Kartu Merah Balogun Warnai Kekalahan AS dari Bosnia
SANTA CLARA, CALIFORNIA — Langkah Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 langsung terganjal di babak 32 besar. Tim asuhan pelatih Mauricio Pochettino takluk 1-3 dari Bosnia-Herzegovina dalam laga yang ...
SANTA CLARA, CALIFORNIA — Langkah Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 langsung terganjal di babak 32 besar. Tim asuhan pelatih Mauricio Pochettino takluk 1-3 dari Bosnia-Herzegovina dalam laga yang diwarnai kartu merah kontroversial kepada striker andalan, Folarin Balogun, di Levi's Stadium, Kamis (2/7) malam waktu setempat. Wasit Brazil Raphael Claus menjadi sorotan setelah mengusir Balogun pada menit ke-62, sebuah keputusan yang mengubah total alur pertandingan.
Skor akhir 1-3 itu terasa menyakitkan bagi tuan rumah yang sejak awal menguasai jalannya laga. Statistik mencatat penguasaan bola Amerika Serikat mencapai 58 persen, dengan 14 tembakan dan 6 di antaranya tepat sasaran. Namun, Bosnia justru tampil efisien lewat skema serangan balik yang mematikan. Dua gol Edin Džeko dan satu gol dari pemain muda Esmir Bajraktarević menghancurkan mimpi The Stars and Stripes melaju ke 16 besar.
Jalan Pertandingan: Dominasi Sia-sia
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi khas babak gugur. Amerika Serikat yang tampil dengan formasi 4-3-3 langsung menekan pertahanan Bosnia sejak menit awal. Christian Pulisic dan Gio Reyna bergerak dinamis di lini depan, sementara Balogun menjadi ujung tombak yang agresif. Peluang pertama datang pada menit ke-8 lewat sundulan Balogun yang masih membentur mistar gawang Nikola Vasilj. Sepuluh menit kemudian, tembakan jarak jauh Weston McKennie dari luar kotak penalti masih bisa ditepis kiper.
Bosnia yang mengandalkan formasi 5-3-2 justru mencuri gol lebih dulu di menit ke-24. Berawal dari kesalahan umpan Tyler Adams di lini tengah, bola direbut Miralem Pjanić yang langsung mengirim umpan terobosan kepada Džeko. Striker veteran 40 tahun itu dengan dingin menaklukkan kiper Matt Turner lewat sepakan mendatar kaki kiri. Skor 0-1 mengejutkan publik tuan rumah. Amerika Serikat terus menekan dan akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-41 melalui titik putih. Wasit menunjuk titik penalti setelah Sergiño Dest dilanggar di kotak terlarang. Pulisic yang menjadi eksekutor sukses menjaringkan bola ke pojok kiri bawah gawang. Babak pertama berakhir imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, tensi meningkat. Pertarungan fisik di lini tengah berlangsung sengit. Hingga akhirnya insiden besar terjadi di menit ke-62. Dalam sebuah duel perebutan bola udara, Balogun dan bek tengah Bosnia, Anel Ahmedhodžić, bertabrakan. Siku Balogun mengenai wajah Ahmedhodžić yang langsung tersungkur. Wasit Raphael Claus sempat ragu sebelum mengecek VAR. Setelah review di monitor pinggir lapangan, Claus mengeluarkan kartu merah langsung untuk Balogun. Keputusan itu memicu protes keras para pemain dan staf AS. Tayangan ulang menunjukkan kontak itu terjadi lebih karena gerakan alami saat melompat, bukan kesengajaan. Namun, hukum tetap ditegakkan.
Dampak Kartu Merah: Derita Numerik dan Mental
Kehilangan satu pemain membuat strategi Pochettino runtuh. Formasi terpaksa diubah menjadi 4-4-1 dengan posisi striker diisi oleh pemain pengganti, Ricardo Pepi. Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Bosnia. Pelatih Sergej Barbarez menginstruksikan pasukannya untuk lebih berani menguasai bola dan menyerang. Hasilnya, di menit ke-71, Bajraktarević yang baru masuk menggantikan Ermedin Demirović mencetak gol keduanya di turnamen ini. Memanfaatkan bola liar di depan kotak penalti, pemain berdarah Amerika-Bosnia itu melepaskan tendangan melengkung yang tak terjangkau Turner. Gol itu terasa ironis karena Bajraktarević lahir dan besar di Wisconsin, Amerika Serikat.
Tekanan Bosnia belum berhenti. Di menit ke-85, Džeko mencatatkan brace sekaligus gol ketiganya di Piala Dunia 2026. Umpan silang akurat Sead Kolašinac dari sisi kiri disambut tandukan keras Džeko yang lolos dari kawalan bek Chris Richards. Skor 3-1 menjadi penutup laga. Kartu kuning diterima McKennie dan Adams akibat frustrasi, namun tak ada lagi kartu merah. Statistik akhir menunjukkan Bosnia hanya mencatatkan 38 persen penguasaan bola, namun unggul dalam tembakan tepat sasaran: 5 dari 9 tembakan total, berbanding 6 dari 14 yang dimiliki AS.
Sorotan pada Raphael Claus dan Perdebatan VAR
Nama Raphael Claus kembali menjadi perbincangan hangat setelah laga ini. Wasit asal Brazil yang juga memimpin final Copa America 2024 itu memang dikenal tegas namun kerap kontroversial. Di fase grup Piala Dunia 2026, ia pernah memberikan dua penalti dalam satu laga yang sama-sama diperdebatkan. Keputusannya mengusir Balogun kali ini langsung memantik gelombang kritik di media sosial. Mantan wasit FIFA asal Amerika, Mark Geiger, dalam analisisnya untuk siaran langsung menyebut bahwa keputusan itu "sangat keras untuk pertandingan knockout." Namun, Laws of the Game memang menyebut bahwa kontak siku dengan kekuatan berlebih ke area wajah bisa dikategori sebagai pelanggaran serius meskipun tanpa kesengajaan.
Pelatih Pochettino dalam konferensi pers usai laga tak menyembunyikan kekecewaannya.
"Saya memahami wasit harus melindungi pemain, tapi ini babak 32 besar Piala Dunia. Balogun tidak bermaksud jahat. Aidan (Ahmedhodžić) sendiri usai laga mengakui itu hanya insiden biasa. Kami sangat kecewa karena momen itu mengubah segalanya,"ujarnya. Sementara itu, pelatih Bosnia Barbarez justru memuji disiplin timnya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Dengan hasil ini, Bosnia menanti pemenang laga Prancis versus Jepang di babak 16 besar, sementara Amerika Serikat harus pulang lebih awal di Piala Dunia kandang sendiri. Pertandingan ini mencatat rekor penonton terbanyak di Levi's Stadium sepanjang sejarah dengan 71.880 pasang mata menyaksikan langsung drama tersebut. Sorotan kini tertuju pada masa depan Balogun yang berpotensi mendapat sanksi tambahan larangan bermain untuk pertandingan internasional berikutnya.
Comments (0)