Manchester City Hancurkan Salford City 4-0, Haaland Hat-trick di Piala FA
Skor akhir 4-0 mengukir kisah dramatis di Stadion Etihad pada Sabtu malam, ketika raksasa Premier League Manchester City tak memberi ampun terhadap tamunya Salford City dalam laga putaran ketiga Piala...
Skor akhir 4-0 mengukir kisah dramatis di Stadion Etihad pada Sabtu malam, ketika raksasa Premier League Manchester City tak memberi ampun terhadap tamunya Salford City dalam laga putaran ketiga Piala FA Inggris. Menit ke-8, Erling Haaland sudah membuka keran gol dengan tendangan klinis dari dalam kotak penalti usai menerima assist manis Phil Foden, memicu euforia 50 ribu penonton di Manchester barat laut. Dari tribune VIP, co-owner Salford City Paul Scholes dan Nicky Butt terlihat bereaksi dengan ekspresi berkecamuk—bangga melihat klub kasta keempat menapaki lapangan megah Etihad, sekaligus menyadari badai biru-langit bakal semakin dahsyat sepanjang 90 menit.
Babak Pertama: Mesin Gol City Mengamuk
Starting XI yang diturunkan Pep Guardiola memakai formasi 4-2-3-1 dengan Stefan Ortega sebagai penjaga gawang yang mendapat kesempatan rare start menggantikan Ederson. Back four dihuni Rico Lewis, John Stones, Manuel Akanji, dan Josko Gvardiol, sementara di lini tengah Mateo Kovacic dan Matheus Nunes menjadi double pivot. Phil Foden, Savinho, dan Jeremy Doku mendukung Haaland sebagai target man utama. Di sisi lain, Salford City yang datang sebagai tim underdog memilih formasi 5-4-1 ultra-defensif, berharap menahan gempuran lewat low block dan transisi cepat dari sayap.
Namun rencana bertahan Salford buyar hanya dalam delapan menit. Menit ke-8, Foden yang beroperasi sebagai attacking midfielder melepaskan through ball tajam yang membelah lini belakang lawan. Haaland yang berlari dari belakang bek dengan kecepatan brutal langsung melepaskan tembakan mendatar ke sudut bawah gawang, 1-0 untuk City. Penguasaan bola yang didominasi tuan rumah mencapai 72 persen di 15 menit awal, dengan shots on target 4-0 menggambarkan betapa tertekannya Salford.
Menit ke-23, keunggulan City bertambah. Jeremy Doku yang beraksi di sayap kiri berhasil menembus pertahanan Salford lewat dribble 1v1 yang membuat bek kanan lawan kehilangan keseimbangan. Umpan tarik Doku diteruskan Haaland dengan volley setengah tinggi yang bersarang di gawang, membawa skor menjadi 2-0. Wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning kepada bek tengah Salford, Curtis Tilt, di menit ke-31 setelah melakukan tactical foul terhadap Nunes yang hampir menerobos. VAR sempat melakukan check untuk potensi kartu merah, namun memutuskan insiden tersebut cukup dihukum dengan kartu kuning.
Salford sempat mencuri peluang di menit ke-38 melalui serangan balik cepat. Striker mereka, Matt Smith, menerima umpan silang dari sayap kanan dan menyundul bola ke gawang. Namun garis offside yang digambar teknologi VAR menunjukkan bahwa Smith berada lebih maju dua inci dari bek terakhir Stones, sehingga gol dianulir. Hingga jeda babak pertama, penguasaan bola menunjukkan dominasi telak City dengan 75 persen berbanding 25 persen, sementara shots on target sudah mencapai 7-0.
Babak Kedua: Hat-trick Haaland dan Clean Sheet Ortega
Memasuki babak kedua, Guardiola tak mengurangi intensitas. Salford yang tertinggal dua gol terpaksa sedikit menaikkan barisan pertahanannya, namun celah justru semakin lebar. Menit ke-56, Haaland menyelesaikan hat-trick-nya. Berawal dari corner kick, bola muntah setelah sundulan Akanji diblok. Nunes yang berada di pinggir kotak penalti langsung melepaskan tembakan keras yang diantisipasi kiper Salford, namun rebound jatuh tepat di kaki Haaland yang dengan insting predator langsung menceploskan bola. 3-0, dan penyerang Norwegia itu merayakan trigolnya di depan fans Selatan.
Salford City mencoba memberikan perlawanan simbolis dengan melakukan pressing di lini tengah, tetapi kualitas teknik City terlalu berkelas. Menit ke-68, gelandang bertahan Salford, Callum Hendry, melakukan tackle keras dari belakang terhadap Kovacic. Wasit awalnya memberikan kartu kuning, namun setelah meninjau monitor VAR, ia mengupgrade hukuman menjadi kartu merah. Salford harus bermain dengan 10 pemain di sisa laga, membuat misi comeback mereka praktis pupus.
Menit ke-74, skor akhir 4-0 dipastikan. Starting XI City kembali menunjukkan kerja sama gemilang ketika Stones membawa bola dari pertahanan, melewati dua pemain Salford, lalu mengirimkan umpan diagonal ke Foden yang bekerja di sisi kanan. Foden yang memotong ke dalam melepaskan curling shot dengan kaki kiri yang tidak bisa dijangkau kiper Matt Young. Gol tersebut sekaligus menutup performa gemilang Foden yang mencatatkan satu gol dan dua assist dalam laga ini.
Di menit-menit akhir, City masih terus menggempur. Doku dan Oscar Bobb yang masuk sebagai pengganti membuat Salford kewalahan. Beberapa shots on target tambahan dari Jack Grealish—yang menggantikan Savinho—masih bisa dimentahkan oleh kiper Salford. Sementara di ujung lain, Ortega yang menjaga gawang City sepanjang pertandingan berhasil meraih clean sheet tanpa harus melakukan penyelamatan krusial berkat pertahanan solid di depannya. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor akhir 4-0 menjadi catatan manis bagi The Citizens.
Reaksi dari Bangku Pemilik dan Analisis Taktik
Dari tribune kehormatan, Paul Scholes dan Nicky Butt sesekali bertepuk tangan meski tim mereka dibantai. Keduanya, yang merupakan co-owner Salford City sekaligus legenda Manchester United, menyaksikan langsung bagaimana perbedaan kelas antara kasta keempat dan elite Premier League tak bisa ditutupi hanya dengan semangat. Salford memang bermain dengan disiplin dalam formasi 5-4-1, namun transisi mereka terlalu lambat dan sering kehilangan bola di area berbahaya ketika coba melakukan buildup dari belakang.
Sebaliknya, Manchester City menunjukkan efisiensi brutal. Dengan penguasaan bola akhir 76 persen berbanding 24 persen, dan shots on target 14-2, Guardiola membuktikan bahwa rotasi squad di kompetisi piala tetap mempertahankan DNA permainan possession-based yang mematikan. Distribusi bola Kovacic dan Nunes mencapai 96 persen akurasi, memastikan Salford tak pernah benar-benar menguasai ritme pertandingan.
"Kami bangga para pemain tetap berani menunjukkan identitas permainan meski lawan adalah tim sekelas Manchester City. Ini pengalaman berharga untuk perkembangan klub," ucap perwakilan manajemen Salford City usai laga.
Dengan kemenangan ini, Manchester City melaju ke putaran keempat Piala FA dan mempertahankan asa meraih treble musim ini. Bagi Salford City, meski tersingkir, perjalanan mereka di Etihad akan menjadi catatan sejarah—terutama bagi Scholes dan Butt yang melihat sendiri anak asuhnya berduel di kandang salah satu klub terkuat
Comments (0)