Inggris Singkirkan Norwegia 2-1, Bellingham Jadi Pahlawan Semifinal
Dramatis. Itulah kata yang paling tepat menggambarkan langkah Timnas Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor akhir 2-1 di Stadion MetLife, New Jersey. Jude Belli...
Dramatis. Itulah kata yang paling tepat menggambarkan langkah Timnas Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor akhir 2-1 di Stadion MetLife, New Jersey. Jude Bellingham, gelandang serbabisa berusia 23 tahun, mencuri seluruh sorotan lewat dua golnya yang membalikkan keadaan dan memastikan satu tempat di empat besar.
Norwegia yang tampil disiplin sepanjang 90 menit sejatinya sempat memimpin lebih dulu melalui gol cepat Erling Haaland pada menit ke-7. Umpan silang Martin Odegaard dari sisi kanan disambut volley keras sang striker Manchester City yang tak mampu dijangkau kiper Jordan Pickford. Publik Inggris terdiam. Namun, mental baja skuad asuhan Graham Potter kembali teruji.
Reaksi Cepat dan Dominasi Penguasaan Bola
Tertinggal satu gol tidak membuat Inggris panik. Mereka langsung mengambil alih kendali permainan dengan penguasaan bola mencapai 67 persen di sepanjang babak pertama. Formasi 4-2-3-1 yang diandalkan Potter memberikan kebebasan kepada Bellingham untuk bergerak dari lini kedua, menusuk ke kotak penalti, atau melepaskan umpan-umpan kunci.
Titik balik terjadi pada menit ke-34. Berawal dari kombinasi apik di sisi kiri, Phil Foden mengirimkan umpan terobosan ke kotak penalti. Declan Rice yang menyisir dari belakang melepaskan pull-back ke mulut gawang dan Bellingham, dengan ketenangan luar biasa, menceploskan bola ke pojok bawah gawang Orjan Nyland. Gol penyeimbang disambut gegap gempita suporter The Three Lions yang memadati tribun. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Statistik Babak Pertama: Penguasaan bola Inggris 67 persen - 33 persen Norwegia, shots on target 5-3, pelanggaran 4-7, offside 1-2.
Bellingham Cetak Gol Kemenangan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Norwegia tidak hanya bertahan; mereka sesekali melancarkan serangan balik cepat melalui kecepatan Alexander Sorloth yang menggantikan Jens Petter Hauge. Pada menit ke-58, peluang emas Sorloth berhasil dimentahkan Pickford dengan penyelamatan satu tangan yang spektakuler.
Inggris terus menggempur. Potter memasukkan Marcus Rashford dan James Maddison untuk menambah daya dobrak. Hasilnya, pada menit ke-78, momen yang dinantikan hadir. Sebuah sepak pojok dari sisi kiri yang dieksekusi Foden mengarah ke tiang dekat. Bellingham, yang dijaga ketat oleh Sander Berge, melepaskan diri dan menyundul bola dengan keras ke arah tanah. Bola memantul sekali sebelum bersarang ke gawang Nyland yang sudah mati langkah. Gol kedua Bellingham, dan Inggris berbalik unggul 2-1.
Norwegia coba merespons. Pelatih Stale Solbakken memasukkan Jorgen Strand Larsen untuk menambah kekuatan di depan. Tetapi, solidnya duet bek Harry Maguire dan Marc Guehi membuat segala usaha itu gagal. Wasit sempat mengecek VAR untuk kemungkinan handball di kotak penalti Inggris pada menit ke-88, namun tidak ada pelanggaran. Hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tetap menunjukkan 2-1.
Pujian untuk Sang Pemimpin Muda
Jude Bellingham dinobatkan sebagai Man of the Match. Selain dua golnya, ia mencatatkan 93 persen akurasi umpan, empat dribble sukses, dan dua kemenangan duel udara. Tidak heran jika pujian mengalir deras, termasuk dari sang pelatih.
"Jude adalah pemain yang luar biasa. Dia tidak hanya hebat dalam teknik, tapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang langka. Malam ini dia menunjukkan kenapa dia adalah salah satu gelandang terbaik di dunia," kata Graham Potter dalam jumpa pers usai laga.
Dari kubu lawan, Erling Haaland yang tertunduk lesu mengakui keunggulan Inggris. "Kami memulai dengan baik, tapi mereka pantas menang. Bellingham luar biasa, sulit menghentikannya malam ini," ucapnya singkat.
Kemenangan ini membawa Inggris melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Spanyol. Para pendukung boleh bermimpi lebih tinggi, karena performa tim yang semakin matang dan keberadaan figur seperti Bellingham menjadi garansi nyata bahwa trofi Piala Dunia bukan lagi sekadar ilusi.
Baca juga:
Comments (0)