sayap yang terorganisir.
"Kami puas dengan hasil ini, tetapi masih banyak pekerjaan rumah. Di babak kedua kami kehilangan intensitas dan itu jadi catatan penting. Evaluasi akan kami lakukan sebelum kompetisi resmi dimulai," ujar pelatih PSIM Yogyakarta usai pertandingan.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi PSIM Yogyakarta yang tengah mematangkan skuad. Di sisi lain, Persekabpas Pasuruan membawa pulang pelajaran berharga: bermain melawan tim dengan kualitas di atasnya menuntut disiplin posisi dan keberanian saat keluar dari tekanan. Laga uji coba yang tampak sederhana ini, pada akhirnya, menjadi barometer bagi kedua tim sebelum melangkah ke panggung yang lebih serius.
Comments (0)