Megawati Obral Janji Kalahkan Red Sparks, Debut Panas di Hillstate
Laga pembuka musim reguler V-League 2026/2027 bakal menyajikan aroma balas dendam yang kental. Megawati Hangestri Pertiwi, yang kini berseragam Hyundai Hillstate, secara terbuka menyatakan hasratnya u...
Laga pembuka musim reguler V-League 2026/2027 bakal menyajikan aroma balas dendam yang kental. Megawati Hangestri Pertiwi, yang kini berseragam Hyundai Hillstate, secara terbuka menyatakan hasratnya untuk menumbangkan mantan timnya, Red Sparks, dalam duel perdana yang mempertemukan kedua kubu. Tidak hanya sekadar menang, pemain asal Indonesia itu terang-terangan ingin mendominasi pertandingan sejak peluit awal berbunyi. "Saya tidak sabar untuk kembali ke lapangan dan membuktikan bahwa Hillstate adalah tempat yang tepat bagi saya. Target pribadi? Hancurkan Red Sparks," ujar Megawati dalam sesi jumpa pers virtual, Kamis kemarin. Pernyataan itu sontak memanaskan atmosfer persaingan yang sudah terjalin sejak ia memutuskan hengkang secara mengejutkan pada bursa transfer musim panas lalu.
Tekad membara itu bukan tanpa alasan. Megawati menjadi salah satu rekrutan paling gemilang Hillstate menjelang musim anyar, menyusul statistik impresifnya selama dua musim berseragam Red Sparks. Dengan formasi andalan 6-2 yang kerap diterapkan pelatih kepala, keberadaan opposite hitter berpostur 185 sentimeter itu diyakini akan menjadi pembeda. Beban ekspektasi jelas menggunung, tapi Megawati justru melihatnya sebagai bensin untuk tampil lebih eksplosif. Ia pun menegaskan bahwa momen jumpa Red Sparks bukanlah sekadar nostalgia, melainkan panggung pembuktian diri.
Rivalitas yang Terbangun Sejak Ruang Negosiasi
Hubungan Megawati dan Red Sparks mulai memanas jauh sebelum koper-kopernya berangkat ke Suwon. Proses negosiasi kontrak yang alot di akhir musim 2025/2026 menyisakan luka tersendiri. Beberapa sumber internal menyebut, keputusan manajemen Red Sparks untuk tidak memenuhi klausul kenaikan gaji sesuai performa menjadi pemicu utama perpisahan ini. Padahal, di musim tersebut, Megawati sukses mencetak 493 poin dari 34 pertandingan—sebuah angka yang menempatkannya di papan atas daftar pencetak angka terbanyak liga. Persentase serangan suksesnya menyentuh 41,2 persen, dengan total 42 ace yang menjadi bukti ketajaman servisnya.
Ketika Hillstate datang dengan paket kontrak yang lebih kompetitif secara finansial dan jaminan peran utama, Megawati tak butuh waktu lama untuk mengiyakan. Namun, manajemen Red Sparks sempat melontarkan pernyataan bernada menyesalkan langkah pemain bintangnya itu. Semenjak saat itu, setiap pertemuan kedua tim diselimuti tensi tinggi. Megawati sendiri mengaku tidak ambil pusing. "Saya profesional. Tapi di lapangan, saya akan tunjukkan kenapa saya layak dihargai lebih," katanya. Kini, laga kontra mantan klub bukan hanya soal poin klasemen, tapi juga tentang gengsi.
Statistik Impresif Menjadi Senjata Utama
Jika menilik data performa Megawati sepanjang dua musim terakhir, keyakinan Hillstate untuk menjadikannya ujung tombak serangan sangatlah beralasan. Pada musim 2024/2025, ia mencatat rerata 13,6 poin per laga dengan efisiensi serangan mencapai 39,8 persen. Angka itu melonjak pada musim berikutnya saat ia mulai lebih adaptif dengan ritme permainan cepat ala V-League. Di musim 2025/2026, rerata poinnya naik ke angka 14,5 per pertandingan, sementara kontribusinya di area blok juga meningkat dari 0,4 menjadi 0,7 blok per set. Total kill blocks-nya menyentuh 52, menjadikannya salah satu opposite dengan pertahanan net paling solid.
Yang lebih menarik, Megawati juga berkembang dalam aspek menerima bola. Dari semula hanya difokuskan pada serangan, musim lalu ia mulai lebih sering terlibat dalam pola receive dengan persentase keberhasilan 47,6 persen—sebuah capaian yang cukup tinggi untuk pemain dengan postur jangkung. Hillstate jelas akan memaksimalkan insting menyerangnya yang tajam. Dalam laga uji coba pramusim melawan IBK Altos, Megawati sudah langsung menunjukkan tajinya dengan memborong 27 poin dan tiga ace, membawa Hillstate menang 3-1. Duetnya dengan setter veteran Kim Da-in diprediksi akan menjadi kunci pembuka lini belakang Red Sparks yang musim ini kehilangan libero senior mereka.
Ko Hee Jin, Sosok Target Spesial di Seberang Net
Di tengah riuhnya persaingan tim, ada satu figur yang ditunggu-tunggu Megawati secara personal: Ko Hee Jin. Sang pelatih kepala Red Sparks adalah arsitek di balik perkembangan pesatnya selama dua tahun terakhir. Ko Hee Jin yang dikenal dengan pendekatan keras dan taktis, kerap memberikan porsi latihan tambahan serta kepercayaan penuh kepada Megawati di momen-momen krusial. Bahkan, dalam sejumlah wawancara akhir musim lalu, Ko Hee Jin menyebut Megawati sebagai "pemain paling loyal dan mudah diarahkan" di skuadnya.
Namun, di balik hubungan baik itu, duel melawan mentor akan menjadi ujian mental tersendiri. Megawati tidak menampik rasa rindunya pada sang pelatih, tetapi itu tidak mengurangi nafsu untuk mengalahkan. "Coach Ko tahu semua kekuatan dan kelemahan saya. Tapi saya juga tahu gaya melatihnya. Ini akan jadi duel yang sangat personal dan emosional, tapi saya harus tetap tenang dan fokus pada taktik tim," ungkapnya. Pihak Red Sparks sendiri belum mengeluarkan respons resmi terhadap pernyataan Megawati, meskipun sejumlah pemain seperti outside hitter Lee So-young sempat melontarkan candaan di media sosial bahwa mereka akan menyambut mantan rekan setimnya dengan pertahanan ketat.
Duel perdananya akan digelar di Suwon Gymnasium, kandang Hillstate, pada akhir Oktober mendatang. Ribuan tiket sudah dikabarkan ludes dalam waktu dua jam setelah dibuka penjualan, pertanda bahwa laga ini sudah ditunggu jauh-jauh hari oleh para penggemar voli Tanah Air maupun pengikut V-League di Asia Tenggara. Megawati memastikan kondisinya dalam tahap prima dan tak sabar merasakan atmosfer bermusuhan dari tribun yang kini akan menjadi pendukung penuh di belakangnya. Dengan data dan determinasi yang dimatangkan, Mega—sapaan akrabnya—siap menulis babak baru yang lebih panas dalam kariernya di Korea Selatan.
Baca juga:
Comments (0)