Norwegia Hancurkan Inggris 2-0, Lolos Semifinal Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-0 untuk kemenangan telak Norwegia atas Inggris dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Lusail, Minggu malam (12/7). Dua gol yang lahir dari skema permainan cepat dan disipli...

Norwegia Hancurkan Inggris 2-0, Lolos Semifinal Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-0 untuk kemenangan telak Norwegia atas Inggris dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Lusail, Minggu malam (12/7). Dua gol yang lahir dari skema permainan cepat dan disiplin tinggi membuat The Three Lions harus mengakui keunggulan tim asuhan Ståle Solbakken. Kemenangan ini mengakhiri penantian Norwegia selama 43 tahun sejak terakhir kali kedua tim bertemu di Piala Dunia 1983—dan kali ini, pasukan Nordik tampil jauh lebih garang.

Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris yang diperkuat Jude Bellingham dan Bukayo Saka langsung mengambil inisiatif menyerang. Namun, lini belakang Norwegia yang dikomandoi kapten Leo Østigård mampu meredam setiap ancaman. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Solbakken berubah fleksibel menjadi 4-5-1 saat tanpa bola, membuat ruang gerak Saka dan Marcus Rashford di sayap sangat terbatas. Penguasaan bola tim asuhan Graham Potter sempat mencapai 58% di 15 menit pertama, tetapi tak satu pun berujung tembakan tepat sasaran.

Babak Pertama: Gol Cepat Haaland Hentak Mental Inggris

Menit ke-23, serangan balik mematikan Norwegia membuahkan hasil. Berawal dari sapuan David Møller Wolfe di area pertahanan, Martin Ødegaard mengirim umpan terobosan akurat ke ruang kosong di sisi kiri. Erling Haaland yang melakukan overlap menerima bola dan melewati John Stones sebelum melepaskan tendangan mendatar kaki kiri ke pojok kanan gawang Aaron Ramsdale. Skor berubah 1-0, assist dicatat atas nama Ødegaard, dan Haaland mencatat gol kelimanya di turnamen ini.

Gol tersebut mengejutkan skuad Inggris. Pasukan Potter berusaha merespons, tetapi Norwegia justru nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-34 lewat skema sepak pojuk. Sundulan Alexander Sørloth membentur mistar setelah lepas dari kawalan Marc Guéhi. Hingga turun minum, statistik menunjukkan shots on target Norwegia 2 - 0 Inggris. Dominasi penguasaan bola Inggris yang tinggi justru tak diiringi ancaman konkret ke gawang Ørjan Nyland.

Babak Kedua: Ganda Keunggulan dan Tembok Pertahanan Nordik

Memasuki babak kedua, Inggris melakukan dua pergantian pemain sekaligus: masuknya Cole Palmer dan Ollie Watkins menggantikan Rashford dan Harry Kane. Strategi ini meningkatkan intensitas serangan, tetapi organisasi pertahanan Norwegia tetap kokoh. Patrick Berg sebagai gelandang bertahan tampil gemilang memutus aliran bola ke Bellingham, sementara Julian Ryerson dan Wolfe disiplin menjaga lebar lapangan.

Puncaknya, pada menit 78, Norwegia menggandakan skor. Sebuah serangan dari sayap kanan yang dibangun Kristoffer Ajer berakhir dengan umpan silang mendatar ke kotak penalti. Haaland yang dikepung dua bek mampu menyundul bola ke arah Sørloth yang berdiri bebas. Sørloth tanpa kesulitan menceploskan si kulit bundar ke gawang yang sudah ditinggal Ramsdale. Assist untuk Haaland, dan kedudukan menjadi 2-0. Ini merupakan kontribusi gol ke-8 Haaland dalam satu edisi Piala Dunia (5 gol, 3 assist)—sebuah pencapaian luar biasa.

Setelah gol kedua, Norwegia semakin percaya diri. Mereka menurunkan tempo dengan penguasaan bola pendek, memancing frustrasi pemain Inggris. Kartu kuning untuk Declan Rice pada menit ke-84 akibat pelanggaran keras terhadap Ødegaard menambah catatan disiplin buruk Inggris. Hingga peluit panjang berbunyi, Inggris mencatatkan 3 shots on target dari total 11 tembakan, sedangkan Norwegia memiliki 5 shots on target dari 9 percobaan. Penguasaan bola akhir dimenangkan Inggris dengan 56%, namun efektivitas serangan mereka hanya 0,27 gol per tembakan (xG 0,9) berbanding 1,8 xG milik Norwegia.

Kutipan Pelatih: “Kami Eksekusi Rencana dengan Sempurna”

Ståle Solbakken memuji kedewasaan timnya.

“Kami tahu Inggris memiliki kualitas individu yang luar biasa, terutama di lini depan. Namun, para pemain menjalankan rencana dengan sabar. Kami menciptakan peluang dari transisi dan memanfaatkannya dengan efisien. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim,”
ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Ia juga menyoroti kontribusi Haaland yang semakin matang sebagai pemimpin serangan.

Di sisi lain, Graham Potter mengakui kelemahan timnya.

“Ini kekecewaan besar. Kami mengontrol penguasaan bola, tetapi tidak cukup klinis di area final. Norwegia bertahan dengan disiplin dan menghukum kami di serangan balik. Selamat untuk mereka,”
pungkas arsitek Inggris itu. Kekalahan ini memastikan bahwa Inggris kembali gagal menembus babak semifinal, melanjutkan hasil minor setelah tersingkir di perempat final Piala Dunia 2022 silam.

Norwegia kini akan menghadapi pemenang laga Brasil vs Maroko di babak semifinal. Dukungan statistik menunjukkan mereka sebagai salah satu tim paling efisien di turnamen: total 11 gol dari 4 laga, 3 clean sheet, dan tingkat konversi peluang mencapai 24 persen. Jika mampu mempertahankan performa seperti menghancurkan Inggris, bukan tak mungkin pasukan Solbakken akan mencatat sejarah baru bagi sepak bola Norwegia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User