Newcastle Hancurkan Manchester United 2-0 di Old Trafford

Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Newcastle United. Dua gol dari Alexander Isak pada menit ke-34 dan menit ke-71 menjadi penentu kehancuran Manchester United di markas mereka sendiri, Old Trafford, dala...

Newcastle Hancurkan Manchester United 2-0 di Old Trafford

Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Newcastle United. Dua gol dari Alexander Isak pada menit ke-34 dan menit ke-71 menjadi penentu kehancuran Manchester United di markas mereka sendiri, Old Trafford, dalam laga penutup tahun 2024. Kekalahan ini sekaligus merusak rekor akhir tahun Setan Merah yang sebelumnya tak terkalahkan dalam lima laga kandang terakhir.

Babak Pertama: Magpies Terbang Tinggi di Old Trafford

Menit ke-12, Bruno Fernandes melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Nick Pope. Tuan rumah tampil agresif dengan formasi 4-2-3-1 andalan Erik ten Hag, memasukkan Marcus Rashford dalam starting XI sebagai penyerang sayap kiri. Namun, justru Newcastle yang lebih tajam dalam transisi cepat.

Menit ke-34, serangan balik mematikan dari formasi 4-3-3 Newcastle United membuahkan hasil. Anthony Gordon menggiring bola dari lini tengah sebelum melepaskan umpan terobosan ke kotak penalti. Alexander Isak menerima bola dengan sempurna dan melepaskan tendangan kaki kanan ke sudut bawah gawang, tak terjangkau oleh Andre Onana. Assist gemilang dari Gordon tersebut membuka keunggulan 1-0 bagi tim tamu.

United mencoba merespons. Menit ke-41, Rashford menerima umpan silang dari Dalot di sisi kiri, namun sundulannya masih menyamping dari gawang. Penguasaan bola sementara ini didominasi tuan rumah dengan angka 62%, namun shots on target mereka hanya dua kali, jauh di bawah ekspektasi penonton yang memenuhi Theatre of Dreams.

Statistik Menggigit: Penguasaan Bola Tak Jadi Jaminan Gol

Memasuki babak kedua, Ten Hag melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Mason Mount untuk memperkuat lini tengah. Namun, momentum tetap berada di tangan Eddie Howe dan anak asuhnya. Menit ke-52, Manchester United sempat bersorak ketika Rasmus Hojlund membobol gawang Pope setelah menerima umpan dari Rashford. Namun, wasit langsung menghentikan pertandingan setelah bendera asisten wasit terangkat. Setelah ditinjau melalui VAR, posisi Hojlund terkonfirmasi offside sekitar setengah meter. Gol dianulir, Old Trafford langsung membisu.

Keputusan VAR itu menjadi bumerang psikologis bagi tuan rumah. Menit ke-56, Casemiro mendapatkan kartu kuning setelah melakukan tackle keras terhadap Joelinton yang sedang melaju kencang. United terus menekan, namun lini belakang Newcastle yang dipimpin oleh Sven Botman dan Fabian Schar tampak solid dan tak tertembus. Nick Pope mencatatkan clean sheet ketiganya dalam empat laga terakhir.

Menit ke-71, Newcastle kembali menghukum kerapuhan pertahanan United. Lewat sebuah tendangan sudut, Kieran Trippier mengirimkan umpan akurat ke tiang jauh. Isak yang tak terkawal menyundul bola dengan kepala, menciptakan gol keduanya pada malam itu. Assist dari Trippier ini mempertegas keunggulan 2-0 dan membuat striker Swedia itu nyaris menciptakan hat-trick pribadinya.

Rashford dan Starting XI: Di Balik Kekalahan Setan Merah

Marcus Rashford tampil selama 90 menit penuh dalam starting XI, namun produktivitasnya kembali menurun. Striker bernomor punggung 10 itu hanya mencatatkan satu shots on target dari total tiga percobaan yang dilakukan sepanjang pertandingan. Gerakan tanpa bolanya sering terjebak dalam jebakan offside yang dibangun pertahanan tinggi Newcastle.

Menit ke-81, Isak kembali mendapat peluang emas untuk menyempurnakan hat-trick. Setelah melewati Lisandro Martinez dengan satu sentuhan, tendangannya dari dalam kotak penalti justru melayang tipis di atas mistar. Bagi United, ini menjadi penyelamat agar skor tidak semakin memalukan di hadapan publik sendiri.

Erik ten Hag tampak frustrasi di pinggir lapangan. “Kami memiliki penguasaan bola yang baik, tapi kami kehilangan ketajaman di area krusial. Newcastle menunjukkan efisiensi luar biasa dan kami dihukum dari kesalahan-kesalahan kecil,” ucap pelatih asal Belanda tersebut usai laga.

Statistik akhir pertandingan mencerminkan dominasi yang tak efisien dari tuan rumah. Penguasaan bola Manchester United mencapai 58% berbanding 42% milik Newcastle, namun shots on target mereka hanya empat kali, sedangkan Newcastle mencatatkan enam kali tembakan tepat sasaran. Formasi 4-2-3-1 United tampak kehabisan ide ketika Newcastle beralih ke blok pertahanan rendah setelah unggul dua gol.

Pada menit ke-89, Rashford kembali mendapat peluang melalui tendangan bebas dari jarak 22 meter. Namun, eksekusinya masih bisa ditepis oleh Pope. Bersamaan dengan peluit panjang wasit, Rashford terlihat bertepuk tangan kepada para penggemar yang tetap setia di tribun, sebuah gestur yang menunjukkan kekecewaan sekaligus permohonan maaf atas penampilan tim yang tertekan.

Kemenangan 2-0 ini membawa Newcastle naik ke papan atas klasemen sementara dengan raihan tiga poin penuh di kandang lawan. Sementara Manchester United harus kembali mengoreksi taktik serangan mereka yang terlalu mudah dibaca sebelum memasuki jadwal padat Januari 2025. Bagi Rashford pribadi, kegagalan mencetak gol dalam laga ini menambah daftar catatan buruknya di Old Trafford pada musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User