Inggris Hajar Prancis 3-1 di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
The Three Lions menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Prancis di Stadion Miami, Minggu malam waktu setempat. Hasil ini memastikan Inggris mengakhiri turna...
The Three Lions menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Prancis di Stadion Miami, Minggu malam waktu setempat. Hasil ini memastikan Inggris mengakhiri turnamen di posisi ketiga, sebuah pencapaian yang layak dirayakan setelah perjalanan penuh drama di Amerika Serikat.
Pertandingan perebutan tempat ketiga ini berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Prancis yang datang dengan beban kekalahan semifinal tampil ngotot, sementara Inggris menunjukkan determinasi untuk menutup turnamen dengan catatan positif. Suasana Stadion Miami yang berkapasitas 65 ribu penonton memberikan atmosfer luar biasa bagi laga pamungkas kedua tim.
Babak Pertama: Inggris Ambil Kendali
Menit ke-12, Inggris langsung tancap gas. Harry Kane membuka skor melalui eksekusi penalti setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran Hugo Lloris terhadap Jude Bellingham di kotak terlarang. Kane mengirim bola ke pojok kanan gawang dengan tenang. Skor 1-0 untuk tim asuhan Gareth Southgate.
Statistik penguasaan bola di 15 menit pertama menunjukkan dominasi Inggris dengan 58% berbanding 42% milik Les Bleus. Shots on target juga berpihak kepada The Three Lions dengan 3 berbanding 1. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Southgate terbukti efektif dalam mengontrol lini tengah.
Menit ke-28, Prancis mencoba merespons. Kylian Mbappé melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun Jordan Pickford menunjukkan refleks gemilang dengan menepis bola ke atas mistar gawang. Momen ini menjadi wake-up call bagi lini pertahanan Inggris yang dijaga Walker dan Maguire.
Menit ke-37, Inggris menggandakan keunggulan. Phil Foden, yang tampil sebagai starter menggantikan posisi Marcus Rashford, menerima assist dari Bukayo Saka di sisi kanan. Foden melepaskan tendangan first-time yang meluncur deras ke pojok bawah gawang Lloris. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan The Three Lions.
Babak Kedua: Prancis Bangkit, Inggris Tahan Serangan
Memasuki interval kedua, Prancis melakukan dua pergantian pemain. Didier Deschamps memasukkan Olivier Giroud dan Eduardo Camavinga untuk menambah daya gedor. Strategi ini langsung membuahkan hasil dan mengubah dinamika pertandingan.
Menit ke-58, Giroud memperkecil ketertinggalan. Berawal dari tendangan sudut Antoine Griezmann, Giroud menyambut bola dengan sundulan tajam yang tak mampu dijangkau Pickford. Assist brilian dari Griezmann yang membaca pergerakan striker veteran itu dengan sempurna. Skor menjadi 2-1 dan pertandingan kembali hidup.
Statistik penguasaan bola di babak kedua berubah menjadi 51% berbanding 49% لصالح Prancis. Les Bleus meningkatkan intensitas serangan dengan total 7 shots on target sepanjang pertandingan. VAR sempat memeriksa gol Giroud untuk memastikan tidak ada pelanggaran di awal serangan.
Menit ke-72, Inggris mendapat peluang emas kembali. Saka menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang, namun sundulan Kane masih melebar tipis dari gawang Lloris. Peluang ini menjadi bukti bahwa Inggris tidak hanya bertahan di babak kedua.
Menit ke-81, gol penutup tercipta. Declan Rice, yang tampil impresif di lini tengah, melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras dan bersarang di pojok kiri gawang Lloris tanpa bisa dijangkau. Gol ini menjadi penutup sempurna bagi performa gemilang Rice sepanjang turnamen. Skor akhir 3-1 untuk Inggris.
Analisis Statistik dan Starting XI
Starting XI Inggris (4-3-3): Pickford; Walker, Stones, Maguire, Shaw; Rice, Phillips, Bellingham; Saka, Kane, Foden.
Starting XI Prancis (4-2-3-1): Lloris; Koundé, Upamecano, Konaté, Hernández; Tchouaméni, Rabiot; Dembélé, Griezmann, Mbappé; Thuram.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menampilkan duel taktis yang menarik. Inggris dengan formasi 4-3-3 mereka berhasil mengeksploitasi lebar lapangan melalui pergerakan Saka dan Foden. Sementara Prancis yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 tampak kesulitan mengembangkan permainan di lini tengah setelah Tchouaméni dan Rabiot kewalahan menghadapi pressing ketat dari trio lini tengah Inggris.
Total statistik pertandingan: Penguasaan bola 53% berbanding 47% لصالح Inggris. Shots on target 8 berbanding 7. Tendangan sudut 6 berbanding 4 untuk Prancis. Kartu kuning diberikan kepada Tchouaméni (menit ke-65) dan Maguire (menit ke-78). Kartu merah tidak ada dalam pertandingan ini.
"Kami datang ke sini dengan target yang jelas. Tempat ketiga adalah hasil yang membanggakan, terutama setelah perjalanan panjang di turnamen ini. Para pemain menunjukkan karakter luar biasa," ujar Southgate dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Sementara itu, Deschamps mengakui kekecewaannya: "Ini bukan hasil yang kami inginkan. Prancis seharusnya bisa tampil lebih baik. Tapi kami harus mengakui kualitas lawan hari ini."
Dengan kemenangan ini, Inggris mengoleksi total 7 gol dalam 7 pertandingan di Piala Dunia 2026, sementara Prancis harus pulang dengan catatan 5 gol dari 7 laga. Kane menjadi top scorer Inggris dengan 5 gol, sementara Mbappé memimpin daftar pencetak gol Prancis dengan 4 gol sepanjang turnamen.
Clean sheet tidak berhasil dipertahankan Inggris kali ini, namun tiga poin penuh di laga pamungkas menjadi modal berharga bagi proyek jangka panjang Southgate menuju Euro 2028. Performa Foden yang mencetak gol di laga krusial menunjukkan bahwa regenerasi skuad Inggris berjalan sesuai rencana.
Comments (0)