Adam Alis Ungkap Status di Timnas setelah Melewatkan TC di Bali
Adam Alis akhirnya memecah keheningan. Gelandang andalan Borneo FC itu buka suara soal posisinya di Timnas Indonesia setelah tak ikut ambil bagian dalam pemusatan latihan (TC) yang digelar di Bali. Da...
Adam Alis akhirnya memecah keheningan. Gelandang andalan Borneo FC itu buka suara soal posisinya di Timnas Indonesia setelah tak ikut ambil bagian dalam pemusatan latihan (TC) yang digelar di Bali. Dalam pernyataan eksklusif, pemain 31 tahun itu menegaskan bahwa absennya bukan karena masalah disiplin atau cedera serius, melainkan murni keputusan teknis dari staf pelatih.
“Saya menghormati sepenuhnya pilihan pelatih. TC ini untuk pemain yang memang diproyeksikan dalam skema terdekat. Saya tidak masuk dalam daftar, itu hal wajar dalam sepak bola profesional. Yang penting saya terus bekerja keras dan siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Adam Alis. Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang beredar di kalangan suporter yang mempertanyakan hilangnya namanya dari daftar 30 pemain yang dipanggil Patrick Kluivert.
Kompetisi Sengit di Lini Tengah Garuda
Absennya Adam Alis dari TC Bali menyorot ketatnya persaingan di sektor gelandang Timnas Indonesia. Di bawah arahan Patrick Kluivert, posisi gelandang tengah dan gelandang serang diisi oleh nama-nama seperti Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Thom Haye, dan Ricky Kambuaya. Dengan formasi 4-3-3 atau 3-4-3 yang kerap digunakan, stok pemain di lini kedua sangat melimpah.
Secara statistik, Adam Alis sebenarnya memiliki catatan klub yang kompetitif musim ini. Bersama Borneo FC di Liga 1 2025/2026, ia telah tampil dalam 15 pertandingan, menyumbang 2 gol dan 3 assist, dengan rata-rata operan sukses mencapai 84% per laga. Ia juga mencatatkan 1,2 key pass per 90 menit—angka yang menunjukkan kemampuannya membuka ruang. Namun, Kluivert tampaknya lebih mengutamakan pemain dengan intensitas bertahan lebih tinggi dan mobilitas vertikal.
“Kami memantau semua pemain. Adam adalah profesional sejati, tetapi saat ini kami ingin melihat kombinasi lain yang lebih sesuai dengan filosofi pressing tinggi. Pintu tim nasional selalu terbuka untuk siapa pun yang menunjukkan performa terbaiknya di klub,” demikian pernyataan Kluivert yang dikutip dari kanal resmi PSSI saat mengumumkan skuad TC Bali.
Data dan Jejak Karier di Timnas
Adam Alis bukan wajah baru di skuad Garuda. Pemain kelahiran Jakarta, 19 Desember 1993 itu telah mengoleksi 11 caps bersama tim nasional senior. Debutnya terjadi pada tahun 2019 di bawah asuhan Simon McMenemy, dan ia sempat menjadi bagian dari skuad yang berlaga di Piala AFF 2020. Penampilan terakhirnya bersama Timnas terjadi pada laga uji coba melawan Timor Leste, Januari 2022, di mana ia masuk sebagai pemain pengganti.
Selama berseragam Garuda, Adam Alis kerap diplot sebagai deep-lying playmaker yang bertugas mendistribusikan bola dari lini kedua. Meski belum mencetak gol, ia menyumbang 2 assist dan mencatatkan akurasi umpan di atas 82%. Kendati demikian, pergantian pelatih dan perubahan pendekatan taktik membuat menit bermainnya di level internasional menyusut.
Mundurnya dari daftar TC Bali bukanlah akhir segalanya. Kompetisi domestik masih panjang, dan Adam Alis—yang dikenal dengan visi bermain serta shooting dari luar kotak penalti—memiliki kesempatan untuk kembali mengukir statistik cemerlang yang bisa menarik perhatian tim pelatih Timnas.
Respons Penggemar dan Masa Depan Sang Gelandang
Di media sosial, absennya Adam Alis memicu reaksi beragam. Tagar #PanggilAdamAlis sempat menggema di platform X. Sebagian penggemar menilai pengalaman dan ketenangannya dalam penguasaan bola masih dibutuhkan, terutama saat Timnas menghadapi lawan-lawan dengan pressing agresif di babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027. Namun, ada pula yang mendukung keputusan Kluivert untuk memberi ruang kepada pemain muda seperti Arkhan Fikri dan Marselino.
Yang pasti, Adam Alis memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Usai melewatkan TC Bali, ia langsung kembali berlatih bersama Borneo FC dan tampil penuh selama 90 menit pada laga terakhir melawan Persis Solo. Dalam pertandingan tersebut, ia mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dan satu assist, membuktikan bahwa api kompetisinya masih menyala.
“Timnas adalah kebanggaan. Saya tidak akan pernah menutup pintu. Jika performa saya layak, saya yakin pelatih akan memanggil. Sekarang saya fokus membawa Borneo ke papan atas,” pungkasnya.
Dengan kalender FIFA yang masih menyisakan sejumlah laga penting, nama Adam Alis bisa kembali mencuat andai konsistensinya terus terjaga. Sepak bola selalu memberi ruang bagi pemain yang tak kenal menyerah.
Baca juga:
Comments (0)