JAKARTA, BERITAINTI.COM — Partai Perindo menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi kader muda

Antusiasme para peserta terlihat sejak pagi hari, dengan kehadiran kader dari beruh wilayah administrasi di Jakarta. Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Pe

JAKARTA, BERITAINTI.COM — Partai Perindo menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi kader muda

Antusiasme para peserta terlihat sejak pagi hari, dengan kehadiran kader dari beruh wilayah administrasi di Jakarta. Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta menegaskan bahwa kehadiran kader muda dan saksi yang terlatih menjadi kunci penting dalam memastikan proses pemilu berjalan dengan jujur dan transparan. Ia menekankan bahwa anak muda harus berperan aktif, bukan hanya sebagai pengamat, melainkan sebagai pelaku perubahan yang membawa dampak konkret bagi masyarakat.

Pagi: Registrasi dan Pembukaan Resmi

Kegiatan dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB dengan proses registrasi peserta di lobi GOR Cengkareng. Setelah penyerahan berkas dan pembagian perlengkapan, acara secara resmi dibuka oleh pimpinan DPW Partai Perindo Jakarta. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari program penguatan struktur partai jelang pemilihan umum mendatang, yang menargetkan penambahan 30 persen kader muda di setiap tingkatan organisasi.

  1. 08.00 WIB: Peserta melakukan registrasi dan penyerahan berkas kelengkapan.
  2. 09.00 WIB: Pembukaan resmi oleh Ketua DPW dengan penekanan pada peran strategis generasi muda.
  3. 09.30 WIB: Pengarahan umum mengenai tata tertib, pembagian kelompok, dan jadwal kegiatan satu hari penuh.

Siang: Materi Teknis dan Hukum Pemilu

Sesi utama dimulai menjelang siang dengan pemaparan materi teknis pemilihan dari narasumber kompeten, termasuk praktisi hukum pemilihan dan petugas penyelenggara. Peserta diajarkan secara mendalam tentang tugas, wewenang, dan tanggung jawab saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Materi mencakup cara pengisian formulir pengawasan, identifikasi pelanggaran administrasi dan pidana pemilu, serta teknik komunikasi efektif dengan petugas KPPS dan pengawas TPS.

Salah satu peserta asal Jakarta Timur, Rizky Maulana, mengaku sangat terbantu dengan materi yang diberikan. "Kami tidak hanya diajarkan teori, tapi juga studi kasus nyata dari pemilu sebelumnya. Ini sangat penting karena saksi harus sigap, cermat, dan memahami aturan secara detail," ujarnya. Menurutnya, pemaparan tentang sistem quick count dan real count menjadi salah satu topik yang paling banyak menarik pertanyaan dari peserta.

  1. 10.00 WIB: Materi perdana mengenai peran saksi dalam menjaga suara partai dan integritas pemilu.
  2. 11.30 WIB: Pembelajaran hukum pemilu, sanksi pelanggaran, dan mekanisme penanganan sengketa di TPS.
  3. 13.00 WIB: Istirahat shalat dan makan siang bersama antar kader dari berbagai wilayah.
  4. 14.00 WIB: Sesi manajemen krisis dan simulasi penanganan kondisi darurat di lokasi pemungutan suara.

Sore: Simulasi Lapangan dan Diskusi Interaktif

Memasuki sore hari, kegiatan beralih ke sesi praktik melalui simulasi peran (role play) dan diskusi kelompok. Para kader muda dibagi dalam kelompok kecil untuk mensimulasikan berbagai situasi di TPS, mulai dari proses pembukaan kotak suara, pengawasan pemungutan dan penghitungan, hingga penanganan temuan dugaan pelanggaran. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan juri yang terdiri dari pengurus DPW dan narasumber.

Ketua Panitia Pelaksana menyebutkan bahwa metode pembelajaran aktif ini sengaja dipilih untuk memastikan para kader tidak hanya paham konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya di lapangan. "Kami ingin saksi kita tidak kaget saat menghadapi kondisi nyata di TPS nanti. Mental dan kompetensi harus terasah sejak dini," katanya. Dari total 250 kader muda dan saksi yang hadir, sebagian besar merupakan generasi milenial dan Gen Z yang baru pertama kali mengikuti pelatihan teknis pemilu.

  1. 15.00 WIB: Pembagian kelompok simulasi dan penjelasan skenario oleh fasilitator.
  2. 16.00 WIB: Pelaksanaan role play pengawasan TPS oleh masing-masing kelompok.
  3. 17.00 WIB: Presentasi hasil simulasi dan evaluasi bersama juri serta narasumber.

Penutupan dan Komitmen Bersama

Acara ditutup sekitar pukul 18.00 WIB dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan. Pimpinan DPW Partai Perindo Jakarta kembali menegaskan komitmen partai untuk terus membuka ruang bagi anak muda berprestasi. Ia mengajak para peserta untuk segera menyebarkan ilmu yang didapat ke kader lain di tingkat ranting dan anak cabang.

Dengan terselenggaranya Bimtek ini, Partai Perindo berharap dapat melahirkan saksi-saksi profesional yang mampu menjaga suara rakyat sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Langkah konkret ini juga diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa partai terus serius menyiapkan sumber daya manusia unggul demi memperkuat sistem demokrasi di DKI Jakarta.

Partai Perindo secara berkala mengadakan berbagai program pelatihan untuk kadernya di seluruh Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kegiatan serupa, dapat menghubungi sekretariat DPW setempat atau mengakses laman resmi partai.