Gol Telat Oyarzabal Pastikan Tiket 16 Besar untuk Spanyol
Skor akhir 3-1 untuk Spanyol atas Austria memastikan satu tempat di babak 16 besar. Laga yang digelar di Stadion Hollywood Park, Inglewood, Kamis (2/7) waktu setempat itu menampilkan drama lima menit ...
Skor akhir 3-1 untuk Spanyol atas Austria memastikan satu tempat di babak 16 besar. Laga yang digelar di Stadion Hollywood Park, Inglewood, Kamis (2/7) waktu setempat itu menampilkan drama lima menit terakhir yang mengubah segalanya. Mikel Oyarzabal, pemain sayap kiri berusia 22 tahun, menjadi pahlawan lewat gol penutupnya pada menit ke-89.
Jalannya Pertandingan: Austria Mengejutkan di Awal
Austria memulai laga dengan formasi 4-2-3-1 dan langsung memberikan tekanan tinggi. Pelatih Ralf Rangnick menginstruksikan anak asuhnya untuk mengeksploitasi sisi lebar, dan hanya dalam 12 menit, skema itu nyaris membuahkan hasil. Umpan silang Konrad Laimer dari kanan berhasil disundul Marko Arnautovic, namun sayang bola masih membentur tiang gawang Unai Simón. Spanyol yang turun dengan starting XI terbaiknya, formasi 4-3-3, tampak kesulitan keluar dari tekanan. Penguasaan bola mereka yang biasanya di atas 70% terpangkas menjadi hanya 54% di 30 menit pertama. Pedri yang menjadi poros serangan tak bisa leluasa mendistribusikan bola karena pressing ketat Xaver Schlager.
Titik balik terjadi di menit ke-34. Sebuah serangan balik cepat yang dibangun dari kaki Nico Williams di sayap kiri berakhir dengan pelanggaran di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah mengecek VAR untuk memastikan kontak antara Stefan Posch dan Morata. Sang kapten Álvaro Morata maju sebagai eksekutor dan menempatkan bola ke sudut kiri bawah gawang Heinz Lindner. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama: shots on target Spanyol 2, Austria 4; penguasaan bola tipis 51% untuk Spanyol.
Babak Kedua: Gol-Gol Penentu dan Kartu Merah
Selepas jeda, Spanyol meningkatkan intensitas. Pelatih Luis de la Fuente memasukkan Dani Olmo menggantikan Gavi yang mengalami sedikit masalah hamstring. Perubahan itu langsung berdampak. Menit ke-53, Olmo mengirim umpan terobosan ke Lamine Yamal yang berlari di sayap kanan. Yamal melepaskan tembakan melengkung yang ditepis Lindner, namun bola muntah disambar Fabián Ruiz dari luar kotak. Skor menjadi 2-0, dan Spanyol mulai mengontrol permainan.
Austria tak menyerah. Menit ke-67, mereka memperkecil kedudukan lewat skema sepak pojok. Umpan Marcel Sabitzer disundul Martin Hinteregger dan menggetarkan jala Simón. Skor 2-1 membuat laga kembali terbuka. Austria meningkatkan penguasaan bola hingga mencapai 48% dan mencatat tiga tembakan tepat sasaran hanya dalam 10 menit berikutnya. Ketegangan memuncak saat Alejandro Balde menerima kartu kuning kedua karena menghentikan laju Christoph Baumgartner pada menit ke-76. Spanyol harus bermain dengan 10 orang.
Saat Austria terus menekan, De la Fuente melakukan perubahan berani: menarik Morata dan memasukkan Mikel Oyarzabal. Keputusan itu terbukti brilian. Di menit ke-89, sebuah serangan balik yang dibangun dari clearance Aymeric Laporte menemui Yamal di kanan. Umpan silang datar Yamal diteruskan Oyarzabal dengan sontekan kaki kiri dari jarak enam meter, persis di depan gawang yang kosong karena Lindner sudah bergerak ke kanan. Gol ketiga Spanyol memastikan kemenangan. Oyarzabal langsung berlutut dan menunjuk ke langit dalam selebrasi emosional.
Analisis Taktik dan Statistik Kunci
Formasi awal Spanyol 4-3-3 menitikberatkan penguasaan bola, tetapi Austria berhasil meredamnya di 30 menit pertama dengan blok tengah yang rapat. Pemain kunci Austria, Konrad Laimer, mencatat 8 tekel sukses dan 12 recoveries—terbanyak di lapangan. Namun, kehadiran Yamal di sayap kanan terbukti menjadi pembeda. Winger berusia 17 tahun itu mencatat assist untuk gol kedua dan ketiga, total menciptakan 5 peluang sepanjang laga. Statistik akhir menunjukkan Spanyol unggul penguasaan bola 55% berbanding 45%, tembakan tepat sasaran 7 berbanding 6, dan expected goals (xG) 2.1 vs 1.4.
Kartu merah Balde nyaris menjadi petaka, tetapi disiplin lini belakang yang dipimpin Robin Le Normand mencegah Austria menambah gol. Clean sheet memang gagal, tetapi Simón mencatat 5 penyelamatan krusial. Gol Oyarzabal menjadi yang ke-15 untuk tim nasional, sekaligus menegaskan perannya sebagai supersub—6 dari 15 golnya tercipta setelah masuk dari bangku cadangan.
“Mikel adalah pemain dengan naluri gol tinggi. Saya tidak ragu memasukkannya meski situasi sulit. Dia punya kemampuan membaca ruang yang jarang dimiliki pemain seusianya. Hari ini dia membuktikan itu,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
Austria harus pulang dengan kepala tegak. Rangnick memuji semangat juang timnya: “Kami memberi perlawanan sengit melawan salah satu favorit juara. Sepak bola kadang kejam, tapi pengalaman ini akan berharga.” Austria menyelesaikan turnamen dengan satu poin dari tiga laga, sementara Spanyol melaju ke babak 16 besar sebagai juara grup.
Dengan hasil ini, Spanyol akan menghadapi runner-up Grup F di babak 16 besar. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung tiga hari lagi. Panggung Piala Dunia kini menanti langkah La Roja lebih jauh.
Baca juga:
Comments (0)