Meriahnya Senior Happy Run 5K di Kementerian Pariwisata 2026
Suasana halaman Kantor Kementerian Pariwisata pada Minggu pagi (15/3) jauh berbeda dari biasanya. Bukan rapat atau acara kenegaraan, melainkan gemuruh langkah kaki ratusan peserta lanjut usia yang men...
Suasana halaman Kantor Kementerian Pariwisata pada Minggu pagi (15/3) jauh berbeda dari biasanya. Bukan rapat atau acara kenegaraan, melainkan gemuruh langkah kaki ratusan peserta lanjut usia yang mengikuti Senior Happy Run 5K 2026. Ajang yang diinisiasi oleh Paguyuban Pensiunan Pariwisata (PARAPENSPAR) ini sukses menyedot perhatian dan menghadirkan energi positif bagi seluruh yang hadir.
Acara dibuka resmi pukul 06.30 WIB dengan pelepasan balon ke udara oleh Ketua Umum PARAPENSPAR, didampingi perwakilan Kementerian Pariwisata. Tampak sekitar 800 peserta yang didominasi warga berusia 50 tahun ke atas sudah memadati garis start sejak subuh. Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan beberapa mantan pejabat tinggi di sektor pariwisata era 80-an hingga 2000-an turut ambil bagian. Rute lari sepanjang lima kilometer didesain cukup landai dengan tiga titik putar di sekitar kompleks perkantoran, sehingga aman bagi para senior.
Persiapan Matang demi Kenyamanan Peserta
Panitia telah bekerja selama tiga bulan penuh untuk memastikan setiap detail acara berjalan lancar. Tenda kesehatan lengkap dengan tenaga medis dan dua unit ambulans disiagakan di sepanjang rute. Pemeriksaan tekanan darah dan kadar oksigen wajib dilakukan setiap peserta sebelum mengambil nomor dada. "Kami tak mau mengambil risiko. Peserta adalah aset bangsa yang pernah berjasa memajukan pariwisata Indonesia," ujar Koordinator Acara, Suryadi Miharja, saat ditemui di sela kegiatan.
Selain aspek kesehatan, panitia juga menyediakan tujuh pos hidrasi yang tak hanya menyediakan air mineral, tetapi juga minuman elektrolit rendah gula dan potongan buah segar. Di setiap pos, relawan sigap menyemprotkan air ke wajah peserta yang mulai kelelahan. Uniknya, ada pos khusus bertema nostalgia yang dipenuhi musik keroncong dan dangdut lawas, membuat para pelari sejenak bergoyang sebelum melanjutkan langkah.
Bukan Sekadar Lomba Lari, Melainkan Reuni Akbar
Dari garis start, terlihat wajah-wajah ceria dan penuh semangat. Sejumlah peserta memilih berjalan kaki sambil berbincang, sementara yang lain benar-benar menunjukkan performa lari yang mengagumkan. Di antara mereka ada Hartono (67) yang berhasil finis di urutan 12 besar dengan catatan waktu 32 menit 15 detik. "Saya menjaga ritme sejak kilometer pertama. Kuncinya jangan gengsi, dengar kata tubuh," tuturnya sambil meregangkan kaki.
Namun, esensi utama acara ini sesungguhnya adalah silaturahmi. Para pensiunan yang sudah puluhan tahun tak berjumpa akhirnya bisa bercengkerama, bertukar cerita, hingga mengenang masa-masa bertugas di berbagai ajang promosi wisata mancanegara. "Kami ini seperti keluarga besar yang kangen-kangenan. Lari hanya bonus, yang penting kumpul," celetuk Retno Widuri (63), mantan staf promosi di Australia, disambut tawa kawannya.
Apresiasi untuk Pelestarian Gaya Hidup Aktif
Menteri Pariwisata dalam sambutan virtualnya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PARAPENSPAR. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong penuaan aktif dan sehat. Data menunjukkan, partisipasi lansia dalam kegiatan olahraga masyarakat meningkat 18% dibanding tahun sebelumnya, dan acara seperti ini dinilai menjadi katalisator penting.
Pada sesi penghargaan, panitia menyediakan kategori unik seperti "Pelari Tertua" yang diraih oleh Soetjipto (81), "Kostum Paling Nostalgia" untuk peserta yang mengenakan seragam promosi wisata tahun 1990, serta "Pasangan Terkompak" untuk suami istri yang finis bergandengan. Pemenang utama 5K diraih oleh Bambang Hermanto (58) dengan catatan waktu 24 menit 48 detik. "Rahasianya cuma rutin lari pagi dan jaga pola makan. Nggak ada yang spesial, yang penting disiplin," ungkapnya.
Rangkaian acara ditutup dengan senam bersama dan undian puluhan doorprize, mulai dari paket wisata domestik hingga peralatan rumah tangga. Saat mentari meninggi, peserta satu per satu meninggalkan area Kementerian dengan senyum puas. Tak sedikit yang sudah menanyakan jadwal Senior Happy Run tahun depan. Bagi mereka, berlari bukan lagi soal kecepatan, melainkan tentang merayakan kehidupan di usia senja dengan penuh suka cita.
Baca juga:
Comments (0)