Presiden FIFA Ucapkan Selamat, Erick Thohir Resmi Jabat Menpora

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan ucapan selamat kepada Erick Thohir yang resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Sen...

Presiden FIFA Ucapkan Selamat, Erick Thohir Resmi Jabat Menpora

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan ucapan selamat kepada Erick Thohir yang resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin pagi. Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan ganda Erick yang juga masih menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

Dalam seremoni yang berlangsung khidmat, Erick Thohir mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo dan tamu undangan. Ia didaulat untuk memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga periode 2024–2029, menggantikan pendahulunya. Momen tersebut langsung menuai reaksi dari dunia internasional, terutama dari federasi sepak bola dunia yang melihat sosok Erick sebagai mitra strategis dalam pengembangan olahraga global.

Ucapan Resmi dari Zurich

Beberapa jam setelah pelantikan, Gianni Infantino melalui kanal resmi FIFA mengirimkan pesan hangat. “Atas nama FIFA dan komunitas sepak bola internasional, saya ingin mengucapkan selamat yang tulus kepada Erick Thohir atas pengangkatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kami yakin bahwa pengalaman, visi, dan dedikasinya akan membawa kemajuan besar bagi olahraga Indonesia,” tulis Infantino. Ia menambahkan, FIFA siap terus mendukung program transformasi sepak bola di Tanah Air yang telah digagas sejak Erick memimpin PSSI.

Infantino bukan kali ini saja menunjukkan kedekatannya dengan Indonesia. Sejak Erick Thohir terpilih sebagai Ketum PSSI pada 2023, hubungan Indonesia-FIFA kian erat. FIFA bahkan membuka kantor perwakilan Asia Tenggara di Jakarta pada awal 2025, sebuah langkah yang menegaskan komitmen federasi global terhadap perkembangan sepak bola Indonesia pasca-Tragedi Kanjuruhan.

Dwi Fungsi Strategis

Penunjukan Erick Thohir sebagai Menpora sekaligus tetap mempertahankan posisinya di PSSI memunculkan dinamika baru. Secara regulasi, tidak ada larangan rangkap jabatan antara menteri dan ketua federasi olahraga, namun beberapa pihak menyoroti potensi konflik kepentingan, terutama dalam alokasi anggaran Kemenpora ke cabang olahraga lain. Erick menanggapi hal ini dengan menegaskan bahwa ia akan profesional dan mengutamakan prinsip tata kelola yang baik. “Saya akan memastikan bahwa setiap kebijakan di Kemenpora berjalan transparan dan mengakomodasi seluruh cabang olahraga tanpa terkecuali,” ujarnya usai pelantikan.

Di bawah kepemimpinan Erick, PSSI mencatat sejumlah capaian signifikan. Tim nasional senior Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2024, sebuah prestasi yang diakui FIFA sebagai salah satu kejutan turnamen. Peringkat FIFA Indonesia juga melesat dari posisi 150 ke 130 dalam waktu dua tahun. Di level yunior, Timnas U-23 berhasil menembus perempat final Piala Asia U-23 2024 dan nyaris merebut tiket Olimpiade. Sementara itu, keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023—meski tanpa kehadiran Erick sebagai Ketum saat itu—menjadi fondasi kepercayaan FIFA terhadap kapasitas penyelenggaraan event besar di Indonesia.

Infrastruktur dan Pembinaan Usia Muda

Salah satu program prioritas Erick di PSSI yang akan diintegrasikan ke Kemenpora adalah perluasan pusat pelatihan daerah (regional training center). Saat ini sudah ada 10 pusat pelatihan yang tersebar dari Aceh hingga Papua, hasil sinergi dengan FIFA Forward Programme dan pemerintah daerah. Program ini menargetkan 22 pusat pelatihan pada akhir 2026, yang tidak hanya untuk sepak bola tetapi juga akan dibuka untuk cabang atletik, bulu tangkis, dan voli. Dengan posisinya sebagai menteri, Erick memiliki kewenangan lebih untuk mengalokasikan sumber daya negara bagi proyek multi-cabang tersebut.

Selain infrastruktur, pembinaan usia muda menjadi sorotan. FIFA melalui program Football for Schools telah menjangkau 2.000 sekolah di Indonesia. Erick berencana memperluas cakupan menjadi 10.000 sekolah dalam tiga tahun dengan menggandeng Kementerian Pendidikan. “Olahraga harus menjadi gaya hidup sejak dini. Kita tidak hanya mencetak atlet, tapi juga generasi yang sehat dan berkarakter,” ujarnya dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Dukungan dari Pemangku Kepentingan Olahraga

Ucapan selamat tidak hanya datang dari FIFA. Komite Olimpiade Internasional (IOC) melalui Presidennya, Thomas Bach, juga menyampaikan apresiasi. Bach menyoroti pengalaman Erick sebagai pemilik klub Inter Milan dan DC United yang dinilai memahami ekosistem olahraga profesional. Di dalam negeri, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyambut baik pelantikan ini, berharap anggaran olahraga yang selama ini sering menjadi polemik bisa lebih terjamin di bawah kepemimpinan seorang praktisi.

Namun, tantangan menanti. Indonesia akan menghadapi SEA Games 2025 di Thailand dan Pekan Olahraga Nasional 2024 di Aceh-Sumut. Persiapan kedua ajang ini harus segera dipastikan di tengah masa transisi kabinet. Erick menyatakan akan langsung melakukan rapat koordinasi dengan seluruh cabang olahraga untuk membahas target dan kebutuhan anggaran.

Dengan dukungan dari FIFA dan pengalaman panjang di level klub maupun federasi, Erick Thohir diharapkan mampu menjembatani kepentingan sepak bola dan cabang olahraga lainnya. Pelantikannya sebagai Menpora menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mengintegrasikan strategi pembangunan olahraga yang lebih modern, berbasis data, dan berorientasi prestasi internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User