Messi Berpesta, Argentina Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
Skor akhir 3-0 untuk La Albiceleste dalam laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 melawan Aljazair di Kansas City, Selasa (16/6) waktu setempat. Sang kapten Lionel Messi menjadi bintang lapangan dengan k...
Skor akhir 3-0 untuk La Albiceleste dalam laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 melawan Aljazair di Kansas City, Selasa (16/6) waktu setempat. Sang kapten Lionel Messi menjadi bintang lapangan dengan kontribusi dua gol yang membungkam perlawanan tim Afrika Utara itu.
Dominasi Sejak Peluit Awal
Argentina langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Lionel Scaloni bekerja mulus. Penguasaan bola mencapai 68 persen di babak pertama, menciptakan tekanan konstan ke jantung pertahanan Aljazair. Pada menit ke-12, Messi hampir membuka keunggulan lewat tendangan bebas melengkung, namun bola masih membentur mistar gawang.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-23. Sebuah umpan terobosan brilian dari Enzo Fernández memecah lini belakang Aljazair. Messi, yang bergerak tanpa bola dari posisi false nine, menerima bola dengan sentuhan pertama sempurna sebelum melepaskan tendangan chip melewati kiper yang sudah maju. Bola melayang anggun dan mendarat mulus di dalam gawang. Skor 1-0 untuk Argentina. Assist tersebut menjadi catatan krusial Fernández yang kembali menunjukkan visi bermain kelas dunia.
Aljazair mencoba merespons dengan serangan balik cepat. Striker andalan mereka, Baghdad Bounedjah, sempat mengancam pada menit ke-35 lewat skema serangan balik. Namun, Emiliano Martínez melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Argentina, sementara statistik tembakan tepat sasaran (shots on target) menunjukkan angka 5-1 untuk keunggulan La Albiceleste.
Pesta Messi dan Kartu Merah Kontroversial
Babak kedua baru berjalan tujuh menit, Argentina menggandakan keunggulan. Kembali Messi menjadi aktor utama. Berawal dari kemelut di kotak penalti hasil sepak pojok, bola liar jatuh ke kaki sang maestro pada menit ke-54. Dengan satu sentuhan, ia melepaskan tendangan keras ke atap gawang yang tak bisa dijangkau kiper lawan. Gol kedua Messi sekaligus memastikan dirinya meraih predikat man of the match.
Petaka bagi Aljazair datang pada menit ke-67. Bek tengah mereka, Aïssa Mandi, mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Lautaro Martínez. Wasit memberikan kartu merah dan Aljazair harus melanjutkan laga dengan 10 pemain. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Argentina untuk semakin menggenggam kendali permainan. Penguasaan bola Argentina melonjak hingga 73 persen, membuat tim lawan semakin terperangkap di area pertahanan sendiri.
Puncak kemenangan ditentukan oleh gol Lautaro Martínez pada menit ke-82. Menerima umpan silang mendatar dari Ángel Di María di sisi kanan, Lautaro melakukan penyelesaian klinis dari jarak dekat. Gol ini membuat skor menjadi 3-0 dan mengunci tiga poin perdana bagi Argentina. VAR melakukan pengecekan singkat memastikan tidak ada offside dalam proses gol tersebut.
“Penampilan sempurna. Messi menunjukkan mengapa dia adalah pemain terbaik sepanjang masa. Namun yang lebih penting adalah kolektivitas tim dan clean sheet ini,” ujar Scaloni dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Analisis Statistik dan Posisi Klasemen
Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan dominasi mutlak. Mereka melepaskan total 9 tembakan tepat sasaran berbanding 2 milik Aljazair. Akurasi umpan mencapai angka impresif 89 persen, menunjukkan sirkulasi bola yang rapi dan sabar. Di sisi lain, lini pertahanan Argentina juga layak mendapat kredit tinggi. Duet bek tengah Cristian Romero dan Nicolás Otamendi disiplin meredam setiap upaya serangan lawan, membantu Martínez mencatatkan clean sheet penting di laga pembuka.
Kemenangan ini menempatkan Argentina di puncak klasemen sementara Grup J dengan selisih gol superior. Performa ini menjadi sinyal kuat bagi pesaing mereka di grup, sekaligus membuktikan kesiapan skuad untuk mempertahankan gelar juara dunia. Pertandingan selanjutnya, Argentina akan menghadapi Belgia yang menjadi ujian sesungguhnya untuk mengukur kedalaman skuad dan konsistensi performa mereka di turnamen ini.
Baca juga:
Comments (0)