Barcelona Taklukkan Celta Vigo 3-1, Yamal Jadi Bintang

Skor akhir 3-1 memastikan Barcelona meraih tiga poin krusial saat menjamu Celta Vigo di Estadi Olímpic Lluís Companys, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB. Lamine Yamal menjadi protagonis dengan dua gol...

Barcelona Taklukkan Celta Vigo 3-1, Yamal Jadi Bintang

Skor akhir 3-1 memastikan Barcelona meraih tiga poin krusial saat menjamu Celta Vigo di Estadi Olímpic Lluís Companys, Kamis (23/4/2026) dini hari WIB. Lamine Yamal menjadi protagonis dengan dua gol dan selebrasi yang akan dikenang lama oleh 42.317 penonton yang hadir. Kemenangan ini menjaga jarak aman Blaugrana dari kejaran Real Madrid di puncak klasemen La Liga 2025/2026.

Pelatih Hansi Flick menurunkan starting XI ofensif dengan formasi 4-2-3-1. Marc-André ter Stegen mengawal gawang; di lini belakang ada Jules Koundé, Ronald Araújo, Pau Cubarsí, dan Alejandro Balde. Pedri dan Frenkie de Jong menjadi double pivot, sementara trio Raphinha, Gavi, dan Lamine Yamal mendukung Robert Lewandowski sebagai ujung tombak. Sementara itu, Celta di bawah asuhan Claudio Giráldez tampil dengan formasi 4-3-3 defensif yang mengandalkan serangan balik cepat lewat Iago Aspas dan Jonathan Bamba.

Babak Pertama: Dominasi dan Gol Pembuka

Sejak peluit awal, Barcelona langsung mengambil inisiatif. Menit ke-8, Raphinha melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis oleh kiper Vicente Guaita. Tekanan bertubi-tubi akhirnya berbuah hasil di menit ke-15. Lewat skema umpan pendek, Pedri mengirim melalui bola terobosan yang memecah garis pertahanan Celta. Lewandowski dengan cerdik lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Guaita dengan sepakan chip dingin. Skor 1-0. Penguasaan bola Barcelona di 30 menit pertama mencapai 72 persen, menunjukkan dominasi total.

Namun, Celta bukan tanpa respons. Menit ke-32, Bamba sempat mengejutkan lini belakang Barca lewat akselerasi di sisi kiri. Umpan tariknya mengarah ke Carles Pérez yang sudah menunggu di tiang jauh, tetapi tendangannya masih melambung. Satu-satunya shots on target Celta di babak pertama itu menjadi pengingat bahwa pertahanan Barcelona harus tetap waspada. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Statistik menunjukkan Barcelona mencatat 6 tembakan, 3 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Celta hanya 1 dari 2 percobaan.

Babak Kedua: Pesta Yamal dan Selebrasi Ikonik

Hansi Flick tampaknya meminta intensitas lebih tinggi di awal babak kedua. Hasilnya, menit ke-55, Lamine Yamal menggandakan keunggulan. Berawal dari penetrasi Raphinha di sayap kanan yang mengirim umpan silang rendah, Yamal menyambar bola dengan first-time shot kaki kiri di kotak enam yard. Bola bersarang telak di sudut atas gawang tanpa bisa dihalau Guaita. Skor 2-0.

Gol itulah yang menjadi momen besar. Selebrasi Lamine Yamal langsung viral. Ia berlari ke pojok lapangan, kemudian mengangkat kedua tangan membentuk gestur angka tiga dan satu jari, merujuk pada nomor punggungnya—31. Ekspresi wajahnya penuh semangat, seolah mengirim pesan bahwa inilah era baru. Foto selebrasi yang kemudian diabadikan oleh Joan Monfort dari AP itu akan menjadi ikon pertandingan ini.

Yamal tak puas. Menit ke-70, ia kembali membobol gawang Celta. Kali ini, kombinasi satu-dua dengan Gavi di depan kotak penalti membuatnya bebas. Dengan ketenangan luar biasa untuk pemain 18 tahun, ia mengecoh satu bek sebelum melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh. Skor 3-0. Ini menjadi brace keduanya di musim ini, sekaligus menggenapkan koleksinya menjadi 14 gol di La Liga.

Celta Vigo berhasil menipiskan skor di menit ke-82. Iago Aspas menunjukkan kelasnya dengan gol hiburan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah tendangan sudut, Aspas yang berdiri bebas di tiang depan menyontek bola masuk. Wasit sempat mengecek potensi offside melalui VAR, tetapi gol sah. Skor akhir 3-1 untuk Barcelona. Di sisa waktu, Blaugrana nyaris menambah gol via tendangan bebas Raphinha yang membentur tiang. Statistik babak kedua: Barcelona mencatat 9 tembakan dengan 5 tepat sasaran, Celta 3 tembakan dengan 1 tepat sasaran. Total penguasaan bola pertandingan adalah 68% untuk Barcelona dan 32% untuk Celta.

Analisis Taktikal dan Performa Pemain

Formasi 4-2-3-1 Barcelona kembali terbukti efektif. Peran Pedri sebagai playmaker sangat vital—ia menyelesaikan 94% umpan akurat, 3 key passes, dan 1 assist. Sementara itu, Yamal tak sekadar mencetak gol; ia mencatat 4 dribel sukses, 2 tekel, dan 5 umpan ke sepertiga akhir. Duet De Jong dan Pedri di lini tengah sukses meredam kreativitas Celta yang hanya mampu menciptakan 0,47 expected goals (xG) sepanjang laga. Bandingkan dengan 2,61 xG milik Blaugrana. Statistik menunjukkan Barcelona total 15 tembakan, 8 di antaranya tepat sasaran. Celta hanya 4 tembakan dengan 2 on target.

Dari kubu tamu, Vicente Guaita layak diapresiasi meski kebobolan tiga gol. Kiper berusia 39 tahun itu membuat 5 penyelamatan gemilang, termasuk menahan sepakan voli Lewandowski di menit awal. Tanpanya, skor bisa lebih besar. Lini belakang Celta yang digalang Carl Starfelt dan Unai Núñez sebenarnya solid di 20 menit awal, tetapi kalah kelas menghadapi pergerakan tanpa bola skuad Barca.

Satu catatan disiplin: pertandingan ini berjalan relatif bersih. Hanya dua kartu kuning—satu untuk Fran Beltrán (Celta) di menit 61 karena melanggar Pedri, dan satu untuk Koundé (Barcelona) di menit 77 karena handball. VAR turun tangan tiga kali: memeriksa gol pertama Lewandowski (onside), gol kedua Yamal (tidak ada pelanggaran), dan gol Aspas (onside). Total waktu tambahan 7 menit di babak kedua menunjukkan intensitas laga.

Dengan hasil ini, Barcelona kokoh di puncak klasemen dengan 82 poin, sementara Celta tertahan di peringkat 10 dengan 44 poin. Selebrasi Yamal bukan sekadar ekspresi kegembiraan, melainkan deklarasi: talenta muda ini siap menjadi wajah baru sepak bola dunia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User