Ole Romeny Cetak Gol, Indonesia Hajar Singapura di GBK
Skor akhir 3-1 untuk Timnas Indonesia atas Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Panggung milik Ole Romeny. Striker yang menjad...
Skor akhir 3-1 untuk Timnas Indonesia atas Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Panggung milik Ole Romeny. Striker yang menjadi ujung tombak starting XI Garuda itu mencatatkan namanya di papan skor dan menjadi poros serangan sepanjang 90 menit.
Sejak wasit meniup peluit kick-off, Indonesia mengambil inisiatif menyerang. Formasi 4-3-3 yang dipasang pelatih menempatkan Romeny sebagai false nine yang bergerak bebas, menarik bek tengah Singapura keluar dari garis pertahanan. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola Indonesia mencapai 61 persen dengan 7 shots on target berbanding hanya 2 milik Singapura. Tekanan itu berbuah pada menit ke-23.
Menit Ke-23: Insting Romeny Pecah Kebuntuan
Menit ke-23, umpan terobosan dari lini tengah dilepaskan ke ruang antara bek kanan dan bek tengah Singapura. Romeny membaca celah itu lebih cepat dari siapa pun, melakukan sprint diagonal, lalu melepaskan tendangan kaki kanan dari sudut sempit ke tiang jauh. Bola menghujam jala. Skor 1-0. Gol itu adalah hasil dari positioning cerdas, bukan sekadar keberuntungan. VAR sempat mengecek potensi offside, namun garis kalibrasi menunjukkan Romeny masih onside sekitar setengah meter.
Singapura merespons dengan menaikkan garis pertahanan dan mencoba menekan melalui sayap kiri. Penguasaan bola sempat berimbang di menit ke-30 hingga 40. Namun, clean sheet di babak pertama nyaris terwujud andai bukan karena kesalahan antisipasi di menit ke-44. Tendangan sudut Singapura berhasil disundul dan mengubah skor menjadi 1-1 tepat sebelum turun minum. Babak pertama berakhir imbang, tapi momentum tetap di tangan Indonesia.
Babak Kedua: Dominasi dan Assist Mematikan
Memasuki babak kedua, Indonesia menaikkan intensitas pressing. Kartu kuning pertama di laga ini keluar pada menit ke-52 untuk gelandang Singapura yang menjatuhkan pemain Indonesia di luar kotak penalti. Dari situasi bola mati itu, Indonesia kembali unggul. Menit ke-58, Romeny kali ini berperan sebagai kreator. Ia menerima bola di sisi kanan, menggiring melewati satu pemain, lalu melepaskan umpan silang rendah yang diselesaikan rekan setimnya dari jarak dekat. Skor 2-1. Assist itu menjadi assist keduanya di turnamen ini.
Menit ke-71, Romeny hampir mencatatkan hat-trick andai tendangannya tidak membentur tiang gawang. Wasit sempat memberikan kartu kuning kepada bek Singapura karena pelanggaran taktis menghentikan serangan balik. Statistik akhir pertandingan menunjukkan Indonesia mencatat 18 tembakan dengan 9 shots on target, sementara Singapura hanya 6 tembakan dan 3 on target. Penguasaan bola Indonesia ditutup di angka 64 persen. Gol ketiga lahir pada menit ke-84 melalui serangan balik cepat yang kembali melibatkan pergerakan Romeny di lini depan.
Analisis: Peran Romeny dalam Skema Garuda
Secara taktis, kehadiran Romeny memberi dimensi berbeda pada lini serang Indonesia. Ia bukan tipikal striker yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Dalam laga ini, ia tercatat 4 kali melakukan dribel sukses, 3 key passes, dan 2 tembakan tepat sasaran. Pergerakannya membuka ruang bagi winger untuk masuk ke area pertahanan lawan. Pelatih Indonesia seusai laga menyebut performa anak asuhnya sebagai kombinasi disiplin dan insting tajam.
"Kami tahu Singapura akan bermain rapat. Kami butuh pemain yang bisa membuka ruang, dan Romeny melakukan itu. Gol dan assistnya adalah hasil kerja kolektif, tapi penyelesaiannya kelas satu," ujar pelatih dalam konferensi pers.
Dengan tambahan tiga poin ini, Indonesia memantapkan posisi di puncak klasemen Grup A. Laga melawan Singapura juga menjadi catatan penting bahwa lini pertahanan masih perlu perbaikan, terutama antisipasi bola mati. Namun, secara keseluruhan, clean sheet di babak kedua dan dominasi statistik menunjukkan progres nyata. Romeny, dengan gol dan assistnya malam ini, kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu striker paling berbahaya di kawasan ASEAN.
Comments (0)