North Shropshire — Konservatif Kalah di Basis yang Dikuasai 189 Tahun
LONDON — Partai Konservatif pimpinan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menelan kekalahan mengejutkan dalam pemilihan sela (by-election) di daerah pemil
LONDON — Partai Konservatif pimpinan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menelan kekalahan mengejutkan dalam pemilihan sela (by-election) di daerah pemilihan North Shropshire, Inggris tengah, Kamis (16/12/2021). Kekalahan ini teramat menyakitkan lantaran kursi parlemen di wilayah tersebut telah menjadi milik partai berjuluk Tory itu selama hampir dua abad lamanya.
Kandidat Liberal Democrat, Helen Morgan, keluar sebagai pemenang dengan meraup 17.957 suara. Ia unggul hampir 6.000 suara atas pesaingnya dari Partai Konservatif, Neil Shastri-Hurst. Hasil ini sekaligus meruntuhkan status North Shropshire yang selama ini dikenal sebagai salah satu benteng pertahanan teraman Tory di Inggris.
Dominasi 189 Tahun Runtuh Seketika
Dilansir dari media Inggris, Partai Konservatif telah mewakili North Shropshire di parlemen selama 189 tahun, dengan pengecualian periode singkat antara 1904 hingga 1906. Pada pemilihan umum 2019, partai ini bahkan menang mutlak di daerah pemilihan tersebut dengan keunggulan hampir 23.000 suara — sebuah margin yang nyaris mustahil dikejar oleh partai manapun.
Perubahan drastis hanya dalam kurun dua tahun memperlihatkan betapa dalamnya kekecewaan pemilih terhadap pemerintahan Johnson. Bagi banyak pengamat politik, hasil North Shropshire merupakan salah satu kejutan elektoral terbesar di Inggris dalam satu dekade terakhir, sekaligus bukti bahwa tidak ada lagi kursi yang benar-benar "aman" bagi Tory.
"Malam ini, rakyat North Shropshire telah berbicara atas nama rakyat Inggris. Mereka berkata dengan lantang dan jelas: Boris Johnson, pestamu sudah berakhir," ujar Morgan seusai penghitungan suara. "Negara kita menyerukan kehadiran seorang pemimpin. Tuan Johnson, Anda bukanlah pemimpin."
Pemilihan Sela Dipicu Skandal Lobi
Pemilihan sela ini digelar setelah anggota parlemen senior Owen Paterson melepaskan kursinya akibat skandal lobi yang mengguncang Westminster. Mundurnya sang veteran politik itu menyeret pemerintahan Johnson ke dalam kontroversi berkepanjangan dan memicu kemarahan publik terhadap etika politik di lingkungan pemerintah.
Skandal tersebut bukan satu-satunya masalah yang mendera Downing Street. Pemerintah juga tengah disorot tajam menyusul sejumlah laporan mengenai pesta-pesta yang digelar di lingkungan pemerintahan saat Inggris memberlakukan pembatasan sosial ketat — termasuk laporan terbaru yang memperlihatkan Johnson menjadi tuan rumah sebuah acara yang diduga melanggar aturan lockdown buatan pemerintahnya sendiri.
Pemberontakan Internal dan Sinyal Bahaya bagi Johnson
Kekalahan di North Shropshire — wilayah yang sebelumnya dianggap sebagai basis aman Tory — dinilai bisa menjadi pertanda kerugian elektoral yang lebih besar bagi partai Johnson di masa mendatang. Sang perdana menteri saat ini juga menghadapi pemberontakan serius di parlemen. Pekan ini, hampir 100 anggota parlemen Tory membangkang dengan menolak proposal pemerintah untuk menerapkan paspor Covid (Covid passes) di sejumlah tempat dan acara di Inggris.
Kombinasi skandal lobi, kemarahan publik atas dugaan pelanggaran lockdown, serta perpecahan internal partai menciptakan badai politik yang sempurna bagi Johnson. Kekalahan bersejarah ini memperbesar tanda tanya mengenai seberapa lama sang perdana menteri mampu mempertahankan kepercayaan dari partainya sendiri maupun dari publik Inggris.
Poin-Poin Kunci
- Helen Morgan dari Liberal Democrat menang dengan 17.957 suara, unggul hampir 6.000 suara atas kandidat Tory, Neil Shastri-Hurst.
- North Shropshire dikuasai Konservatif selama 189 tahun, kecuali periode singkat 1904–1906.
- Pada Pemilu 2019, Tory menang di wilayah ini dengan mayoritas hampir 23.000 suara.
- Pemilihan sela digelar menyusul mundurnya MP senior Owen Paterson akibat skandal lobi.
- Hampir 100 anggota parlemen Tory membangkang menolak rencana paspor Covid pemerintah.
Dengan hasil ini, tekanan terhadap kepemimpinan Boris Johnson diprediksi kian menguat dalam beberapa pekan ke depan. Bagi Liberal Democrat, kemenangan Morgan menjadi momentum berharga untuk membangun kembali kekuatan politik mereka menjelang pemilihan umum berikutnya. Sementara bagi Tory, North Shropshire adalah peringatan keras bahwa kepercayaan pemilih — betapapun kokoh tampaknya — bisa runtuh dalam semalam.
[SOCIAL_TWEET]: 🗳️ SEJARAH RUNTUH! Partai Konservatif Boris Johnson kalah telak di North Shropshire — basis yang dikuasai selama 189 tahun. Helen Morgan (Liberal Democrat) menang dengan selisih hampir 6.000 suara. "Boris Johnson, pestamu sudah berakhir." #NorthShropshire #BorisJohnson #UKPolitics [SOCIAL_TG]: 🔴 BERITA DUNIA — Tumbang setelah 189 tahun! Partai Konservatif Boris Johnson kalah mengejutkan dalam pemilihan sela North Shropshire. Liberal Democrat Helen Morgan menang dengan 17.957 suara. Kekalahan ini membayangi Johnson yang tengah didera skandal lobi dan pemberontakan internal partai. Selengkapnya di Beritainti.com
Comments (0)