Mbappe dan Olise Bawa Prancis Lumat Swedia di 32 Besar
Stadion MetLife, East Rutherford, bergemuruh pada Selasa malam, 30 Juni 2026, saat Prancis mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia. Skor akhir...
Stadion MetLife, East Rutherford, bergemuruh pada Selasa malam, 30 Juni 2026, saat Prancis mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia. Skor akhir ini tercipta berkat aksi brilian Kylian Mbappe yang mencetak dua gol dan satu assist, dengan Michael Olise tampil sebagai kreator utama di lini tengah.
Sejak peluit awal dibunyikan, Les Bleus langsung mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola mencapai 62 persen untuk Prancis, sementara Swedia lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Statistik menunjukkan shots on target Prancis mencapai 8 dari 16 percobaan, berbanding terbalik dengan Swedia yang hanya mencatatkan 2 tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Babak Pertama: Dominasi dan Gol Pembuka Mbappe
Prancis turun dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Mbappe sebagai ujung tombak yang didukung trio Olise, Griezmann, dan Dembélé. Sementara itu, Swedia mengandalkan formasi 4-4-2 klasik dengan Isak dan Gyökeres di lini depan. Starting XI Prancis menunjukkan kedalaman skuad yang menakutkan, dengan Tchouaméni dan Camavinga sebagai poros ganda.
Menit ke-18, peluang emas pertama hadir. Umpan silang mendatar Theo Hernández dari sisi kiri berhasil disambut Mbappe, namun tendangannya masih membentur tiang gawang. Tekanan terus membangun hingga akhirnya pada menit ke-31, gol pembuka tercipta. Berawal dari pergerakan cerdik Olise yang menusuk dari sisi kanan, ia melepaskan umpan tarik ke kotak penalti yang langsung disambar Mbappe dengan tendangan first-time ke sudut bawah gawang. Skor 1-0 untuk Prancis.
Perayaan gol itu menjadi momen yang diabadikan fotografer AP, memperlihatkan Mbappe merayakan gol bersama Olise yang menjadi arsitek assist. Ekspresi keduanya mencerminkan kerja sama apik antara pemain bintang PSG dan gelandang Crystal Palace tersebut. Olise, yang tampil sebagai starter menggantikan peran Nkunku yang cedera, benar-benar memanfaatkan kesempatan emas ini.
Babak Kedua: Kartu Merah dan Pesta Gol
Memasuki babak kedua, Swedia mencoba keluar dari tekanan. Namun, bencana datang pada menit ke-56. Bek tengah Victor Lindelöf menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Mbappe yang sedang dalam posisi menguntungkan. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah setelah sebelumnya Lindelöf sudah mendapat kartu kuning di babak pertama. Swedia harus bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Prancis. Menit ke-63, kembali Olise yang menjadi kreator. Kali ini melalui skema tendangan bebas yang dieksekusi pendek, Olise mengirimkan bola lambung ke kotak penalti. Mbappe, dengan timing lompatan sempurna, menanduk bola ke gawang untuk gol keduanya. Hat-trick nyaris tercipta ketika di menit ke-75 Mbappe kembali mendapat peluang emas, tetapi tendangannya diblok kiper.
Prancis semakin mendominasi dengan penguasaan bola yang meningkat menjadi 68 persen setelah kartu merah. Pelatih Didier Deschamps memasukkan Kingsley Coman dan Randal Kolo Muani untuk menjaga intensitas. Gol penutup akhirnya lahir pada menit ke-82. Kali ini giliran Mbappe yang menjadi pemberi assist. Akselerasi eksplosifnya di sisi kiri meninggalkan dua bek Swedia sebelum mengirimkan bola ke Coman yang berdiri bebas di tiang jauh. Tendangan mendatar Coman mengubah skor menjadi 3-0.
Analisis Pemain Kunci dan Statistik
Kylian Mbappe layak dinobatkan sebagai pemain terbaik. Dua gol dan satu assist menjadi bukti ketajamannya. Namun, penampilan Michael Olise juga patut diacungi jempol. Dua assist dari pemain berusia 24 tahun ini menunjukkan visi bermain dan akurasi umpan yang tinggi. Statistik mencatat Olise menciptakan 5 peluang, dengan akurasi umpan mencapai 89 persen.
Di kubu Swedia, Alexander Isak dan Dejan Kulusevski kesulitan menembus pertahanan Prancis yang dikawal solid oleh Dayot Upamecano dan Ibrahima Konaté. Keduanya hanya mampu melepaskan total 3 tembakan sepanjang laga, dan tidak ada yang tepat sasaran hingga menit ke-80. Kiper Mike Maignan pun mencatatkan clean sheet dengan hanya satu penyelamatan penting di babak pertama dari sundulan Gyökeres.
Kontroversi sempat terjadi di menit ke-40 ketika wasit memutuskan meninjau VAR untuk kemungkinan penalti bagi Swedia setelah benturan antara Lucas Hernández dan Kulusevski di kotak terlarang. Namun, setelah peninjauan, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran karena kontak dianggap minimal. Keputusan ini sempat memicu protes pemain Swedia, tetapi tidak mengubah jalannya pertandingan.
Dengan hasil ini, Prancis melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang antara Nigeria dan Arab Saudi. Deschamps mengaku puas dengan performa timnya. “Kami bermain dengan intensitas tinggi sejak awal. Michael menunjukkan kualitas luar biasa dan Kylian selalu menjadi pembeda. Sekarang fokus kami pulih dan bersiap untuk tantangan berikutnya,” ujarnya dalam konferensi pers pascapertandingan.
Prancis yang tampil sebagai salah satu favorit juara semakin menunjukkan taringnya. Penguasaan bola dominan, efisiensi penyelesaian akhir, dan soliditas pertahanan menjadi modal berharga. Sementara itu, Swedia harus pulang dengan kekecewaan setelah gagal mengulang kejutan seperti di edisi-edisi sebelumnya. Skor akhir 3-0 menjadi cerminan perbedaan kelas yang nyata di malam yang dingin di New Jersey.
Baca juga:
Comments (0)