Febrie Adriansyah: Profil dan Kinerja Jampidsus

Febrie Adriansyah: Profil dan Kinerja Jampidsus Febrie Adriansyah merupakan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang menjabat sejak awal tahun 2025. Ia adalah jaksa karier yang meniti jenjang da

Febrie Adriansyah: Profil dan Kinerja Jampidsus

Febrie Adriansyah: Profil dan Kinerja Jampidsus

Febrie Adriansyah merupakan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang menjabat sejak awal tahun 2025. Ia adalah jaksa karier yang meniti jenjang dari bawah hingga menduduki salah satu posisi paling strategis dan menjadi sorotan publik tersebut. Diangkat oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, Febrie diharapkan mampu meneruskan tren penanganan kasus-kasus besar dan kompleks yang menjadi ciri khas bidang Tindak Pidana Khusus.

Profil dan Latar Belakang

Febrie Adriansyah lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 12 Februari 1967. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) dan tercatat sebagai salah satu alumni terbaik yang kemudian mengabdikan diri sepenuhnya sebagai jaksa sejak awal 1990-an. Kariernya dimulai sebagai Calon Jaksa di Kejaksaan Negeri Palembang. Berbagai posisi struktural penting pernah diembannya, antara lain Kepala Kejaksaan Negeri di beberapa daerah, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Tinggi, hingga akhirnya menjabat sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) pada periode 2020-2024. Pengalamannya yang panjang di bidang penindakan korupsi dan kejahatan ekonomi membuatnya dianggap sebagai figur yang memahami seluk-beluk penanganan perkara rumit dari hulu ke hilir.

Kinerja dan Kasus Besar

Sebelum resmi dilantik sebagai Jampidsus menggantikan Kuntadi pada 15 Januari 2025, Febrie Adriansyah telah terlibat langsung dalam sejumlah mega-skandal di tanah air. Namanya mencuat saat ia menjadi bagian dari tim penuntutan dalam perkara korupsi Asabri dan Jiwasraya, dua kasus yang merugikan keuangan negara puluhan triliun rupiah. Perannya dalam membangun konstruksi hukum pencucian uang pada kedua kasus tersebut dinilai krusial. Di awal masa kepemimpinannya sebagai Jampidsus, Febrie langsung dihadapkan pada penanganan kasus dugaan korupsi tata kelola komoditas timah yang melibatkan sejumlah korporasi besar dan mengakibatkan kerugian negara fantastis. Salah satu gebrakan signifikannya adalah penetapan tersangka terhadap aktor utama dan pengusaha yang sebelumnya dianggap untouchable.

Tantangan dan Kontroversi

Jabatan Jampidsus tidak pernah sepi dari sorotan, begitu pula dengan masa kepemimpinan Febrie Adriansyah. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga kepercayaan publik pasca-kontroversi yang melanda institusi Kejaksaan Agung terkait kecepatan penanganan perkara dan isu transparansi. Meski dikenal sebagai jaksa teknis yang mumpuni, gaya kepemimpinannya yang cenderung low-profile kerap memantik pertanyaan dari kalangan aktivis antikorupsi mengenai keberlanjutan gebrakan. Ia juga kerap dikritik karena dianggap tidak banyak melakukan terobosan kebijakan pencegahan dan justru berfokus pada represi. Selain itu, sorotan tajam mengarah padanya saat Kejaksaan Agung melakukan penyelesaian perkara melalui mekanisme denda damai dalam kasus-kasus tertentu yang dinilai publik kontroversial. Meski demikian, di internal Adhyaksa, Febrie dipandang sebagai pimpinan yang solid dan mampu meminimalisir kebocoran informasi strategis di tengah penanganan kasus-kasus berprofil tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User