Marc Marquez Tumbang Lagi di Mandalika, Rekor DNF Kian Memanjang

Sesi balapan MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/10/2025), kembali menorehkan catatan kelam bagi Marc Marquez. Pembalap Ducati it...

Marc Marquez Tumbang Lagi di Mandalika, Rekor DNF Kian Memanjang

Sesi balapan MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/10/2025), kembali menorehkan catatan kelam bagi Marc Marquez. Pembalap Ducati itu gagal menyentuh garis finis, menambah koleksi Did Not Finish (DNF)-nya musim ini dan memperpanjang tren negatif yang terus menghantui juara dunia delapan kali tersebut.

Sejak sesi Warm Up pagi hari, Marquez sudah menunjukkan sinyal tak biasa. Motor Desmosedici GP25-nya terlihat sulit dikendalikan di sektor tikungan cepat, terutama pada Tikungan 6 dan 7 yang terkenal menguras grip ban depan. Data telemetri menunjukkan waktu lap terbaiknya di sesi pemanasan berada di luar lima besar, hal yang jarang terjadi mengingat statusnya sebagai pembalap dengan penguasaan motor tertinggi di grid.

Jalannya Balapan: Start Agresif, Nasib Buruk di Lap Tengah

Menit ke-awal balapan, Marquez memacu motornya dari posisi start yang tidak ideal. Ia sempat melesat naik dua posisi dalam tiga lap pertama, memanfaatkan slipstream di lintasan lurus utama. Namun, formasi ban keras depannya mulai menunjukkan degradasi signifikan sejak lap kelima. Pembalap berusia 32 tahun itu tercatat kehilangan 0,4 detik per lap dibandingkan rival-rival terdepannya.

Momen krusial terjadi pada menit ke-11 balapan. Saat mencoba menyalip di Tikungan 10, motor Marquez mengalami front-end loss dan ia nyaris terjatuh. Meski berhasil menyelamatkan diri dengan manuver save ala Marquez, insiden itu memaksanya melebar ke run-off area dan turun ke posisi ke-15. Dari sana, ia berjuang keras mengembalikan ritme, namun tekanan ban depan terus menurun.

Pada menit ke-17, Marquez akhirnya masuk ke pit lane. Tim Ducati melakukan setup darurat, mengganti ban depan dan menyesuaikan ride height belakang. Sayangnya, keputusan itu tidak membuahkan hasil. Tiga lap setelah keluar dari pit, ia kembali menunjukkan tanda-tanda kehilangan cengkeraman dan memutuskan menarik motornya ke garasi.

Data dan Statistik: DNF yang Tak Terbantahkan

Hingga balapan Mandalika 2025, Marquez telah mencatatkan enam DNF dalam satu musim penuh, menjadikannya salah satu pembalap dengan rasio penyelesaian balapan terendah di antara pembalap pabrikan. Penguasaan bola dalam konteks MotoGP tidak berlaku, namun konsistensi lap menjadi indikator utama. Marquez hanya mencatatkan 3 fast lap di sesi balapan, jauh di bawah rata-rata pembalap papan atas yang mencatat 7-8 fast lap.

Dari sisi shots on target atau dalam balapan dikenal sebagai overtake attempts, Marquez melakukan 5 percobaan salip, tetapi hanya 2 yang berhasil. Angka ini kontras dengan performa pembalap lain yang rata-rata mencatatkan success rate di atas 60 persen. Kartu kuning juga sempat dikeluarkan untuknya pada sesi kualifikasi akibat menghalangi laju pembalap lain, menambah daftar masalah akhir pekan ini.

“Kami kehilangan arah setup sejak FP3. Motor tidak bekerja seperti yang kami inginkan di tikungan lambat. Marc sudah berusaha maksimal, tapi trek ini sangat kejam pada ban depan,” ujar seorang insinyur kepala tim Ducati dalam pernyataan resmi setelah balapan.

“Kami tidak akan menyerah. Ini bukan akhir dari segalanya. Kami akan evaluasi semua data dan kembali lebih kuat di putaran berikutnya,” tegas Marquez kepada awak media di paddock.

Implikasi Klasemen dan Sorotan Pengamat

Dengan hasil ini, posisi Marquez di klasemen pembalap kian terancam. Ia tertahan di peringkat keempat dengan selisih 48 poin dari pemimpin klasemen. Jika tren DNF berlanjut, peluangnya mempertahankan gelar juara dunia musim ini dipastikan sirna lebih cepat.

Pengamat MotoGP menilai masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan juga mental dan adaptasi terhadap regulasi baru soal tekanan ban. Sirkuit Mandalika dengan 17 tikungan dan karakter stop-and-go memang menjadi ujian berat bagi pembalap yang belum menemukan sweet spot pada motor barunya.

“Marquez masih punya kecepatan, tapi konsistensi adalah kunci. DNF demi DNF akan menggerus kepercayaan diri dan poin. Ducati harus segera menemukan solusi sebelum musim benar-benar berjalan jauh,” ujar seorang analis balapan dalam siaran langsung.

Balapan MotoGP Mandalika 2025 sendiri berlangsung dramatis dengan clean sheet alias tanpa insiden besar di kelompok depan. Pembalap papan atas mencatatkan lap time rata-rata 1 menit 32 detik, menunjukkan bahwa kondisi trek sebenarnya cukup kompetitif. Sayangnya, bagi Marquez, akhir pekan ini hanya menjadi catatan buruk yang memperpanjang rekor DNF-nya.

Dengan putaran berikutnya yang semakin dekat, seluruh mata akan tertuju pada Marquez dan Ducati. Mampukah mereka bangkit, atau justru rekor DNF ini akan menjadi bayang-bayang sepanjang musim? Satu hal yang pasti: di Mandalika, Marc Marquez pulang tanpa poin, tanpa finish, dan tanpa jawaban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User