Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Adu Penalti Dramatis 6-5 atas Persib

Skor akhir 6-5 lewat adu tendangan penalti! Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) menyaksikan one of the most thrilling finals dalam sejarah Piala Presiden. Persebaya Surabaya ...

Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Adu Penalti Dramatis 6-5 atas Persib

Skor akhir 6-5 lewat adu tendangan penalti! Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) menyaksikan one of the most thrilling finals dalam sejarah Piala Presiden. Persebaya Surabaya berhasil mengangkat trofi setelah mengalahkan Persib Bandung dalam drama 120 menit plus tendangan dari titik putih. Francisco Rivera, sang gelandang kreator Persebaya, tidak hanya menyumbang assist krusial di menit ke-41, tetapi juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Presiden 2026 berkat dominasinya di lini tengah sepanjang turnamen.

Babak Pertama: Persib Ungul Lebih Dulu, Rivera Samakan Kedudukan

Peluit wasit membuka laga dengan tempo tinggi. Persib Bandung yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 langsung menekan lewat sayap mereka. Menit ke-12, tekanan itu membuahkan hasil. Sebuah umpan terobosan dari lini tengah Persib berhasil dieksekusi dengan dingin untuk membawa Maung Bandung unggul 1-0. Penguasaan bola di 15 menit awal mencatat 55% untuk Persib dengan 3 shots on target berbahaya.

Namun, Persebaya tak patah arang. Menit ke-41, Francisco Rivera menunjukkan kelasnya. Dari posisi gelandang serang, Rivera melakukan penetrasi passing melalui dua pemain Persib sebelum melepaskan umpan lambung ke kotak penalti. Striker Persebaya menyambut dengan sundulan presisi, skor menjadi 1-1! Data babak pertama mencatat penguasaan bola berimbang 50-50, namun Persebaya unggul jumlah shots on target dengan 4 berbanding 2. Kedua tim saling jual beli serangan, namun tidak ada tambahan gol hingga jeda.

Babak Kedua dan Perpanjangan Waktu: VAR, Kartu, dan Gol Penyeimbang

Masuk babak kedua, intensitas fisik meningkat drastis. Persib kembali unggul di menit ke-68 lewat eksekusi tandukan setelah corner kick. Skor 2-1 untuk Persib memaksa pelatih Persebaya melakukan substitusi taktis, mengganti satu gelandang bertahan dengan winger cepat untuk memperlebar permainan. Menit ke-74, terjadi momen kontroversial saat Persebaya mengklaim penalti setelah striker mereka jatuh di kotak terlarang. Wasit memutuskan untuk memeriksa VAR selama hampir 3 menit, namun akhirnya tidak memberikan hadiah penalti karena terlihat ada kontak minimal di luar kotak.

Tekanan ofensif Persebaya akhirnya membuahkan hasil di menit ke-84. Kembali Francisco Rivera menjadi katalis. Ia mencuri bola di tengah lapangan, melakukan progresi carry sejauh 25 meter, lalu melepaskan through ball manis ke sayap kiri. Dari sana, umpan silang rendah disambut dengan first-time finish yang membobol gawang Persib. Skor 2-2! Wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning untuk bek Persib di menit ke-89 karena foul taktis mencegah serangan balik. Tidak ada gol tambahan di injury time, laga berlanjut ke perpanjangan waktu 2x15 menit.

Di extra time, kedua tim tampil lebih hati-hati. Fatigue mulai terlihat dari para pemain, namun shots on target dari Persebaya di babak perpanjangan tetap berbahaya. Menit ke-105, striker Persebaya melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti, namun kiper Persib melakukan penyelamatan gemilang. Di ujung lain, Persib mencoba memanfaatkan serangan balik dengan memanfaatkan ruang di belakang bek sayap Persebaya, tetapi offside trap yang diterapkan back line Persebaya berhasil menggagalkan dua peluang berbahaya. Skor tetap 2-2 setelah 120 menit, dan juara harus ditentukan lewat adu penalti.

Adu Penalti 6-5: Mental Baja Bajol Ijo

Dari titik putih, tekanan psikologis memuncak. Kedua tim menunjukkan komposisi eksekutor berkualitas. Ronde pertama hingga kelima berjalan hampir sempurna, dengan kedua kiper hanya berhasil memblok satu tendangan dari masing-masing tim. Skor menjadi 5-5 setelah lima ronde, memaksa laga masuk ke death round atau sudden death. Ronde keenam, eksekutor Persebaya menendang dengan tenang ke sudut kanan atas. 6-5! Tensi beralih ke kaki pemain Persib. Sayangnya, tendangan keenam Persib melambung tipis di atas mistar gawang. Peluit panjang wasit membawa Persebaya Surabaya merayakan gelar juara dengan skor akhir adu penalti 6-5.

Statistik akhir pertandingan mencatat penguasaan bola Persebaya 52% berbanding 48% milik Persib. Total shots on target Persebaya mencapai 8 kali, sedangkan Persib mencatatkan 6 shots on target. Francisco Rivera mencatatkan 87% akurasi umpan, 4 key passes, 1 assist, serta 1 gol yang vital. Starting XI Persebaya yang diturunkan dengan formasi 4-3-3 terbukti efektif untuk menetralkan kekuatan transisi cepat Persib.

"Rivera adalah jantung tim ini. Konsistensinya selama turnamen, terutama di final hari ini, menunjukkan kualitas world-class. Dari assist, gol, hingga work rate defensif, ia memberikan everything," ucap pelatih Persebaya usai laga.

Perayaan pun meluap di lapangan. Para pemain Persebaya mengangkat trofi di tengah guyuran hujan kembang api, sementara ribuan Bonek yang memenuhi tribun Stadion Kapten I Wayan Dipta menyanyikan nyanyian kemenangan. Acara penutupan yang semarak dengan penampilan Kotak Band semakin melengkapi malam yang tak terlupakan bagi pendukung Bajol Ijo. Clean sheet mungkin tak tercatat dalam laga ini, tetapi mentalitas juara yang ditunjukkan Persebaya—terutama Francisco Rivera—akan abadi dalam catatan sejarah Piala Presiden 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User