Veda Ega Pratama Geber RC250R di Tes Pramusim Moto3 Jerez

Skor akhir tes hari kedua di Sirkuit Jerez menegaskan Veda Ega Pratama tengah menggeber mesin Honda RC250R dengan ambisi besar menjelang Moto3 2026. Pebalap muda Indonesia yang memperkuat Honda Team A...

Veda Ega Pratama Geber RC250R di Tes Pramusim Moto3 Jerez

Skor akhir tes hari kedua di Sirkuit Jerez menegaskan Veda Ega Pratama tengah menggeber mesin Honda RC250R dengan ambisi besar menjelang Moto3 2026. Pebalap muda Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia itu menutup sesi dengan catatan waktu mengesankan dan koleksi data berharga untuk tim teknikalnya.

Menit ke-47 sesi pagi, Veda melesat dari garis pit dan langsung memacu motornya pada putaran ideal. Ia menyabet lap time 1 menit 45,892 detik, menempatkannya di posisi sembilan klasemen sementara hari itu. Tak berhenti di situ, pebalap kelahiran 2007 itu juga mencatatkan top speed 228,4 km/jam di tikungan terakhir sebelum finish, bukti bahwa setup aerodinamika dan rasio gigi mulai menemukan titik temu.

Analisis Performa dan Data Lap

Dari sisi data, Veda menyelesaikan total 47 lap sepanjang hari, dengan konsistensi waktu yang terus menyempit. Di sektor satu, ia mencatatkan waktu terbaik pribadi 27,341 detik, sementara di sektor tiga—yang menjadi momok banyak pebalap karena kombinasi tikungan lambat dan akselerasi—ia berhasil menekan gap menjadi hanya 0,18 detik dari pemuncak klasemen.

Tim teknikal Honda Team Asia tampak sibuk mengutak-atik suspensi depan dan memperkaya mapping injeksi untuk mengoptimalkan keluar tikungan. Veda sendiri terlihat nyaman dengan posisi riding ergonomics terbaru, di mana setang lebih direndahkan dua milimeter untuk mengurangi drag saat straight. Shots on target dari segi impresi visual pun terlihat jelas: garis balapnya rapi, tanpa perlu banyak koreksi di apeks tikungan.

"Kami fokus pada konsistensi, bukan sekadar kejar satu lap cepat. Veda menunjukkan pemahaman taktik yang matang, seperti membaca formasi lintasan dan memilih momen slipstream dengan cerdas," ucap Kepala Mekanik Honda Team Asia usai sesi.

Taktik dan Adaptasi di Aspal Jerez

Sirkuit Jerez selalu jadi bencmark ketat untuk motor 250cc. Permukaan aspal yang abrasif dan suhu trek yang fluktuatif menuntut adaptasi cepat. Veda memanfaatkan starting XI komponen ban yang disediakan Michelin, bergantian antara medium dan soft compound untuk menguji degradasi grip.

Dalam satu putaran simulasi race distance, ia mencoba assist dari slipstream rekan setimnya, menempel di belakang untuk mengurangi hambatan udara sebelum menyalip di rem tikungan enam. Manuver itu sukses tanpa harus melakukan kesalahan besar, dan yang lebih penting, tanpa menerima kartu kuning atau peringatan dari race direction. Meski ada satu insiden kecil di menit ke-88 saat ia melebar keluar offside racing line karena oversteer, Veda dengan cepat mengembalikan motornya ke jalur ideal tanpa crash.

Penggunaan VAR dari data telemetri juga jadi sorotan. Tim menganalisis setiap sudut kemiringan (lean angle) dan titik buka throttle untuk memastikan tidak ada momen kehilangan traksi. Hasilnya, clean sheet tanpa crash sepanjang dua hari tes memberikan modal psikologis besar.

Persiapan Menuju Musim 2026

Dengan penguasaan bola atas setup motor yang semakin hari semakin presisi, Veda tampak siap bersaing di paruh depan grid. Targetnya jelas: meraih poin konsisten di seri pembuka dan berusaha mengejar hat-trick top-10 finish pada tiga balapan perdana musim depan.

Meski ini baru tahap pramusim, aura positif sudah terbangun. Kombinasi antara talenta mentah pebalap Indonesia dan dukungan pabrikan Jepang menciptakan paket kompetitif. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tak mungkin nama Veda Ega Pratama bakal kerap menghiasi barisan depan starting grid Moto3 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User