Prancis dan Inggris Ogah Rebut Peringkat Tiga

Skor akhir 1-1 setelah 120 menit, Prancis mengamankan posisi ketiga Piala Dunia 2026 melalui adu penalti 4-2 di Lusail Stadium. Namun, jangan bayangkan pertandingan sengit layaknya final. Justru, pela...

Prancis dan Inggris Ogah Rebut Peringkat Tiga

Skor akhir 1-1 setelah 120 menit, Prancis mengamankan posisi ketiga Piala Dunia 2026 melalui adu penalti 4-2 di Lusail Stadium. Namun, jangan bayangkan pertandingan sengit layaknya final. Justru, pelatih Didier Deschamps dengan jujur mengakui: kedua tim tampil ogah-ogahan, seolah enggan merebut podium perunggu.

Babak Pertama: Kebuntuan Taktik

Menit ke-10, Inggris mencoba tekanan awal lewat sayap kanan. Namun, formasi 4-3-3 milik Gareth Southgate terbaca rapat oleh lini belakang Prancis yang bermain dengan tiga bek tengah. Penguasaan bola babak pertama: Inggris 52%, Prancis 48%. Namun, shots on target? Nihil. Kedua tim lebih banyak melakukan operan horizontal di tengah lapangan. VAR sempat memeriksa insiden handsball Olivier Giroud di menit ke-34, tapi tak ada penalti. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Dua Gol Kilat, Lalu Lesu Lagi

Babak kedua dimulai dengan tempo sedikit meningkat. Menit ke-61, Antoine Griezmann melepaskan tendangan voli dari luar kotak, tapi masih melambung. Baru pada menit ke-78, Inggris memecah kebuntuan. Umpan silang Bukayo Saka disambut sundulan Harry Kane yang tak mampu dihalau Mike Maignan. Skor 1-0 untuk Inggris. Namun euforia hanya bertahan tiga menit. Menit ke-81, Kylian Mbappe memanfaatkan umpang terobosan Eduardo Camavinga, melewati John Stones, dan menyelesaikan dengan kaki kiri ke pojok gawang. 1-1. Total shots on target sepanjang 90 menit hanya 4—dua untuk masing-masing tim.

Perpanjangan Waktu: Kelelahan Mental

Memasuki perpanjangan waktu, kedua pelatih melakukan pergantian untuk mencari kemenangan. Namun, yang terlihat justru pemain berjalan lambat, banyak operan salah. Menit ke-105, tendangan bebas Marcus Rashford mengenai pagar betis. Menit ke-112, serangan balik Prancis kandas karena offside. Kartu kuning diberikan kepada Dayot Upamecano dan Declan Rice karena protes berlebihan. Tidak ada gol tambahan. Skor 1-1 bertahan, membawa pertandingan ke adu penalti.

Adu Penalti: Prancis Lebih Tenang

Inggris menjadi penendang pertama. Kane sukses, Mbappe juga. Namun, Jordan Pickford hanya mampu menebak arah tanpa menyentuh bola. Momen kritis terjadi saat penendang ketiga Inggris, Phil Foden, gagal—tendangannya ditepis Maignan. Sebaliknya, Griezmann dan Tchouameni sukses. Skor adu penalti: Prancis 4-2. Kylian Mbappe yang menjadi penendang keempat menuntaskan tugasnya, disusul sorak sorak dari bench Prancis. Namun, Deschamps tak tampak terlalu antusias.

Komentar Deschamps: 'Kedua Tim Ogah-Ogahan'

“Ini bukan pertandingan yang kami inginkan. Jujur, saya dan Southgate sama-sama tahu anak-anak sudah kehabisan energi mental setelah semifinal yang berat. Tidak ada hasrat untuk merebut peringkat ketiga. Permainan datar, statistik bicara: total percobaan ke gawang hanya 6 sepanjang 120 menit. Ini pelajaran besar bagi kami.”

Statistik akhir menguatkan pernyataan Deschamps. Prancis unggul penguasaan bola 55%, tapi akurasi umpan menurun drastis di babak perpanjangan. Inggris hanya melepaskan 2 shots on target setelah menit ke-90. Tidak ada clean sheet untuk kedua kiper. Kartu merah tidak ada, namun 4 kartu kuning tercatat. Piala Dunia 2026 meninggalkan jejak aneh: pertandingan perebutan peringkat ketiga yang paling lesu dalam sejarah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User