Inter Tekuk Bologna, Rebut Puncak Klasemen Serie A dari Milan
Skor akhir 2-0 untuk Inter Milan. I Nerazzurri memenangi duel pekan ke-17 Serie A Italia melawan Bologna di Stadion San Siro, Minggu (4/1/2026) waktu setempat atau Senin (5/1/2026) dini hari WIB, seka...
Skor akhir 2-0 untuk Inter Milan. I Nerazzurri memenangi duel pekan ke-17 Serie A Italia melawan Bologna di Stadion San Siro, Minggu (4/1/2026) waktu setempat atau Senin (5/1/2026) dini hari WIB, sekaligus menggeser rival sekota AC Milan dari puncak klasemen. Gol pembuka dicetak Nicolo Barella di babak pertama, lalu Lautaro Martinez memastikan kemenangan pada menit ke-48 berkat assist sepak pojok Hakan Calhanoglu.
Angka pendukung menunjukkan dominasi Inter sepanjang laga. Penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, sementara shots on target 7-2 dan tendangan sudut 9-3 untuk tuan rumah. Kiper Bologna, Lukasz Skorupski, melakukan empat penyelamatan, tetapi tetap kebobolan dua gol dari dua skema berbeda.
Babak Pertama: Gempuran Sayap Inter Berbuah Gol Barella
Simone Inzaghi menurunkan formasi 3-5-2 dengan duet Lautaro Martinez dan Marcus Thuram di lini depan, sedangkan Vincenzo Italiano menjawab lewat starting XI 4-2-3-1 yang lebih defensif. Alih-alih menyerang terbuka, Rossoblu memilih menunggu di blok tengah dengan lima pemain bertahan saat tanpa bola, menyerahkan inisiatif penuh kepada tuan rumah.
Jalan buntu sempat tercipta pada 30 menit pertama. Inter mendominasi penguasaan bola, tetapi rapatnya lini kedua Bologna membuat umpan terobosan kerap kandas. Semua berubah pada menit ke-32: Federico Dimarco melepas umpan silang mendatar dari sisi kiri, dan Barella yang datang dari lini kedua melepaskan tembakan first-time yang meluncur deras ke pojok kanan gawang Skorupski. Gol itu sempat diperiksa VAR karena potensi offside Thuram, tetapi akhirnya disahkan.
Setelah kebobolan, Bologna mulai berani keluar lewat serangan balik. Pada menit ke-41, Riccardo Orsolini menggiring bola dari sayap kanan dan melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis Yann Sommer. Clean sheet Sommer kian kokoh berkat penyelamatan krusial tersebut, dan babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Inter.
Babak Kedua: Sepak Pojok Calhanoglu dan Gol Kedua Lautaro
Babak kedua baru berjalan tiga menit ketika Inter menggandakan keunggulan. Tepatnya pada menit ke-48, Calhanoglu mengambil sepak pojok dari sisi kanan dengan akurasi sempurna. Lautaro Martinez melompat lebih tinggi dari bek tengah Bologna dan menyundul bola ke pojok kiri gawang, membuat Skorupski tak punya kesempatan bereaksi. Gol itu menjadi koleksi ke-11 Lautaro musim ini sekaligus assist kesembilan Calhanoglu dari situasi bola mati.
Bologna mencoba bangkit dan menaikkan intensitas serangan. Remo Freuler mendapat kartu kuning pada menit ke-65 karena menjegal Henrikh Mkhitaryan yang memulai serangan balik cepat, sementara sundulan Nicolo Casale pada menit ke-72 masih melebar tipis dari tiang gawang Sommer. Itu menjadi peluang terbaik tim tamu di babak kedua; mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran setelah jeda.
Inzaghi melakukan tiga pergantian pada rentang menit 70 hingga 80 dengan menarik Barella, Thuram, dan Dimarco demi menjaga ritme sekaligus mengamankan hasil. Inter menutup laga tanpa kebobolan, dan serangan balik di menit-menit akhir nyaris menambah keunggulan andai sundulan Lautaro pada menit ke-88 tidak dianulir karena offside.
Analisis Taktik: Set Piece dan Sayap Jadi Pembeda
Kemenangan ini tidak lepas dari dua senjata utama Inter: serangan sayap dan bola mati. Dalam formasi 3-5-2, Dimarco dan Denzel Dumfries diberi kebebasan penuh untuk naik, dan kedua gol lahir dari jalur tersebut — satu dari umpan silang terbuka Dimarco, satu lagi dari eksekusi sepak pojok Calhanoglu. Bologna, yang musim ini jarang kebobolan dari set piece, kali ini tak berdaya menghadapi skema yang terlatih rapi.
Di sisi lain, keputusan Italiano bermain bertahan sejak awal terbukti kontraproduktif. Dengan penguasaan bola hanya 42 persen dan tanpa tembakan tepat sasaran di babak kedua, Rossoblu praktis menyerahkan kendali pertandingan kepada tuan rumah. Peta umpan menunjukkan dominasi Inter di sepertiga akhir lapangan dengan 187 umpan sukses di area tersebut, berbanding 61 milik Bologna.
Dampak Klasemen: Inter Kudeta Milan dari Puncak
Hasil ini membawa Inter mengoleksi 41 poin dari 17 pertandingan, unggul dua angka atas AC Milan yang sebelumnya memimpin dengan 39 poin. I Nerazzurri kini memuncaki Serie A dengan keunggulan dua poin, sementara Bologna tertahan di posisi delapan dengan 25 poin. Derby della Madonnina pada pekan berikutnya berpotensi menjadi penentu arah perburuan scudetto.
"Kami tampil dewasa sejak menit pertama. Gol kedua dari sepak pojok adalah hasil latihan yang kami ulang berkali-kali, dan Lautaro kembali membuktikan nalurinya sebagai penyerang kelas dunia. Tapi klasemen belum selesai — kami harus konsisten," ujar Simone Inzaghi dalam konferensi pers usai laga.
Dengan tiga poin penuh di San Siro, Inter kembali ke jalur perburuan scudetto yang sempat melambat. Pekan berikutnya, ujian sesungguhnya menanti: duel melawan Milan yang kehilangan takhta puncak justru bisa menjadi panggung pembuktian siapa penguasa sesungguhnya kota Milan musim ini.
Comments (0)