Peralta Gemilang Bawa Borneo FC Kudeta Puncak Klasemen
SAMARINDA – Borneo FC Samarinda sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Persija Jakarta dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Segiri,...
SAMARINDA – Borneo FC Samarinda sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Persija Jakarta dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Segiri, Sabtu (22/2) malam. Pahlawan kemenangan tuan rumah tak lain adalah gelandang serang asal Argentina, Mariano Peralta, yang mencatatkan dua gol sekaligus satu assist dalam laga yang disaksikan lebih dari 12 ribu pasang mata tersebut.
Pertandingan baru berjalan tujuh menit, Peralta sudah membuka keunggulan Pesut Etam lewat skema serangan balik cepat yang dibangun dari kaki kiri Stefano Lilipaly. Menerima umpan terobosan di sisi kanan, pemain bernomor punggung 10 itu dengan tenang mengecoh bek Macan Kemayoran, Ondrej Kudela, sebelum melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Andritany Ardhiyasa. Gol cepat itu sontak membakar semangat para pemain Borneo FC yang tampil dominan sepanjang babak pertama.
Tak butuh waktu lama bagi publik tuan rumah untuk kembali bersorak. Menit ke-19, Peralta kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan jarak jauh Terens Puhiri yang ditepis Andritany. Dengan insting predator di kotak penalti, Peralta menyambar bola liar dan menceploskannya ke gawang yang sudah kosong. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Dominasi Penguasaan Bola dan Efektivitas Serangan
Secara statistik, Borneo FC memang tak terlalu mendominasi penguasaan bola. Sepanjang 90 menit, anak asuh Pieter Huistra hanya mencatatkan 44% ball possession berbanding 56% milik Persija. Namun, efektivitas serangan menjadi pembeda. Dari total 14 percobaan tembakan yang dilepaskan, 8 di antaranya tepat sasaran (shots on target). Sebaliknya, Persija yang melepaskan 17 tembakan hanya mampu mencatatkan 4 shots on target, sebuah bukti kokohnya lini pertahanan Borneo FC yang dikawal duet Gabriel Furtado dan Christophe Nduwarugira.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Huistra berjalan sangat cair. Peralta yang ditempatkan di posisi gelandang serang di belakang striker tunggal Matheus Pato tampak bebas bergerak ke sisi sayap maupun menusuk ke kotak penalti. Fleksibilitas ini membuat lini pertahanan Persija yang mengandalkan formasi 3-4-3 racikan Thomas Doll kerap kesulitan menutup ruang gerak pemain berusia 28 tahun tersebut.
“Saya sangat senang dengan performa tim malam ini. Kami menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin. Gol-gol itu adalah hasil kerja keras seluruh pemain,” ujar Peralta singkat seusai pertandingan.
Babak Kedua: Ketangguhan dan Satu Assist Krusial
Memasuki babak kedua, Persija mencoba meningkatkan intensitas serangan. Masuknya Riko Simanjuntak dan Witan Sulaeman di menit ke-55 memberikan dimensi baru pada permainan tim tamu. Hasilnya, menit ke-63 Persija berhasil memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Marko Simic yang memanfaatkan umpan silang Riko. Gol tersebut sempat membuat Borneo FC tertekan selama sekitar sepuluh menit.
Namun, mental juara yang ditunjukkan tim Pesut Etam patut diacungi jempol. Alih-alih tenggelam dalam tekanan, Borneo FC justru kembali memperlebar jarak pada menit ke-78. Kembali Peralta menjadi aktor utama. Kali ini ia berperan sebagai kreator dengan mengirimkan umpan lambung terukur dari skema tendangan bebas di sisi kiri. Bola jatuh tepat di kepala Gabriel Furtado yang kemudian menanduknya keras ke sudut kanan gawang Persija. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah.
Dengan tambahan satu assist ini, Peralta kini telah mengoleksi 11 gol dan 7 assist dalam 26 penampilan musim ini—sebuah kontribusi luar biasa untuk seorang gelandang. Statistik mencatat, ia rata-rata menciptakan 2,3 peluang kunci per pertandingan dan mencatatkan akurasi umpan mencapai 82%.
Jalan Menuju Gelar Juara
Kemenangan ini membawa Borneo FC naik ke puncak klasemen sementara BRI Liga 1 dengan koleksi 58 poin, unggul dua angka dari rival terdekat, Persib Bandung, yang baru akan bertanding keesokan harinya. Dengan menyisakan enam pertandingan lagi, kans Pesut Etam untuk menggondol trofi perdananya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia semakin terbuka lebar.
Pelatih Pieter Huistra memuji kontribusi Peralta namun tetap menekankan pentingnya kerja kolektif. “Mariano adalah pemain spesial, tapi kemenangan ini milik semua pemain. Kami harus tetap rendah hati dan fokus di setiap pertandingan yang tersisa,” ungkap juru taktik asal Belanda tersebut dalam konferensi pers usai laga.
Di kubu sebaliknya, Thomas Doll mengakui keunggulan Borneo FC. “Kami kalah dari tim yang tampil sangat efisien. Peralta membuat perbedaan, tapi secara keseluruhan kami juga tidak cukup tajam di lini depan,” kata Doll.
Borneo FC dijadwalkan akan melakoni laga tandang ke markas PSM Makassar pekan depan, sementara Persija akan menjamu Arema FC di Jakarta. Jika Peralta dan kawan-kawan mampu mempertahankan performa apik ini, bukan tidak mungkin pesta juara akan segera terwujud di Kota Tepian.
Comments (0)