Kekecewaan Ronaldo: Portugal Tersingkir oleh Spanyol di Piala Dunia 2026
Spanyol melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengandaskan perlawanan Portugal dengan skor akhir 2-1. Momen paling menyayat hati terjadi di menit ke-89, ketika gol Cristiano Ronaldo yan...
Spanyol melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengandaskan perlawanan Portugal dengan skor akhir 2-1. Momen paling menyayat hati terjadi di menit ke-89, ketika gol Cristiano Ronaldo yang dianggap menyelamatkan harapan dianulir VAR karena offside. Sang kapten tertangkap kamera tertunduk kecewa di tengah sorak-sorai pendukung La Roja.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi permumpunan bola Spanyol dengan 55% penguasaan bola dan total 14 tembakan, di mana 6 tepat sasaran. Portugal hanya menghasilkan 9 percobaan dengan 3 shots on target. Kartu kuning dikeluarkan untuk Pepe pada menit 38 dan Laporte pada menit 72. Susunan starting XI Portugal menampilkan formasi 4-3-3 dengan Ronaldo sebagai ujung tombak, ditopang Bruno Fernandes dan Leao di sisi sayap. Spanyol merespons dengan formasi 4-2-3-1 andalan Luis de la Fuente, menempatkan Morata sebagai penyerang tunggal.
Gol Cepat Spanyol Membuka Dominasi
Menit ke-23, Alvaro Morata memecah kebuntuan. Menerima through ball akurat dari Pedri yang menusuk jantung pertahanan Portugal, Morata melepaskan tembakan mendatar ke tiang dekat yang sempat membentur tiang sebelum melewati garis gawang. Diogo Costa tak berkutik. Gol tersebut menjadi torehan ke-31 Morata di level internasional, menempatkannya dalam daftar top skor sepanjang masa Spanyol. Sebelum gol, Spanyol sudah menekan dengan pressing tinggi yang memaksa Portugal kehilangan bola di sepertiga lapangan sendiri. Peluang emas Sergio Busquets menit ke-12 sempat digagalkan oleh palang gawang.
Menit ke-35, Portugal mendapat peluang dari tendangan bebas di luar kotak penalti. Bruno Fernandes mengirim bola melengkung yang berhasil ditepis Unai Simon. Bola muntah mengarah ke Leao, namun tendangannya diblok bek Aymeric Laporte yang berdiri sigap di garis gawang. Hingga turun minum, Portugal gagal mencatatkan satu pun shots on target yang mengancam.
Serangan Balik Portugal dan Harapan Semu
Memasuki babak kedua, pelatih Portugal melakukan penyesuaian dengan memasukkan Diogo Jota menggantikan Leao. Perubahan taktik menjadi lebih direct memberikan hasil pada menit ke-55. Serangan balik cepat yang dibangun dari lini belakang menemukan Bruno Fernandes yang menusuk ke kotak penalti. Umpan tarik mendatar berhasil disambut sepakan first-time Ronaldo, namun bola masih melebar tipis. Hanya semenit kemudian, Portugal akhirnya menyamakan kedudukan.
Menit ke-57, umpan silang Ricardo Horta dari sisi kiri disundul oleh Ronaldo di tiang jauh. Unai Simon membaca arah bola dan menepisnya, tetapi Bruno Fernandes yang berdiri tepat di depan gawang melesakkan bola rebound ke sudut kiri atas. Gol ini menjadi assist tidak langsung Ronaldo dan gol ke-4 Fernandes di turnamen. Skor kembali imbang 1-1 dan momentum berpindah ke kubu Portugal.
Spanyol tak tinggal diam. Menit ke-65, pelatih memasukkan Mikel Oyarzabal, dan hasilnya langsung terasa. Tepat di menit ke-68, kombinasi apik di sisi kiri antara Alex Balde dan Pedri menghasilkan umpan ke depan gawang. Morata melepaskan backheel yang ditepis Costa, namun Oyarzabal yang baru masuk lapangan menyambar bola dan membawa Spanyol kembali unggul 2-1. VAR sempat memeriksa kemungkinan offside, namun gol tetap sah.
Pengadilan VAR dan Kekecewaan Ronaldo
Portugal terus menekan di sisa waktu pertandingan. Menit ke-78, giliran Portugal yang meminta penalti setelah Ronaldo dijatuhkan di kotak terlarang oleh Rodri. Wasit menunjuk titik putih, namun setelah tinjauan VAR selama 2 menit 14 detik, keputusan dibatalkan karena benturan dianggap minimal.
Ketika waktu normal menyisakan satu menit, umpan terobosan kiriman Bruno Fernandes berhasil diterima Ronaldo yang lepas dari jeratan offside. Sang kapten melepaskan tendangan chip elegan ke atas kepala Unai Simon. Stadion bergemuruh. Namun, VAR kembali beraksi. Garis offside semi-otomatis menunjukkan posisi bahu Ronaldo yang sedikit lebih maju dari bek terakhir Spanyol—hanya berbeda 3,4 sentimeter. Gol dianulir, dan wajah sang megabintang langsung tenggelam dalam frustrasi.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Portugal tak mampu membalas. Skor tetap 2-1 untuk Spanyol.
“Saya bangga dengan perjuangan tim, tapi hasil ini sangat menyakitkan. Kami bermain cukup baik untuk setidaknya mendapatkan perpanjangan waktu,”ujar pelatih Portugal dalam konferensi pers sesudah laga. Di sisi lain, Morata yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan menyatakan,
“Ini adalah kemenangan besar bagi kami. Ronaldo adalah legenda, tapi hari ini Spanyol membuktikan kualitas kolektif kami.”
Kekalahan ini menutup perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 dengan catatan 3 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan. Sementara itu, Spanyol akan menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Swiss di perempat final. Bagi Cristiano Ronaldo, turnamen ini mungkin menjadi penampilan terakhirnya di panggung Piala Dunia, sebuah kenyataan yang turut membingkai ekspresi kecewanya di layar televisi seluruh dunia.
Comments (0)