Kolombia Hancurkan Uzbekistan 4-1 Lewat Aksi Gemilang Jaminton Campaz

Stadion Kota Meksiko bergemuruh pada 18 Juni 2026. Kolombia membuka kampanye Grup K Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Uzbekistan. Gelandang bernomor punggung 21, Jaminton Campaz, tampi...

Kolombia Hancurkan Uzbekistan 4-1 Lewat Aksi Gemilang Jaminton Campaz

Stadion Kota Meksiko bergemuruh pada 18 Juni 2026. Kolombia membuka kampanye Grup K Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Uzbekistan. Gelandang bernomor punggung 21, Jaminton Campaz, tampil sebagai bintang lapangan lewat kontribusi satu gol dan dua assist yang memastikan Los Cafeteros mengamankan tiga poin perdana. Skor akhir ini menegaskan dominasi Kolombia sejak menit awal hingga peluit panjang berbunyi.

Babak Pertama: Panggung Campaz Dimulai

Pelatih Kolombia menurunkan formasi 4-2-3-1 yang ofensif sejak menit pertama. Tekanan tinggi langsung diterapkan kepada lini belakang Uzbekistan yang mengandalkan formasi 5-4-1 defensif. Menit ke-12, Campaz yang beroperasi di sisi kiri memberikan umpan terobosan matang kepada Luis Diaz. Diaz menusuk ke kotak penalti dan dengan dingin menyelesaikan peluang menjadi gol pembuka. Assist pertama Campaz malam itu memperlihatkan visinya yang tajam dalam membaca pergerakan rekan setim.

Uzbekistan mencoba merespons melalui serangan balik cepat. Menit ke-23, Eldor Shomurodov nyaris menyamakan skor ketika tembakannya dari luar kotak penalti membentur mistar gawang Kolombia. Statistik mencatat, hingga menit ke-30, Uzbekistan hanya mencatatkan satu shots on target berbanding lima milik Kolombia. Penguasaan bola Kolombia menyentuh 62 persen, menunjukkan dominasi total dalam hal penguasaan dan penciptaan peluang. Tekanan terus berlanjut hingga tepat di menit ke-38, Campaz menerima bola di depan kotak penalti setelah kombinasi umpan pendek Rafael Santos Borre. Dengan gerakan eksplosif, Campaz melepaskan tendangan melengkung yang tidak mampu dijangkau kiper Utkir Yusupov. Gol ketiga Kolombia di babak pertama itu lahir dari proses build-up 12 operan yang menunjukkan kesabaran dan kualitas teknik Los Cafeteros. Sorak sorai suporter Kolombia memenuhi stadion ketika Campaz merayakan golnya dengan selebrasi khas di depan tribun.

Babak Kedua: Statistik Membuktikan Dominasi

Memasuki babak kedua, Uzbekistan mencoba melakukan perubahan taktik dengan memasukkan gelandang serang tambahan. Meski demikian, Kolombia tetap memegang kendali permainan. Menit ke-58, tendangan bebas Juan Fernando Quintero dari jarak 25 meter nyaris menambah keunggulan, namun membentur tiang gawang. Tekanan kembali berbuah hasil pada menit ke-67, Campaz mencatatkan assist keduanya malam itu melalui sepak pojok yang disundul sempurna oleh Davinson Sanchez. Skor berubah menjadi 3-0.

Uzbekistan hanya mampu mencetak gol hiburan lewat titik putih pada menit ke-83 setelah wasit menunjuk titik putih usai tinjauan VAR untuk handball di kotak terlarang. Shomurodov mengeksekusi penalti dengan baik untuk mencetak gol pertama Uzbekistan di Piala Dunia 2026. Namun, Kolombia segera memulihkan keunggulan tiga gol. Hanya berselang empat menit, pemain pengganti Jhon Arias mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan bola liar hasil blok kiper atas tembakan keras Campaz. Gol keempat ini menjadi penutup pesta Kolombia di laga pembuka Grup K.

Pemain dan Statistik Kunci Laga

Whoscored mencatat performa luar biasa Campaz dengan rating 9,2. Ia melepaskan empat tembakan dengan dua tepat sasaran, menciptakan lima peluang kunci, dan mencatat akurasi umpan 91 persen. Statistik pertandingan secara keseluruhan menunjukkan dominasi Kolombia: penguasaan bola 64 persen berbanding 36, total tembakan 21 berbanding 7, dan shots on target 9 berbanding 2. Uzbekistan yang mengandalkan compact defense justru kesulitan menghadapi fluiditas pergerakan lini depan Kolombia yang dipimpin Campaz, Diaz, dan Borre.

Kartu kuning diberikan kepada bek Uzbekistan, Khusniddin Alikulov, pada menit ke-45+1 setelah pelanggaran keras terhadap Diaz yang berpotensi dihukum lebih berat. Beruntung bagi Uzbekistan, VAR memutuskan hanya kartu kuning setelah meninjau insiden tersebut. Sementara itu, disiplin menjadi fondasi permainan Kolombia yang tidak menerima satu pun kartu sepanjang 90 menit.

Kemenangan ini menempatkan Kolombia di puncak klasemen sementara Grup K, mengungguli hasil imbang antara Portugal dan Maroko di laga lainnya. Ujian selanjutnya bagi armada Kolombia adalah menghadapi Maroko, sementara Uzbekistan akan berupaya bangkit saat berjumpa Portugal. Malam di Kota Meksiko itu akan dikenang sebagai awal keperkasaan Campaz di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User