Man City Bantai Salford 8-0, Scholes Saksikan Malam Kelam di Etihad

Skor akhir 8-0 untuk Manchester City. Stadion Etihad menjadi saksi pembantaian putaran ketiga Piala FA, Sabtu, 11 Januari 2025, ketika sang juara bertahan Premier League melumat habis Salford City, kl...

Man City Bantai Salford 8-0, Scholes Saksikan Malam Kelam di Etihad

Skor akhir 8-0 untuk Manchester City. Stadion Etihad menjadi saksi pembantaian putaran ketiga Piala FA, Sabtu, 11 Januari 2025, ketika sang juara bertahan Premier League melumat habis Salford City, klub League Two yang dimiliki sejumlah legenda Manchester United. Yang membuat malam ini makin dramatis: Paul Scholes dan Nicky Butt, dua co-owner Salford dari generasi Class of '92, duduk di tribun menyaksikan klub kesayangan mereka dihajar tanpa ampun. Bintang utama laga ini? James McAtee dengan hat-trick sensasional di babak kedua.

Babak Pertama: City Langsung Menggila

Pep Guardiola menurunkan formasi 4-3-3 dengan kombinasi pemain senior dan talenta akademi, sementara Salford bertahan rapat dalam skema 5-4-1 yang berharap bisa meredam gelombang serangan tuan rumah. Harapan itu hanya bertahan delapan menit. Menit ke-8, Jeremy Doku merobek jala gawang Salford setelah memanfaatkan umpan terobosan yang membelah pertahanan tim tamu. Skor 1-0, dan Etihad mulai berpesta.

Menit ke-20, giliran striker muda Divin Mubama yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol debut yang spesial bagi sang penyerang, memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah Salford gagal membersihkan bola dengan sempurna. Salford praktis tidak bisa keluar dari separuh lapangan mereka sendiri. Penguasaan bola City menyentuh angka 80 persen di 45 menit pertama — sebuah dominasi total yang membuat laga ini terasa seperti sesi latihan menyerang melawan bertahan.

Penderitaan Salford ditutup sebelum jeda ketika Nico O'Reilly mencetak gol menit ke-42. Skor 3-0 di babak pertama, dan secara statistik pertandingan sudah berakhir. Salford bahkan tidak mencatatkan satu pun shots on target sepanjang paruh pertama.

Babak Kedua: Panggung Milik James McAtee

Jika babak pertama adalah pemanasan, babak kedua adalah eksekusi. Menit ke-49, Jack Grealish mengkonversi penalti dengan dingin setelah pelanggaran di kotak terlarang. Skor 4-0, dan Salford mulai kehilangan bentuk permainan mereka.

Lalu tibalah momen James McAtee. Gelandang serang jebolan akademi City ini mencetak gol menit ke-62, menambahnya lagi menit ke-72, dan melengkapi hat-trick spektakulernya menit ke-81. Tiga gol dalam kurun 19 menit — sebuah pernyataan tegas dari pemain yang musim ini berjuang mendapatkan menit bermain reguler. Di sela-sela pesta itu, Doku mencetak gol keduanya menit ke-69, melengkapi brace-nya malam ini.

Statistik akhir memperlihatkan jurang yang menganga: City melepaskan 15 shots on target berbanding hanya satu milik Salford, dengan penguasaan bola akhir di kisaran 78 persen. Kiper City nyaris tidak bekerja sepanjang 90 menit dan pulang dengan clean sheet termudah musim ini.

Scholes dan Butt: Malam Berat Sang Class of '92

Kamera beberapa kali menyorot Paul Scholes dan Nicky Butt di tribun Etihad. Ekspresi mereka menceritakan segalanya. Ini adalah malam yang seharusnya menjadi perayaan — klub kecil mereka, yang dibangun dari nol bersama rekan-rekan Class of '92, akhirnya tampil di panggung besar Piala FA melawan salah satu tim terbaik dunia. Namun sepak bola tidak mengenal romantisme ketika perbedaan kualitas selebar ini.

Salford City sendiri bukan tim sembarangan. Klub yang bermarkas di Moor Lane itu menembus League Two berkat investasi dan visi jangka panjang para mantan pemain United. Tapi menghadapi starting XI City — bahkan yang dirotasi sekalipun — adalah ujian yang levelnya berbeda jauh. Satu kartu kuning di kubu Salford menjadi bukti frustrasi mereka yang harus terus mengejar bola sepanjang laga.

Kami bangga dengan perjalanan klub ini sampai ke sini. Hasilnya menyakitkan, tapi bermain di stadion seperti ini melawan tim sekelas City adalah pengalaman yang akan membuat kami lebih kuat, kata manajer Salford usai laga.

Di kubu lawan, Guardiola memuji para pemain mudanya.

McAtee, Mubama, O'Reilly — mereka menunjukkan bahwa masa depan klub ini ada di tangan yang tepat. Malam ini milik mereka, ujar sang manajer asal Spanyol.

Apa Artinya bagi Kedua Klub

Bagi City, kemenangan delapan gol tanpa balas ini adalah suntikan moral besar di tengah musim yang penuh tantangan. Melaju ke putaran keempat Piala FA dengan hat-trick McAtee dan gol-gol para pemain muda memberi Guardiola opsi rotasi yang lebih leluasa. Bagi Salford, skor 8-0 memang tercatat di buku rekor sebagai kekalahan terberat mereka, tapi perjalanan ke Etihad tetap menjadi tonggak bersejarah. Scholes dan Butt pulang dengan kepala tertunduk — namun proyek mereka di Salford masih panjang, dan malam kelam ini hanyalah satu babak dalam cerita yang jauh lebih besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User