Merino Ukir Sejarah saat Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Spanyol 2-1 Belgia. Mikel Merino mencatatkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia setelah gol penentu kemenangan di menit ke-78 membawa La Furia Roja lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Dalam laga ...
Spanyol 2-1 Belgia. Mikel Merino mencatatkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia setelah gol penentu kemenangan di menit ke-78 membawa La Furia Roja lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Dalam laga perempat final yang berlangsung dramatis di Stadion MetLife, New Jersey, Merino menjadi pahlawan sekaligus menorehkan rekor sebagai gelandang Spanyol pertama yang mencetak gol di tiga laga fase gugur secara beruntun dalam satu edisi Piala Dunia.
Jalannya Pertandingan: Drama Dua Babak yang Kontras
Spanyol mengawali laga dengan formasi 4-3-3 andalan Luis de la Fuente, menempatkan Merino sebagai gelandang box-to-box mendampingi Pedri dan Rodri. Belgia, di bawah komando Domenico Tedesco, memilih skema 3-4-2-1 yang menyulitkan alur serangan Spanyol di 30 menit awal. Hasilnya, mengejutkan: Belgia unggul terlebih dahulu lewat sundulan Romelu Lukaku pada menit ke-24. Berawal dari situasi bola mati, umpan silang Kevin De Bruyne melengkung sempurna ke tiang jauh, Lukaku menanduk bola tanpa mampu dihalau Unai Simón. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola Spanyol 63%, namun hanya menghasilkan dua shots on target. Belgia efektif dengan tiga tembakan tepat sasaran dari total empat percobaan.
Memasuki babak kedua, Spanyol meningkatkan intensitas tekanan. Pergantian taktis De la Fuente dengan memasukkan Ansu Fati di sayap kiri mulai membuka ruang. Gol penyama kedudukan lahir pada menit ke-61 melalui skema serangan balik cepat. Pedri merebut bola di lini tengah, menusuk ke kotak penalti dan melepaskan umpan tarik terukur yang disambut tendangan first-time Merino dari dalam kotak 16 meter. Bola bersarang di pojok kiri bawah gawang Koen Casteels tanpa ampun. Merino berlari ke sudut lapangan, merayakan gol ketiganya di turnamen ini — setelah sebelumnya membobol gawang Maroko di babak 16 besar dan Jerman di perempat final.
Setelah skor imbang, tempo permainan kian memanas. Belgia nyaris kembali memimpin andai tendangan voli De Bruyne di menit ke-70 tidak membentur mistar gawang Simón. Namun, momen penentu terjadi pada menit ke-78. Berawal dari tendangan sudut Pedri yang disapu lini belakang Belgia, bola jatuh di kaki Merino di luar kotak penalti. Tanpa ragu, gelandang Atalanta itu melepaskan tendangan roket kaki kiri yang melesat deras ke sudut kanan atas gawang. Casteels hanya terpaku. Skor berubah 2-1 untuk Spanyol, dan gol ini menjadi gol kemenangan. Hingga peluit panjang berbunyi, Belgia tak mampu membalas meski mendapatkan dua peluang emas di masa injury time. Total shots on target Spanyol 7 berbanding 4 milik Belgia, dengan penguasaan bola akhir 58%-42%. Dua kartu kuning tercatat untuk masing-masing tim, dan VAR sempat memeriksa potensi offside gol Merino sebelum akhirnya disahkan.
Merino dan Rekor Istimewa: Gelandang Pencetak Sejarah
Dengan dua golnya malam itu, Merino tidak hanya membawa Spanyol ke semifinal, tetapi juga menorehkan pencapaian individu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menjadi gelandang Spanyol pertama yang mencetak gol dalam tiga pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun di edisi yang sama. Total, ia kini mengoleksi empat gol di Piala Dunia 2026, menyamai catatan legenda seperti David Villa dan Fernando Torres dalam satu turnamen. Data dari Opta mencatat, Merino mencatatkan akurasi oper 91%, tiga tekel sukses, dan dua intersep krusial — performa dua arah yang sempurna. Rekor tambahan: keempat golnya di turnamen ini semuanya tercipta dari luar kotak penalti, sebuah statistik yang menegaskan spesialisasi tembakan jarak jauh sang pemain.
Kontribusinya di Piala Dunia 2026 semakin mengukuhkan status Merino sebagai salah satu gelandang paling komplet di dunia. Sejak debutnya di tim nasional pada 2020, ia telah menjelma menjadi jenderal lini tengah yang tak tergantikan, menggabungkan visi bermain khas Spanyol dengan fisik dan determinasi ala gelandang Inggris. Malam di MetLife itu, ia menulis babak baru dalam buku emas La Furia Roja.
Reaksi Pelatih dan Rekan Setim
"Kami tahu Mikel adalah pemain spesial. Dia selalu hadir di momen-momen besar. Gol keduanya malam ini adalah contoh sempurna dari kualitas individu yang mampu mengubah arah pertandingan," ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers pasca laga.
Sementara itu, kapten Rodri menambahkan, "Dia bekerja keras seperti biasa, tapi penyelesaiannya sungguh kelas dunia. Kami beruntung memilikinya." Dari kubu Belgia, pelatih Tedesco mengakui keunggulan Spanyol dan menyayangkan kegagalan memanfaatkan peluang di babak pertama. "Kami kecewa, tapi bangga dengan perjuangan pemain. Selisih tipis seperti ini yang membedakan juara dan yang tersingkir," katanya.
Dengan hasil ini, Spanyol melaju ke semifinal untuk keempat kalinya dalam enam edisi terakhir Piala Dunia, menambah optimisme tinggi untuk mengulang kejayaan 2010. Mereka akan menunggu pemenang antara Brasil dan Inggris di babak empat besar. Sementara itu, mata dunia terus tertuju pada Mikel Merino, sang pencetak sejarah yang mungkin belum selesai menulis kisahnya di panggung terbesar sepak bola planet ini.
Baca juga:
Comments (0)