Piala Asia U-23: Australia Menang Comeback 3-1 atas Jordania

Menit ke-78 di Jeddah menjadi saksi puncak kebangkitan Australia. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan telak atas Jordania pada laga pembuka Grup C Piala Asia U-23 2026, sebuah comeback sempurna setelah se...

Piala Asia U-23: Australia Menang Comeback 3-1 atas Jordania

Menit ke-78 di Jeddah menjadi saksi puncak kebangkitan Australia. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan telak atas Jordania pada laga pembuka Grup C Piala Asia U-23 2026, sebuah comeback sempurna setelah sempat tertinggal lebih dulu. Bukan sekadar tiga poin: ini pernyataan niat dari tim yang selama ini kerap dipandang sebelah mata di pentas Asia.

Sejak peluit pertama, dominasi Australia terasa nyata. Penguasaan bola Australia mencapai 62 persen dengan total 15 tembakan sepanjang pertandingan, sementara Jordania hanya melepaskan delapan percobaan. Starting XI arahan pelatih tampil dengan formasi 4-3-3 yang agresif, memakai kecepatan sayap untuk membuka ruang di sisi pertahanan lawan yang justru memilih formasi 5-4-1 yang sangat bertahan. Peta permainan sudah terbaca sejak awal: satu tim ingin menyerang, tim lain bertahan sambil menunggu celah.

Babak Pertama: Kaget Lebih Dulu, Lalu Menyamakan

Justru Jordania yang memecah kebuntuan. Menit ke-19, serangan balik kilat mengekspos bek Australia yang terlalu tinggi naik. Umpan terobosan satu sentuhan membelah garis pertahanan, dan penyerang Jordania melepaskan tendangan mendatar ke pojok kiri gawang. Kiper Australia hanya bisa menebak arah yang salah. Skor 1-0 untuk Jordania, dan para pendukung di tribun langsung bergemuruh.

Australia tidak panik, justru semakin menekan. Menit ke-34, gol balasan lahir dari skema sepak pojok. Bek tengah ikut naik ke kotak penalti, menerima assist sundulan dari rekan setim, lalu menyambarnya dengan heading keras ke tiang dekat. Kiper Jordania sempat menyentuh bola, tetapi lajunya terlalu cepat untuk dihentikan. Skor imbang 1-1, dan hingga turun minum tercatat shots on target 4-1 untuk Australia. Tekanan berlipat, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.

Babak Kedua: Efisiensi dan Drama VAR

Pergantian babak tidak mengubah peta permainan. Australia tetap memegang kendali, dan menit ke-52 menjadi momen penting. Winger muda Australia menusuk dari sayap kanan, memotong ke tengah, lalu melepaskan tendangan first-time ke sudut jauh gawang. Gol kedua pun lahir, dengan assist dicatat untuk gelandang serang yang cerdas membaca ruang. Keunggulan 2-1 akhirnya berpihak kepada Australia.

Menit ke-61, drama VAR hadir. Gol ketiga Australia sempat dirayakan liar, tetapi VAR menganulirnya karena posisi offside yang sangat tipis setelah peninjauan ulang di monitor. Keputusan tepat, meski para pemain sempat protes keras. Dua pemain Jordania pun menerima kartu kuning akibat protes berlebihan, sementara Australia hanya diganjar satu kartu kuning sepanjang laga. Yang menarik, Australia menaikkan garis pressing setelah gol kedua dianulir; hasilnya, Jordania kehilangan bola 14 kali di area sendiri dan semakin kesulitan membangun serangan.

Menit ke-78, gol ketiga yang sah akhirnya datang lewat serangan balik dua lawan dua. Penyelesaian dingin menaklukkan kiper Jordania untuk kedua kalinya, dan skor akhir 3-1 pun terkunci. Statistik akhir mempertegas dominasi: shots on target 7-3, tendangan sudut 9-2, serta akurasi umpan 88 persen berbanding 71 persen. Meski gagal mencatatkan clean sheet, lini belakang Australia hanya kebobolan satu gol dari tiga tembakan tepat sasaran lawan.

Sosok Kunci dan Laga Berikutnya

Bintang lapangan malam itu jelas winger muda Australia yang mencetak satu gol dan satu assist. Kecepatannya menjadi mimpi buruk bek Jordania, dan dialah yang memaksa bek lawan melakukan pelanggaran berujung kartu kuning. Peluangnya mencetak hat-trick sirna setelah golnya dianulir VAR, tetapi kontribusinya tetap menjadi pembeda terbesar dalam laga ini.

Pelatih Australia memuji mentalitas timnya dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kami tertinggal lebih dulu, tetapi tidak ada satu pun pemain yang panik. Kami tahu kualitas kami, dan cara tim merespons tekanan adalah hal terpenting malam ini.

Dengan tiga poin di tangan, Australia kini mengincar kemenangan beruntun pada laga kedua Grup C. Kemenangan akan mengamankan tiket ke babak gugur lebih awal sekaligus mengirim sinyal ke tim-tim unggulan Asia. Satu hal yang pasti setelah penampilan tadi malam: tim ini tidak lagi pantas disebut kuda hitam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User