Kane Cetak Gol, Inggris Hancurkan DR Kongo di 32 Besar
Skor akhir 3-0 untuk kemenangan meyakinkan Tim Tiga Singa atas Republik Demokratik Kongo dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, dini hari tadi. Harry Kane sekali lagi ...
Skor akhir 3-0 untuk kemenangan meyakinkan Tim Tiga Singa atas Republik Demokratik Kongo dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, dini hari tadi. Harry Kane sekali lagi menjadi pahlawan dengan satu gol dan satu assist, mengantarkan Inggris melaju mulus ke babak 16 besar tanpa hambatan berarti.
Pertandingan yang diprediksi berjalan berat justru berubah menjadi panggung dominasi bagi pasukan asuhan pelatih anyar Inggris. Formasi 4-2-3-1 andalan mereka sukses meredam agresivitas lini tengah The Leopards yang tampil dengan skema 5-4-1 defensif sejak menit awal. Penguasaan bola 62% berbanding 38% menjadi cerminan nyata superioritas Inggris sepanjang 90 menit.
Menit ke-8, peluang pertama lahir dari kaki Jude Bellingham yang menusuk dari lini kedua. Tendangan melengkungnya dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper DR Kongo, Arnold Mvuemba, menghasilkan sepak pojok perdana. Tiga menit berselang, giliran Bukayo Saka mengirim umpan silang berbahaya yang nyaris disambar Kane di tiang jauh, namun bek tengah Chancel Mbemba berhasil memotong bola tepat satu sentimeter dari ujung sepatu kapten Inggris tersebut.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23. Berawal dari skema serangan balik cepat yang dibangun Declan Rice dari tengah lapangan, bola mengalir deras ke sayap kanan yang dihuni Phil Foden. Dengan visi luar biasa, Foden mengirim umpan terobosan terukur ke dalam kotak penalti. Harry Kane, dengan insting predator kotak penalti yang tak perlu diragukan, melepaskan diri dari kawalan ketat dua bek lawan dan melepaskan tendangan first-time mendatar ke pojok kiri bawah gawang. Mvuemba hanya terpaku. 1-0 untuk Inggris, dan Kane merayakan golnya dengan ciri khas melompat dan mengepalkan tangan ke arah tribun penonton yang bergemuruh.
DR Kongo mencoba merespons lewat serangan sporadis yang dimotori gelandang serang Gaël Kakuta. Menit ke-31, Kakuta melepaskan tendangan spekulasi dari jarak 25 meter yang melambung tipis di atas mistar gawang Aaron Ramsdale. Itu menjadi satu-satunya tembakan The Leopards yang tercatat sebagai shots on target sepanjang babak pertama dari total 2 percobaan. Inggris melaju dengan 8 tembakan, 5 tepat sasaran.
Dominasi Babak Pertama yang Tak Terbantahkan
Statistik babak pertama menunjukkan ketimpangan yang signifikan. Inggris mencatatkan operan sukses mencapai 348 kali dengan akurasi melebihi 89%, berbanding 127 operan sukses milik DR Kongo dengan akurasi hanya 72%. Formasi 5-4-1 yang diterapkan pelatih Florent Ibenge sejak awal gagal total meredam pergerakan fluid trio gelandang serang Inggris: Foden, Bellingham, dan Saka yang terus bertukar posisi.
Sistem high-press yang diterapkan lini depan Inggris juga membuat bek-bek Kongo kesulitan membangun serangan dari belakang. Bek kiri Arthur Masuaku, yang biasanya aktif membantu serangan, terpaksa lebih banyak bertahan dan hanya melakukan dua overlap sepanjang babak pertama akibat tekanan konstan dari Saka dan Reece James. Tercatat 12 kali turnover di area pertahanan sendiri yang dilakukan pemain DR Kongo akibat pressing agresif ini.
Kami tahu mereka akan bermain dalam dan mengandalkan serangan balik. Rencana kami adalah memaksa mereka melakukan kesalahan di area sendiri dan memanfaatkan transisi cepat. Gol pertama membuka segalanya, dan dari sana kami mengontrol penuh pertandingan,
komentar pelatih Inggris seusai pertandingan dalam jumpa pers resmi. Sang pelatih juga memberikan pujian khusus kepada Kane yang disebutnya sebagai penyerang nomor sembilan paling komplet yang pernah ia latih, merujuk pada kontribusi defensif kapten Timnas Inggris yang juga rajin turun menjemput bola dan membantu pressing di 30 menit pertama.
Penalti Kontroversial dan Gol Bellingham
Babak kedua baru berjalan dua menit, insiden kontroversial terjadi. Harry Kane kembali menjadi aktor utama. Menerima umpan terobosan dari Bellingham, Kane berlari masuk ke kotak penalti dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Mvuemba keluar dari sarangnya dan menjatuhkan Kane. Wasit asal Argentina, Facundo Tello, langsung menunjuk titik putih. Pemain DR Kongo memprotes keras, meminta peninjauan VAR atas dugaan Kane melakukan diving. Setelah peninjauan VAR selama hampir tiga menit, keputusan tetap diambil: penalti untuk Inggris.
Menit ke-49, Kane dengan tenang mengeksekusi penalti gaya khasnya: run-up pendek, menunggu pergerakan kiper, dan menempatkan bola ke sisi kanan. Skor 2-0. Gol ini menandai gol ke-7 Kane di Piala Dunia 2026 sekaligus memperkuat posisinya di puncak daftar pencetak gol terbanyak sementara turnamen.
Inggris tak mengendurkan serangan. Menit ke-67, Jude Bellingham mengunci kemenangan dengan gol indah dari luar kotak penalti. Menerima umpan pendek dari Rice, gelandang Real Madrid itu melakukan satu sentuhan untuk mengecoh bek lawan, lalu melepaskan tendangan melengkung yang bersarang manis di pojok atas gawang Mvuemba. Gol tersebut adalah gol keempat Bellingham di turnamen ini, menjadikannya gelandang tersubur sementara Piala Dunia 2026. Assist dicatatkan atas nama Declan Rice, assist keduanya di pertandingan ini setelah sebelumnya menciptakan peluang untuk gol pembuka.
The Leopards sejatinya nyaris mencetak gol hiburan pada menit ke-78. Sebuah umpan silang dari Cedric Bakambu berhasil disundul pengganti, Simon Banza, namun sundulannya membentur tiang kiri. Bola muntah disambar Fiston Mayele, tetapi Ramsdale dengan sigap menepisnya. Itu menjadi tembakan tepat sasaran ketiga DR Kongo sepanjang laga dari total 6 percobaan.
Taktik Disiplin dan Clean Sheet Berharga
Di luar tiga gol yang tercipta, aspek paling mengesankan dari performa Inggris malam ini adalah solidnya lini belakang yang berhasil mencatatkan clean sheet ketiga mereka di turnamen ini. Duet bek tengah John Stones dan Marc Guehi tampil nyaris tanpa cela, memenangi 8 dari 10 duel udara dan melakukan 5 intersepsi krusial. Kehadiran Rice dan Conor Gallagher sebagai double-pivot juga terbukti efektif menjadi tameng pertama yang memutus aliran bola ke lini serang lawan.
Pelatih Ibenge mengakui keunggulan Inggris secara terbuka.
Kami kalah dari tim yang lebih baik. Inggris menunjukkan level mereka sebagai juara dunia bertahan (2022). Kami mencoba bertahan dan mencuri gol, tapi gol cepat Kane mengubah segalanya. Selamat untuk mereka, dan kami pulang dengan kepala tegak setelah mencapai 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah Kongo,ujarnya singkat.
Kane sendiri hampir mencatatkan hat-trick pada menit ke-83 melalui sundulan dari sepak pojok, namun bola hanya membentur mistar gawang. Andai masuk, itu akan menjadi hat-trick keduanya di turnamen ini setelah mencetak tiga gol di laga pembuka fase grup. Statistik Kane malam ini berbicara lantang: 2 gol, 1 assist, 4 tembakan tepat sasaran, 87% akurasi operan, dan satu assist kunci yang berujung gol Bellingham. Ia pun dinobatkan sebagai Man of the Match.
Dengan hasil ini, Inggris melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga antara Kroasia melawan Kanada, yang baru akan bertanding besok pagi waktu setempat. Perjalanan The Three Lions menuju mimpi mempertahankan gelar juara dunia masih sangat terbuka, dan Harry Kane, dengan total 71 gol internasional dalam 107 penampilan, terus menulis namanya dalam buku sejarah sepak bola Inggris.
Comments (0)