Kalahkan Prancis 2-0, Spanyol Pecahkan Rekor Argentina dan Samai Italia
Skor akhir berbicara lantang: Spanyol 2 – 0 Prancis di semifinal Piala Dunia 2026, sebuah kemenangan yang tak hanya mengamankan tiket ke partai puncak, tetapi juga menorehkan dua tonggak sejarah sek...
Skor akhir berbicara lantang: Spanyol 2 – 0 Prancis di semifinal Piala Dunia 2026, sebuah kemenangan yang tak hanya mengamankan tiket ke partai puncak, tetapi juga menorehkan dua tonggak sejarah sekaligus. Di hadapan 88 ribu pasang mata di stadion megah New York, La Roja mematahkan rekor tak terkalahkan Argentina yang bertahan di 36 laga, sekaligus menyamai rekor dunia milik Italia dengan 37 pertandingan tanpa kekalahan beruntun. Pertunjukan taktikal dan determinasi tinggi dari anak asuh Luis de la Fuente ini menjadi bukti bahwa Spanyol adalah tim paling konsisten di pentas internasional saat ini.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama yang Ketat
Wasit membunyikan peluit awal, dan langsung terlihat tensi tinggi antara dua raksasa Eropa. Pelatih De la Fuente mempertahankan formasi 4-3-3 andalan, dengan Pedri sebagai motor serangan yang didukung oleh dua gelandang box-to-box, sementara Prancis tampil dengan 4-2-3-1 yang mengandalkan kecepatan Kylian Mbappé di sisi kiri. Meski disiplin, barisan belakang Spanyol sukses meredam ancaman Les Bleus.
Menit ke-23 menjadi momen pertama yang membahayakan. Gavi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Prancis. Tekanan demi tekanan terus digencarkan oleh tim Matador. Penguasaan bola mencapai 58% di babak pertama, sebuah keunggulan yang perlahan mengikis stamina lawan. Gol pembuka pun lahir di menit ke-34. Berawal dari umpan terobosan Dani Olmo yang menusuk ruang kosong di antara bek tengah Prancis, Pedri dengan cerdik mengecoh satu pemain sebelum melepas tendangan mendatar ke pojok kiri bawah gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, disertai statistik shots on target unggul 4-1 untuk Spanyol.
Bintang Muda Menentukan: Babak Kedua
Selepas jeda, Prancis berusaha bangkit dengan memasukkan gelandang serang kedua guna menambah daya gedor. Namun transisi cepat tetap menjadi senjata mematikan Spanyol. Menit ke-67, serangan balik yang dipandu oleh Nico Williams dari sisi kanan berhasil memporak-porandakan lini pertahanan Prancis. Williams memberikan umpan tarik terukur kepada Ferran Torres yang berdiri bebas di tiang dekat, dan sang winger tanpa kesulitan menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Gol kedua tersebut memaksa Prancis bermain lebih terbuka, namun solidnya koordinasi bek tengah Pau Torres dan Aymeric Laporte membuat setiap upaya umpan silang atau tembakan jarak jauh mental. Sepanjang 90 menit, Spanyol melepaskan total 6 tembakan tepat sasaran berbanding 2, serta mencatat penguasaan bola 57% yang merefleksikan dominasi mereka. Statistik pelanggaran pun relatif bersih: hanya satu kartu kuning untuk masing-masing kubu, dan tanpa drama VAR yang berarti.
Rekor Dunia yang Berganti Tangan
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke final, melainkan lembaran baru dalam buku sejarah sepak bola. Sebelum laga, Spanyol telah mengoleksi 36 laga tanpa kekalahan, menyamai torehan Argentina yang diciptakan antara 2019 hingga 2022. Begitu peluit panjang dibunyikan, angka itu berubah menjadi 37 pertandingan tak terkalahkan, mematahkan dominasi Argentina dan sejajar dengan rekor global Italia yang bertahan sejak 2021. Dengan satu laga tersisa—laga puncak Piala Dunia—armada De la Fuente berpeluang besar mengukir rekor baru mutlak milik sendiri.
Fakta lain yang mencuri perhatian adalah konsistensi Spanyol dalam turnamen ini: belum sekalipun kebobolan sejak fase gugur, menjadikan mereka dengan clean sheet beruntun terbanyak di edisi 2026. Pertahanan yang dikawal Pau Torres-Laporte terbukti tak tertembus, sementara lini depan senantiasa efisien memanfaatkan peluang. Data ini memperlihatkan bahwa fondasi permainan kolektif yang dibangun sejak era Luis Enrique kini mencapai puncak kematangannya.
Komentar Pelatih
"Para pemain menunjukkan mental juara sejati. Kami tahu Prancis tim hebat, tapi displin taktikal hari ini luar biasa. Rekor ini memang indah, namun kami belum selesai—masih ada satu pertandingan lagi untuk menjadi yang terbaik," ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers pascapertandingan.
Kini seluruh perhatian tertuju ke final, di mana Spanyol akan berhadapan dengan pemenang antara Brasil dan Inggris. Apapun lawannya, La Roja akan menatap partai tersebut dengan status sebagai tim pemegang rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang sejarah. Jika berhasil menang, mereka bukan hanya menggondol trofi Piala Dunia ketiga, tetapi juga akan menggeser Italia sebagai raja tunggal rekor dunia. Misi yang terlihat semakin mungkin menjadi kenyataan.
Comments (0)