PAKISTAN — Pengadilan Tinggi Islamabad Tangguhkan Deportasi Dokter Spesialis Afganistan

ISLAMABAD — Pengadilan Tinggi Islamabad (Islamabad High Court/IHC) secara resmi menangguhkan perintah pengeluaran dan deportasi terhadap seorang dokter ber

Sep 16, 2026 - 10:03
0 0
PAKISTAN — Pengadilan Tinggi Islamabad Tangguhkan Deportasi Dokter Spesialis Afganistan

ISLAMABAD — Pengadilan Tinggi Islamabad (Islamabad High Court/IHC) secara resmi menangguhkan perintah pengeluaran dan deportasi terhadap seorang dokter berkewarganegaraan Afganistan, Dr. Imadud Din. Keputusan sela yang dikeluarkan oleh Hakim IHC Khadim Hussain Soomro tersebut mengizinkan dokter spesialis tersebut untuk melanjutkan pelatihan medis pascasarjananya di Pakistan, di tengah gelombang pengetatan regulasi keimigrasian bagi warga negara asing.

Gugatan konstitusional ini diajukan oleh Mehar Zahoor, seorang warga negara Pakistan yang merupakan istri dari Dr. Imadud Din. Gugatan tersebut mempermasalahkan edaran resmi dari Majelis Medis dan Kedokteran Gigi Pakistan (Pakistan Medical and Dental Council/PMDC) yang menginstruksikan repatriasi seluruh mahasiswa serta tenaga medis asal Afganistan yang terdaftar di lembaga-lembaga pendidikan kedokteran Pakistan.

Dilema Kebijakan Retroaktif dan Hak Pendidikan Spesialis

Dalam persidangan, kuasa hukum pemohon, Barrister Qasim Nawaz Abbasi, menyampaikan argumen hukum utama bahwa kebijakan PMDC tertanggal 31 Juli 2026 tidak dapat diterapkan secara berlaku surut (retroaktif) terhadap dokter yang sedang menjalani proses pelatihan spesialisasi. Dr. Imadud Din tercatat bukan lagi calon mahasiswa baru, melainkan peserta pelatihan tahap lanjut yang telah memasuki tahun kelima program FCPS-II dalam bidang urologi di Quaid-i-Azam Medical College (QAMC) dan Bahawal Victoria Hospital (BVH), Bahawalpur.

"Penerapan aturan repatriasi secara mendadak terhadap tenaga medis yang hampir menyelesaikan spesialisasi tidak hanya merugikan hak individu peserta, tetapi juga mengganggu operasional layanan kesehatan di rumah sakit tempat mereka bertugas," tegas tim hukum pemohon dalam argumentasinya di hadapan majelis hakim.

Otoritas berwenang di QAMC sebelumnya telah memberikan perpanjangan izin pelatihan secara resmi berdasarkan rekomendasi akademik dari kepala departemen terkait. Hal ini menegaskan bahwa keberadaan Dr. Imadud Din di fasilitas kesehatan tersebut memiliki dasar hukum dan akademis yang sah sebelum diterbitkannya edaran baru dari PMDC.

Kronologi Sengketa Hukum Repatriasi Dokter Afganistan

  1. Penerbitan Edaran PMDC: Majelis Medis Pakistan mengeluarkan arahan repatriasi bagi seluruh mahasiswa dan dokter residen asal Afganistan dari institusi medis nasional.
  2. Pengajuan Gugatan Konstitusional: Mehar Zahoor mengajukan petisi ke IHC untuk melindungi status hukum suaminya yang sedang menempuh tahun terakhir spesialisasi urologi.
  3. Argumentasi Non-Retroaktif: Kuasa hukum menegaskan bahwa status Dr. Imadud Din telah memperoleh perpanjangan resmi dari QAMC dan BVH Bahawalpur.
  4. Putusan Sela IHC: Hakim Khadim Hussain Soomro membekukan perintah pengeluaran dan deportasi, memberi ruang bagi pemohon menyelesaikan pelatihannya.

Dua Sikap Yurisprudensi: Perbandingan Keputusan IHC dan BHC

Keputusan proaktif IHC ini menunjukkan dinamika peradilan yang kontras di Pakistan terkait isu imigran dan pelajar asing. Di saat IHC memberikan perlindungan hukum sementara atas dasar hak pendidikan lanjut dan prinsip non-retroaktif, Pengadilan Tinggi Balochistan (Balochistan High Court/BHC) baru-baru ini mengambil sikap yang jauh lebih ketat.

BHC menolak sejumlah petisi serupa yang diajukan oleh mahasiswa kedokteran asal Afganistan di wilayahnya. Majelis hakim BHC menekankan bahwa warga negara asing tidak memiliki hak mutlak untuk menetap atau menuntut ilmu di Pakistan tanpa mengikuti kerangka regulasi keimigrasian nasional yang berlaku.

Yurisdiksi Pengadilan Subjek Sengketa Pertimbangan Utama Status Keputusan
Pengadilan Tinggi Islamabad (IHC) Dokter Spesialis Urologi (Tahun Ke-5) Prinsip non-retroaktif & keberlanjutan pelatihan medis yang sah Menangguhkan deportasi (Interim Relief)
Pengadilan Tinggi Balochistan (BHC) Mahasiswa Kedokteran Umum & Gigi Kedaulatan hukum keimigrasian & tidak ada hak mutlak tinggal Menolak seluruh petisi pemohon

Implikasi Bagi Sektor Kesehatan dan Regulasi Keimigrasian

Secara analitis, penangguhan deportasi oleh IHC ini menyoroti perlunya pendekatan berimbang antara penegakan hukum imigrasi dan perlindungan terhadap aset sumber daya manusia profesional di sektor vital. Dokter spesialis senior seperti Dr. Imadud Din memberikan kontribusi langsung dalam pelayanan pasien sehari-hari di rumah sakit rujukan utama seperti Bahawal Victoria Hospital.

Para pengamat hukum menilai bahwa ketidakpastian regulasi dapat menciptakan ketegangan baru di tingkat regional serta menurunkan daya tarik Pakistan sebagai pusat pendidikan tinggi bagi kawasan Asia Selatan dan Tengah. Keputusan akhir majelis hakim IHC mendatang diprediksi akan menjadi preseden hukum penting dalam menentukan batas-batas penerapan aturan keimigrasian terhadap profesional asing yang telah menempuh legalitas resmi di Pakistan.

Pengadilan Tinggi Islamabad mengabulkan penangguhan sementara atas perintah repatriasi yang dikeluarkan PMDC terhadap Dr. Imadud Din. Keputusan ini berbanding terbalik dengan putusan Pengadilan Tinggi Balochistan yang menolak gugatan mahasiswa asing. Baca selengkapnya di Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User