Inggris Bungkam Prancis 2-1, Rebut Tempat Ketiga
Skor akhir 2-1 memastikan Inggris mengunci peringkat ketiga Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis dalam laga yang berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan. Dua gol kemenangan The Thr...
Skor akhir 2-1 memastikan Inggris mengunci peringkat ketiga Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis dalam laga yang berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan. Dua gol kemenangan The Three Lions masing-masing diciptakan oleh Jude Bellingham pada menit ke-39 dan tandukan Declan Rice pada menit ke-78, sementara satu-satunya gol balasan Les Bleus hadir melalui aksi solo spektakuler Kylian Mbappé di menit ke-64. Statistik penguasaan bola memperlihatkan dominasi tipis pasukan Gareth Southgate dengan 53 persen berbanding 47 persen milik tim asuhan Zinedine Zidane, namun efektivitas serangan Inggris terbukti lebih klinis dengan 7 shots on target dari 14 percobaan, berbanding 4 tembakan tepat sasaran dari 11 upaya yang dilepaskan Prancis.
Babak Pertama: Pertarungan Taktik dan Kartu Merah Dini
Kedua tim menurunkan starting XI terbaik mereka. Prancis tampil dengan formasi 4-2-3-1 andalan yang menempatkan Mbappé sebagai ujung tombak tunggal, sedangkan Inggris merespons dengan formasi 4-3-3 fleksibel yang menugaskan Bukayo Saka dan Phil Foden menusuk dari sektor sayap. Laga baru berusia 17 menit ketika insiden krusial terjadi. Bek tengah Prancis, William Saliba, melakukan tekel eksesif terhadap Saka yang sedang melakukan penetrasi di kotak penalti. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, sempat berkonsultasi dengan ruang VAR sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah langsung. Keputusan ini memaksa Zidane menarik keluar gelandang Eduardo Camavinga dan memasukkan Ibrahima Konaté untuk menambal lini pertahanan. Situasi ini jelas mengubah peta permainan. Prancis yang sejak menit awal mencoba membangun serangan dari lini tengah melalui distribusi Antoine Griezmann, mendadak dipaksa bertahan total. Transisi negatif Les Bleus benar-benar dieksploitasi oleh Inggris yang kini nyaman menguasai ritme pertandingan.
Menit ke-39, gol pembuka yang dinanti publik Inggris akhirnya tiba. Berawal dari skema operan pendek di depan kotak penalti, Declan Rice mengirimkan umpan terobosan vertikal yang berhasil diantisipasi oleh lari Bellingham. Pemain Real Madrid itu melepaskan first time shot mendatar ke pojok kiri bawah gawang Mike Maignan yang tak mampu dijangkau. Sebelum turun minum, papan skor menunjukkan keunggulan 1-0 untuk Inggris. Tercatat hingga babak pertama usai, Inggris memimpin dalam penguasaan bola dengan 61 persen serta melepaskan empat shots on target, sementara Prancis nihil tembakan tepat sasaran—sebuah ironi bagi tim sekelas finalis edisi sebelumnya.
Babak Kedua: Reaksi Mbappé dan Determinasi Rice
Memasuki paruh kedua, Zidane melakukan penyesuaian drastis. Aurélien Tchouaméni dimasukkan untuk menambah daya gedor, dan komando serangan dialihkan sepenuhnya pada kecepatan individu. Strategi ini membuahkan hasil pada menit ke-64. Menerima bola liar dari hasil sapuan tidak sempurna lini belakang Inggris, Mbappé melakukan akselerasi dari area tengah lapangan, mengecoh dua pemain bertahan sebelum melepaskan penyelesaian akhir chip melewati kiper Jordan Pickford. Gol tersebut mencatatkan diri sebagai gol ke-15 Mbappé sepanjang sejarah Piala Dunia, menyamai rekor legenda Brasil, Ronaldo Nazario. Skor berubah menjadi 1-1 dan tensi pertandingan memuncak.
Namun, kelelahan mulai menghinggapi pemain Prancis yang bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama. Southgate membaca momentum ini dan memasukkan Marcus Rashford serta Conor Gallagher untuk memberikan energi baru di lini depan. Serangan balik cepat Inggris terus memporak-porandakan garis pertahanan Prancis yang perlahan kehilangan fokus. Puncaknya terjadi pada menit ke-78 melalui situasi bola mati. Sepak pojok yang dieksekusi oleh Foden melengkung tajam ke tiang dekat, disambut lompatan tinggi Rice yang tak terkawal. Sundulan keras sang kapten West Ham United bersarang di pojok kanan atas gawang Maignan tanpa bisa dihalau. Gol ini sekaligus memastikan Rice mencatatkan kontribusi sempurna dengan satu gol dan satu assist sepanjang laga. Selebrasi emosional para pemain Inggris menandakan betapa pentingnya momen ini bagi kebangkitan generasi muda mereka pasca kekecewaan di semifinal melawan Argentina.
Sisa waktu pertandingan dihiasi oleh upaya putus asa Prancis yang terus mengirimkan umpan silang ke kotak penalti. Kiper Pickford tampil solid dengan mencatatkan dua penyelamatan krusial, termasuk tepisan satu tangan dari sundulan Olivier Giroud di menit ke-88. Ketika peluit akhir berbunyi, statistik menegaskan dominasi Inggris dalam set piece—dari 9 tendangan sudut yang mereka dapatkan, satu berujung gol kemenangan. Kedisiplinan lini belakang The Three Lions juga patut diacungi jempol, hanya mencatatkan 8 pelanggaran sepanjang laga tanpa satu pun kartu kuning, kontras dengan agresivitas Prancis yang mengoleksi tiga kartu kuning selain kartu merah Saliba.
Clean Sheet Gagal, Namun Medali Perunggu Tersegel
"Kami sangat kecewa dengan keputusan kartu merah itu. Bermain dengan sepuluh pemain melawan tim sekelas Inggris adalah bunuh diri, tapi kami bangga karena anak-anak tidak menyerah. Kami akan kembali lebih kuat," ujar Zidane dalam konferensi pers usai laga. Sementara itu, Southgate memuji mentalitas pasukannya: "Kami menunjukkan kematangan luar biasa. Mengontrol emosi setelah gol penyama kedudukan mereka bukan perkara mudah. Declan Rice? Dia monster di lini tengah hari ini."
Kemenangan ini menandai kali kedua Inggris meraih medali perunggu di Piala Dunia, mengulangi pencapaian terbaik mereka di Italia 1990. Untuk Prancis, hasil ini melengkapi tren inkonsistensi di fase gugur sejak era emas terakhir mereka di 2018, di mana dominasi penguasaan bola sering kali tak selaras dengan produktivitas gol. Meski gagal mencatatkan clean sheet karena gol cemerlang Mbappé, soliditas pertahanan Inggris saat situasi kritis membuktikan bahwa fondasi taktikal Southgate telah mencapai level yang diimpikan publik Inggris selama puluhan tahun. Trofi peringkat ketiga menjadi kado perpisahan manis bagi Harry Kane yang tampil sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir, menutup perjalanan karier Piala Dunia sang kapten dengan sebuah medali di lehernya.
Comments (0)