Pertamina Group Pacu Digitalisasi Logistik dan Biodiesel B50

Meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tekanan geopolitik global mendorong Pertamina Group mengambil langkah strategis ganda: akselerasi transformasi d

Pertamina Group Pacu Digitalisasi Logistik dan Biodiesel B50

Meningkatnya kebutuhan energi nasional dan tekanan geopolitik global mendorong Pertamina Group mengambil langkah strategis ganda: akselerasi transformasi digital di sektor logistik energi serta pengawalan penuh implementasi biodiesel B50. Dua inisiatif ini digerakkan oleh anak usaha strategis, PT Elnusa Petrofin (EPN) dan PT Pertamina Patra Niaga, yang saling bersinergi untuk memperkokoh ketahanan dan kemandirian energi Indonesia dalam jangka panjang.

Transformasi Digital Logistik Energi oleh Elnusa Petrofin

PT Elnusa Petrofin, anak usaha PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam Pertamina Group, kini memacu digitalisasi menyeluruh pada rantai pasok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan respons terhadap tuntutan efisiensi, transparansi, dan pemerataan akses energi di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis kompleks.

Digitalisasi yang dilakukan mencakup implementasi sistem fleet management berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau posisi, kecepatan, konsumsi bahan bakar, hingga kondisi mesin armada tangki secara real-time.

Kami tidak hanya membangun sistem, tetapi sedang merancang ulang cara logistik energi bekerja. Dengan digitalisasi, distribusi BBM menjadi lebih tepat sasaran, aman, dan minim kebocoran,

ungkap Direktur Utama Elnusa Petrofin dalam keterangan resminya. Tak hanya pelacakan, perusahaan juga mengintegrasikan platform logistik terpadu yang menghubungkan depot, SPBU, dan konsumen industri besar. Melalui dashboard analitik, tim operasional dapat memprediksi permintaan dan mengatur rute pengiriman optimal sehingga mampu memangkas biaya logistik hingga 15 persen di beberapa rute percontohan.

Langkah ini juga mendukung program Pertamina One Solution yang mengedepankan layanan digital end-to-end bagi pelanggan bisnis. Elnusa Petrofin memperkuat perannya sebagai tulang punggung distribusi BBM nasional, mengelola lebih dari 2.400 unit armada dan melayani sekitar 250 titik distribusi di seluruh Indonesia.

Pertamina Patra Niaga Kawal Implementasi Biodiesel B50

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, menjadi ujung tombak dalam mengawal kebijakan biodiesel B50 yang dicanangkan pemerintah. B50 adalah campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar murni, meningkat signifikan dari mandatori B35 sebelumnya.

B50 adalah solusi cerdas untuk menekan impor minyak mentah sekaligus memberdayakan industri sawit domestik. Jika dilaksanakan penuh, Indonesia bisa menghemat devisa hingga miliaran dolar per tahun,

kata ekonom energi dari Universitas Indonesia, Dr. Andrianto Hidayat. Para pakar menilai bahwa dengan potensi produksi minyak sawit yang melimpah, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang jarang dimiliki negara lain.

Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan infrastruktur blending di 23 terminal bahan bakar di seluruh Nusantara dan melakukan penyesuaian spesifikasi teknis agar mesin kendaraan diesel modern tetap kompatibel. Uji coba B50 pada kendaraan operasional Pertamina menunjukkan performa yang setara dengan solar konvensional, bahkan dengan emisi gas buang yang lebih rendah.

Selain mengurangi impor, program ini diharapkan menyerap lebih dari 2,5 juta kiloliter minyak sawit tambahan per tahun, memberikan multiplier effect pada petani sawit, industri hilir, dan stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

Sinergi Menuju Kemandirian Energi Nasional

Kedua inisiatif besar ini bukan berjalan sendiri-sendiri. Digitalisasi logistik yang dikembangkan Elnusa Petrofin menjadi fondasi penting bagi penyaluran B50 yang efisien. Sistem distribusi real-time memungkinkan pencampuran biodiesel dilakukan di titik yang tepat dengan volume yang presisi, mengurangi potensi penyimpangan kualitas dan memastikan ketersediaan di seluruh pelosok.

Integrasi data antara Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin memungkinkan pemantauan stok biodiesel dari hulu ke hilir secara akurat. "Ini adalah wujud nyata sinergi BUMN energi. Satu data, satu komando, satu tujuan: energi berdaulat," ujar Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina.

Ke depan, Pertamina Group menargetkan digitalisasi penuh pada 2027 dan menyiapkan roadmap menuju B60 pada 2028 seiring dengan peningkatan kapasitas produksi biodiesel dalam negeri. Transformasi ini sejalan dengan peta jalan transisi energi nasional menuju net zero emission 2060.

Dengan fondasi digital yang kokoh dan komitmen pada energi terbarukan, Pertamina Group membuktikan bahwa BUMN energi nasional mampu beradaptasi dan memimpin perubahan di tengah disrupsi global. Masyarakat pun dapat berharap pada distribusi energi yang lebih merata, harga yang kompetitif, dan lingkungan yang lebih lestari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User