Inggris Singkirkan Norwegia 2-1, Tiket Semifinal Piala Dunia 2026
Jalannya Pertandingan: Gol Cepat dan Reaksi InstanBelum genap tujuh menit laga berjalan, Inggris sudah membuka keunggulan lewat skema serangan balik yang dieksekusi dengan presisi tinggi. Jude Belling...
Jalannya Pertandingan: Gol Cepat dan Reaksi Instan
Belum genap tujuh menit laga berjalan, Inggris sudah membuka keunggulan lewat skema serangan balik yang dieksekusi dengan presisi tinggi. Jude Bellingham melepaskan umpan terobosan dari lini tengah yang memecah kebuntuan pertahanan Norwegia. Bukayo Saka, yang melakukan overlapping dari sisi kanan, menyambut bola dengan sentuhan pertama sebelum melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh. Bola bersarang tanpa mampu diantisipasi kiper. Skor 1-0, menit ke-6: assist Bellingham, gol Saka.
Norwegia tidak gentar. Dengan formasi 4-3-3 yang cair, mereka langsung meningkatkan intensitas. Martin Ødegaard sebagai jenderal lapangan tengah mendikte ritme lewat operan-operan vertikal. Menit ke-23, peluang emas datang. Umpan silang dari Julian Ryerson disundul Erling Haaland, namun bola membentur mistar gawang. Statistik penguasaan bola menunjukkan Norwegia unggul 58% berbanding 42% pada babak pertama, namun Inggris lebih klinis dengan dua shots on target berbanding satu.
Menjelang turun minum, laga memanas. Sebuah tekel keras di kotak penalti berujung peninjauan VAR setelah bek Inggris diduga handball. Wasit akhirnya memutuskan tidak ada pelanggaran, memicu protes dari kubu Norwegia. Babak pertama ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan The Three Lions.
Babak Kedua: Drama Gol, VAR, dan Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Norwegia langsung menggebrak. Menit ke-52, umpan terukur Ødegaard menemukan Haaland yang berhasil melepaskan diri dari kawalan. Dengan tenang, striker Manchester City itu menceploskan bola melewati kiper, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Assist Ødegaard, gol Haaland. Stadion bergemuruh, momentum beralih.
Pelatih Inggris merespons dengan memasukkan pemain bertipikal defensif untuk meredam gempuran. Formasi berubah menjadi 5-4-1 saat bertahan. Strategi ini efektif mempersempit ruang gerak Haaland. Penguasaan bola Norwegia yang sempat menyentuh 62% perlahan turun menjadi 55% seiring waktu berjalan.
Menit ke-74, titik balik terjadi. Sebuah pelanggaran terhadap Phil Foden di tepi kotak penalti menghasilkan tendangan bebas. Eksekusi Foden sendiri melengkung indah melewati pagar betis dan menghujam sudut atas gawang. Skor 2-1 untuk Inggris. Gol ini sekaligus menjadi gol ketiga Foden di turnamen, menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh.
Norwegia berusaha keras menyamakan kedudukan. Tekanan tinggi mereka patah di menit ke-85 ketika bek mereka, Leo Østigård, menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Harry Kane yang tengah melakukan serangan balik. Bermain dengan 10 pemain, Norwegia tetap menciptakan peluang lewat sundulan Haaland di injury time yang bisa dimentahkan kiper Inggris. Clean sheet di babak pertama buyar, namun Inggris mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Skor akhir 2-1.
Fakta Menarik di Balik Kemenangan Inggris
1. Dominasi di Fase Gugur
Kemenangan ini memperpanjang rekor Inggris yang selalu mencetak minimal dua gol dalam empat laga fase gugur Piala Dunia secara beruntun. Sejak 2018, lini serang mereka selalu tampil produktif di babak krusial.
2. Bellingham Sang Metronom
Jude Bellingham mencatatkan 92% akurasi operan, satu assist, dan tiga key passes. Ia juga menjadi pemain dengan jarak tempuh tertinggi (12,4 km), menegaskan peran vitalnya sebagai penghubung lini.
3. VAR Kontroversial
Sepanjang laga, dua insiden besar melibatkan VAR. Selain insiden handball di babak pertama, gol penyama kedudukan Norwegia sempat dicek karena dugaan offside. Keputusan akhir tetap mengesahkan gol Haaland, namun perdebatan mewarnai media sosial.
4. Rekor Pertemuan Terpecahkan
Ini adalah kemenangan perdana Inggris atas Norwegia di ajang Piala Dunia. Dari tiga pertemuan sebelumnya di semua kompetisi, Inggris hanya mampu meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan. Kini sejarah baru tercipta.
5. Kartu Merah Penentu
Kartu merah Østigård menjadi yang pertama diterima Norwegia di sepanjang turnamen. Statistik menunjukkan setelah kartu merah, peluang Norwegia untuk mencetak gol turun drastis—hanya satu tembakan spekulasi tanpa ancaman berarti.
“Kami menunjukkan karakter luar biasa. Setelah mereka menyamakan kedudukan, kami tidak panik. Gol Foden adalah buah dari latihan set-piece yang kami matangkan,” ujar pelatih Inggris seusai laga.
Dengan hasil ini, Inggris akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Spanyol di semifinal. Shots on target akhir: Inggris 4, Norwegia 3. Penguasaan bola total: Norwegia 57%, Inggris 43%. Dua statistik itu menunjukkan betapa efisiennya permainan Inggris dalam memaksimalkan peluang.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya mengantar Inggris ke semifinal, tapi juga menegaskan bahwa kedewasaan taktis dan ketajaman individu menjadi senjata utama dalam perburuan gelar juara dunia. Kini, satu rintangan besar menanti: mengalahkan raksasa Amerika Selatan atau juara bertahan Eropa untuk mencapai final. Mampukah Kane dan kolega menuntaskan dahaga gelar sejak 1966? Jawabannya akan terkuak di laga hidup-mati berikutnya.
Comments (0)