Persib Bandung Juara Dewata Challenge Series 2026, Maung Bandung Perkasa
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, bergemuruh saat peluit panjang wasit berbunyi. Persib Bandung resmi dinobatkan sebagai juara Dewata Challenge Series 2026 setelah menundukkan tuan rumah Bali Uni...
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, bergemuruh saat peluit panjang wasit berbunyi. Persib Bandung resmi dinobatkan sebagai juara Dewata Challenge Series 2026 setelah menundukkan tuan rumah Bali United dengan skor akhir 3-1 di laga pamungkas. Trofi ini menjadi penutup sempurna pramusim Maung Bandung sebelum kompetisi resmi bergulir.
Kemenangan ini tidak lahir dari keberuntungan. Persib tampil dengan formasi 4-3-3 yang agresif sejak menit awal, menguasai bola 58 persen sepanjang pertandingan dan melepaskan 7 shots on target dari 13 percobaan total. Bali United, yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, hanya mampu membalas dengan 4 shots on target dari 9 tembakan.
Babak Pertama: Keunggulan Cepat dan Dominasi Penguasaan Bola
Duel langsung berjalan panas sejak kick-off. Persib menerapkan pressing tinggi dan memaksa lini belakang Bali United sering melakukan kesalahan umpan. Menit ke-12, peluang pertama lahir lewat tendangan bebas Marc Klok yang masih bisa ditepis kiper Adilson Maringa.
Menit ke-23, gol pembuka akhirnya datang. Umpan terobosan Tyronne del Pino menembus garis pertahanan tuan rumah, dan David Da Silva dengan tenang menaklukkan Maringa lewat sundulan ke sudut jauh gawang. Assist cantik del Pino itu menjadi pembeda kualitas di sepertiga akhir lapangan. Persib kian percaya diri dan menambah tekanan melalui sayap kiri yang dihuni Beckham Putra.
Bali United mencoba bangkit lewat Privat Mbarga, namun lini belakang Persib yang dikomandoi Nick Kuipers tampil disiplin. Menit ke-38, upaya tuan rumah membuahkan peluang emas saat Ilija Spasojević berhadapan satu lawan satu dengan Teja Paku Alam, tetapi sepakan striker veteran itu masih melebar tipis di samping tiang. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Persib 1-0, plus catatan penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen.
Babak Kedua: Perang Taktik dan Keputusan VAR
Memasuki babak kedua, pelatih Bali United mengubah skema menjadi 4-2-3-1 dengan memasukkan Eber Bessa untuk menambah kreativitas. Hasilnya langsung terasa. Menit ke-55, tuan rumah menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak jauh Kadek Agung yang melengkung indah ke pojok gawang. Skor akhir seakan bakal berubah menjadi drama, tetapi Persib menolak lengah.
Menit ke-64, drama terjadi. Gol Ciro Alves dianulir setelah VAR meninjau ulang dan mendeteksi offside tipis pada posisi Beckham Putra saat assist diberikan. Keputusan itu sempat memicu protes keras dari bench Persib, namun wasit tetap pada keputusannya setelah meninjau monitor.
Ketenangan tim tamu justru lahir dari keputusan taktis cerdas. Menit ke-71, dimasukkan Dimas Drajad sebagai penyerang kedua, dan perubahan itu langsung berbuah. Menit ke-78, Dimas Drajad mencetak gol kedua setelah memanfaatkan umpan silang terukur Febri Hariyadi. Dua menit berselang, giliran Ciro Alves memastikan kemenangan melalui serangan balik kilat yang diakhiri tembakan first-time ke tiang dekat, menuntaskan skor akhir 3-1.
"Kami datang ke Bali dengan target juara dan pemain menjalankan instruksi dengan sempurna. Penguasaan bola dan transisi kami superior, ini modal berharga untuk musim ini," ujar pelatih Persib dalam konferensi pers seusai laga.
Analisis Pemain Kunci dan Statistik Lengkap
Man of the match layak diberikan kepada David Da Silva. Selain gol pembuka, ia mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran, 2 umpan kunci, dan memenangi 5 duel udara. Di lini tengah, Marc Klok menjadi orkestrator dengan akurasi umpan 87 persen dan memenangi 6 tekel, sementara Nick Kuipers tampil solid dengan 4 sapuan dan 3 intersepsi penting.
Dari kubu Bali United, Kadek Agung menjadi satu-satunya pemain yang mampu menembus pertahanan Persib secara konsisten, dengan 2 tembakan tepat sasaran dan 1 gol. Namun, tuan rumah harus membayar mahal kelengahan transisi bertahan yang dieksploitasi Persib pada dua gol terakhir. Tercatat, Bali United menerima 2 kartu kuning, sementara Persib hanya 1, dan tidak ada kartu merah sepanjang laga.
Kesimpulan: Pramusim Sempurna bagi Persib
Gelar Dewata Challenge Series 2026 menjadi bukti kesiapan Persib menjelang kompetisi resmi. Catatan tiga kemenangan tanpa kekalahan di turnamen ini, total 9 gol sepanjang turnamen, dan clean sheet di dua laga awal mempertegas kekuatan tim. Bagi Bali United, hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar: penyelesaian akhir dan transisi bertahan harus segera dibenahi sebelum liga dimulai.
Dengan trofi di tangan, Maung Bandung meninggalkan Bali dengan kepala tegak. Pertanyaannya kini sederhana: apakah momentum juara ini bisa dipertahankan saat kompetisi resmi bergulir? Jawabannya akan segera terlihat di lapangan hijau.
Comments (0)